Suara.com - Air berperan penting bagi tubuh. Pasalnya, ketika tubuh terhidrasi dengan baik karena rutin minum air, organ-organ tubuh dapat menjalankan fungsinya secara optimal. Namun, hal ini tentunya harus didukung oleh air minum yang terjaga kualitas dan keamanannya.
Lantas, bagaimana ciri-ciri air minum yang aman dikonsumsi dan berkualitas? Yuk, langsung saja simak penjelasannya di bawah ini!
Ciri-ciri Air Minum yang Aman Dikonsumsi
Pemilihan air minum untuk dikonsumsi tak boleh dianggap enteng dan dilakukan secara sembarangan. Hal ini dikarenakan air minum akan memengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Berikut ini ciri-ciri air minum yang aman dikonsumsi:
1. Tidak Memiliki Warna Keruh, Rasa, maupun Bau Logam
Salah satu cara paling mudah untuk mengenali kualitas dan keamanan air adalah melalui ciri fisik air yang hendak dikonsumsi.
Air minum yang aman pada dasarnya tidak berwarna (jernih). Jadi, waspadai apabila air yang akan diminum memiliki warna yang tidak biasa, seperti kuning, kecokelatan, atau warna keruh.
Begitu pula untuk rasa dan baunya. Pastikan tidak ada rasa pahit atau logam dan bau menyengat dari air minum.
Tanda-tanda tersebut biasanya dapat muncul di air minum akibat adanya masalah pada sistem distribusi air atau kondisi wadah yang tidak higienis.
Singh , A., dkk. dalam salah satu bab pada buku berjudul The Toxicity of Environmental Pollutants menyebutkan paparan logam berat dalam air yang berlebihan dapat menyebabkan penyakit akut maupun kronis, seperti kelemahan fisik, gangguan sistem saraf, hingga kanker.
Meski begitu, ciri fisik air tidak bisa dijadikan satu-satunya jaminan bahwa air tersebut aman, tetapi perubahan fisik dapat menjadi sinyal awal yang perlu diwaspadai.
2. Tidak Mengandung Kontaminan Berbahaya
Ciri lain yang perlu diperhatikan adalah kandungan yang terdapat di dalam air. Kontaminan bisa berasal dari berbagai sumber, seperti pipa berkarat, lingkungan tercemar, atau penampungan yang tidak higienis.
Jenis kontaminan pada air minum dibedakan menjadi tiga, yaitu kontaminan fisik, mikrobiologis, dan kimia. Di mana, hanya kontaminan fisik yang biasanya dapat dilihat mata secara langsung.
Sementara itu, untuk memastikan ada atau tidaknya kontaminan mikrobiologis dan kimia dalam air minum membutuhkan uji kualitas air lebih lanjut.
Sebagai solusi, gunakan air minum yang memang sudah melalui berbagai uji kualitas air. Informasi tersebut dapat dilihat pada situs resmi produk air minum.
Hal ini penting untuk diperhatikan karena air minum yang aman adalah air tanpa cemaran fisik, mikrobiologis, maupun kimia.
Sebagaimana dr. Tria Rosemiarti, Dipl.in Nutrition selaku Hydration Expert mengatakan, “Air minum yang berkualitas bukan hanya tidak berbau atau tidak berwarna, tetapi juga harus 100% aman dari cemaran fisik, patogen, dan zat kimia berbahaya.”