- Hingga Desember 2025, Indonesia mencatat 139.298 kasus dengue, dan Kalimantan Utara melaporkan 735 kasus selama 2024.
- Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memulai program vaksinasi dengue di Bulungan sebagai pelengkap strategi pengendalian komprehensif.
- Tahap awal vaksinasi menargetkan 725 anak usia 9–13 tahun, didukung oleh Bio Farma dan Takeda Innovative Medicines.
“Program vaksinasi dengue ini bukan untuk menggantikan upaya yang telah berjalan, melainkan sebagai lapisan perlindungan tambahan dalam menghadapi ancaman nyata demam berdarah yang semakin meningkat seiring kondisi cuaca yang tidak menentu dan intensitas curah hujan yang mulai naik,” ucap dia.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan, di mana masyarakat tetap perlu disiplin menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tidak berkembang biak, sambil membangun perlindungan dari dalam tubuh melalui vaksinasi.
Pelaksanaan vaksinasi di Bulungan menandai dimulainya tahap implementasi yang konkret, terutama untuk melindungi anak-anak usia sekolah yang menjadi kelompok paling rentan.
“Pelaksanaan program vaksinasi dengue di Bulungan menjadi momen penting, karena menandai dimulainya tahap implementasi yang konkret untuk melindungi anak-anak usia sekolah yang termasuk kelompok rentan,” ujarnya,
Ia menjelaskan bahwa tahap awal akan menyasar 725 anak usia 9–13 tahun dari sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama di Kecamatan Tanjung Palas Utara, dengan prosedur yang mencakup skrining kesehatan, vaksinasi oleh tenaga terlatih, hingga observasi pascaimunisasi.
Dari sisi penyedia vaksin, PT Bio Farma menyatakan komitmennya dalam memperluas akses vaksin dengue di Indonesia.
Presiden Direktur PT Bio Farma, Shadiq Akasya, mengatakan, sebagai bagian dari upaya aktif memerangi dengue di Indonesia, Bio Farma terus mendorong perluasan akses vaksin dengue, tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga melalui berbagai jalur layanan dan perangkat negara, termasuk pemerintah daerah.
“Melalui dukungan pada program publik seperti yang dimulai oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Bulungan ini, kami berharap lebih banyak masyarakat bisa mendapatkan manfaat perlindungan terhadap virus dengue,”
Komitmen serupa juga ditegaskan oleh PT Takeda Innovative Medicines sebagai mitra global dalam penyediaan vaksin. Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menyampaikan, pihaknya mengapresiasi kepemimpinan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang menjadi pelopor pelaksanaan vaksinasi dengue di Kalimantan Utara.
Baca Juga: Anak Rentan DBD Sepanjang Tahun! Ini Jurus Ampuh Melindungi Keluarga
"Inisiatif ini menambah daftar 11 wilayah di Indonesia yang telah menerapkan program vaksinasi publik untuk melindungi anak-anak dari dengue,” ujar dia.
Ia juga mengingatkan bahwa dengue bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga beban ekonomi dan sosial yang besar. Dengue memberikan beban besar bagi Indonesia, tidak hanya pada sistem kesehatan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat.
"Pada tahun 2024, BPJS Kesehatan mencatat lebih dari satu juta rawat inap akibat dengue, dengan biaya mendekati Rp3 triliun,” ujarnya, seraya menegaskan komitmen Takeda untuk terus menjadi mitra jangka panjang dalam upaya pencegahan dengue di Indonesia.
Dengan tingginya angka kasus, luasnya wilayah endemik, dan meningkatnya penularan pada anak-anak, dengue masih menjadi tantangan serius bagi Kalimantan Utara.
Pelaksanaan vaksinasi dengue yang kini mulai dijalankan di Bulungan menjadi langkah penting dalam memperkuat perlindungan masyarakat dan menegaskan upaya daerah ini untuk tidak lagi hanya bereaksi terhadap wabah, tetapi bergerak menuju pencegahan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.