Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi

Dinda Rachmawati

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:39 WIB
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Kelainan refraksi tidak terkoreksi merupakan penyebab utama gangguan penglihatan berdampak pada pendidikan dan produktivitas di Indonesia.
  • Kemenkes RI bersama OneSight EssilorLuxottica Foundation meluncurkan inisiatif strategis untuk akses layanan kesehatan mata merata.
  • Program tiga tahun meliputi pelatihan perawat, penguatan Vision Center, donasi 50.000 kacamata, dan peningkatan kesadaran publik.

Suara.com - Kemampuan melihat dengan jelas sering kali dianggap sebagai hal yang wajar, hingga gangguan penglihatan mulai menghambat aktivitas sehari-hari. 

Di Indonesia, kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan berdampak signifikan terhadap capaian pendidikan, produktivitas kerja, serta kualitas hidup masyarakat.

Tanpa deteksi dini dan akses terhadap solusi koreksi seperti kacamata, banyak anak maupun orang dewasa menghadapi hambatan yang sebenarnya dapat dicegah. 

Kesulitan membaca di sekolah, menurunnya konsentrasi saat bekerja, hingga terbatasnya aktivitas harian kerap berawal dari gangguan penglihatan yang tidak tertangani dengan baik.

“Penglihatan adalah fondasi sebuah masyarakat yang memengaruhi pendidikan, produktivitas, dan masa depan anak-anak,” ujar Dailami Azis, Country Manager EssilorLuxottica Indonesia.

Ia menegaskan bahwa akses terhadap pemeriksaan mata sejak dini menjadi langkah krusial untuk mencegah dampak jangka panjang.

“Dengan adanya inisiatif ini, kita memberikan akses pemeriksaan mata agar kelainan refraksi atau gangguan penglihatan bisa terdeteksi dan dikelola lebih awal, sehingga tidak berdampak di masa depan mereka,” jelasnya.

Kesadaran akan pentingnya kesehatan mata juga menjadi perhatian serius pemerintah. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama OneSight EssilorLuxottica Foundation secara resmi meluncurkan sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat akses layanan kesehatan mata di seluruh Indonesia.

Inisiatif ini bertujuan mewujudkan layanan kesehatan mata yang adil, merata, dan berkelanjutan, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

baca juga

Menurut Siti Nadia Tarmizi, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, gangguan penglihatan memiliki dampak luas di semua kelompok usia.

“Gangguan penglihatan berdampak signifikan terhadap proses belajar, produktivitas, kemandirian, dan kualitas hidup,” ujarnya.

Ia menambahkan, deteksi dini dapat mencegah atau mengoreksi banyak gangguan penglihatan. Oleh karena itu, kolaborasi strategis menjadi kunci dalam memperluas skrining penglihatan dan memastikan tindak lanjut layanan.

Melalui kemitraan ini, penguatan ekosistem kesehatan mata dilakukan dengan pendekatan komprehensif berbasis empat pilar utama yang akan diimplementasikan selama tiga tahun. 

Program tersebut mencakup pelatihan 900 perawat puskesmas agar mampu melakukan skrining penglihatan di layanan primer, penguatan 15 Vision Center di berbagai wilayah, donasi 50.000 kacamata koreksi bagi masyarakat dengan kelainan refraksi, serta peningkatan kesadaran publik akan pentingnya pemeriksaan mata secara rutin.

“Peluncuran ini menandai langkah penting dalam memperkuat akses layanan kesehatan mata di Indonesia,” ujar perwakilan Kementerian Kesehatan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru

Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru

Health | Selasa, 03 Februari 2026 | 07:58 WIB

Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon

Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon

News | Minggu, 01 Februari 2026 | 16:58 WIB

Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat

Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat

News | Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:02 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×