Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Vania Rossa

Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, FINASIM, FRSPH, FRCP dan CEO Bumame, James Andrew Wihardja. (dok. Bumame)
baca 10 detik
  • Vaksinasi merupakan kebutuhan esensial jangka panjang, bukan hanya untuk bayi, melainkan semua anggota keluarga demi ketahanan kesehatan.
  • Anak-anak adalah prioritas utama imunisasi karena sistem kekebalan tubuhnya rentan, cakupan tinggi penting menghilangkan penyakit.
  • Paradigma vaksinasi bergeser meliputi dewasa dan lansia, fokus pada *booster* serta pencegahan penyakit penyerta (komorbiditas).

Suara.com - Kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat kian meningkat, namun sering kali upaya pencegahan penyakit masih terfokus pada nutrisi dan olahraga semata. Padahal, perlindungan kesehatan yang paling fundamental dimulai dari sistem imun yang terlatih. Vaksinasi kini bukan lagi sekadar agenda kesehatan untuk bayi, melainkan kebutuhan esensial bagi seluruh anggota keluarga untuk menciptakan ketahanan kesehatan jangka panjang.

Vaksinasi Anak: Investasi Dampak Terbesar

Secara medis, populasi anak-anak tetap menjadi prioritas utama dalam cakupan imunisasi. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh anak yang masih dalam tahap perkembangan, sehingga sangat rentan terhadap serangan patogen.

dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, FINASIM, FRSPH, FRCP, vaksinolog sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, vaksinasi pada anak tetap menjadi intervensi kesehatan yang paling berdampak dalam mencegah berbagai penyakit serius.

“Vaksinasi sebenarnya penting sejak masa kehamilan hingga usia lanjut. Namun jika dilihat dari dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, vaksinasi anak masih yang paling penting dan paling berdampak,” jelas dr. Dirga.

Ia menjelaskan bahwa anak merupakan kelompok yang lebih rentan terhadap penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang optimal.

"Anak adalah populasi yang rentan; imunitasnya belum sempurna, sehingga gampang terkena penyakit dan mengalami komplikasi serius. Jika kita ingin menghilangkan suatu penyakit di sebuah negara, syarat mutlaknya adalah cakupan vaksinasi yang tinggi," jelas dr. Dirga.

Beliau juga mengingatkan bahwa munculnya kembali wabah penyakit yang seharusnya bisa dicegah, seperti campak, merupakan pengingat keras bahwa PR terbesar saat ini adalah memastikan setiap anak mendapatkan hak imunisasinya secara lengkap.

Pergeseran Paradigma: Vaksinasi Dewasa dan Lansia

baca juga

Salah satu miskonsepsi yang sering terjadi adalah anggapan bahwa vaksinasi hanya berlaku sekali seumur hidup saat kecil. Faktanya, efektivitas beberapa jenis vaksin dapat menurun seiring berjalannya waktu, sehingga diperlukan dosis tambahan (booster).

Selain itu, terdapat vaksin spesifik yang justru lebih efektif diberikan pada usia dewasa atau sebelum memasuki fase tertentu, seperti vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks. Dr. Dirga menjelaskan bahwa vaksinasi dewasa sering kali bersifat pengulangan atau perlindungan terhadap risiko penyakit akibat komorbiditas (penyakit penyerta).

"Makin tinggi tingkat komorbid pada orang dewasa, maka rekomendasi vaksinasinya makin tinggi atau menjadi prioritas. Tujuannya adalah menjaga produktivitas dan mencegah keparahan penyakit di usia senja," tambahnya.

Melawan Arus Misinformasi di Era Digital

Di tengah kemudahan akses informasi, tantangan terbesar bagi orang tua dan keluarga muda saat ini adalah maraknya hoaks terkait keamanan vaksin. Fenomena ini sering kali menciptakan keraguan (vaccine hesitancy), di mana orang tua mengetahui jadwal vaksinasi namun ragu untuk melaksanakannya karena terpapar berita negatif di media sosial atau grup percakapan.

Menghadapi hal ini, penyedia layanan kesehatan mulai beradaptasi dengan menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Edukasi yang konsisten dan akses yang praktis menjadi kunci utama dalam meruntuhkan barrier ketakutan tersebut.

Integrasi layanan kesehatan kini menjadi strategi penting agar masyarakat tidak lagi merasa kesulitan dalam menjangkau fasilitas vaksinasi maupun pemeriksaan diagnostik. Dengan hadirnya layanan seperti home service (layanan di rumah) dan klinik di area perkantoran, kendala kesibukan tidak lagi menjadi alasan untuk menunda imunisasi.

James Andrew Wihardja, CEO Bumame, menyoroti pentingnya kolaborasi dalam ekosistem kesehatan keluarga.

"Kami melihat kebutuhan layanan kesehatan keluarga semakin berkembang, mulai dari program kehamilan hingga pemantauan kesehatan rutin. Pendekatan kolaboratif dengan berbagai mitra ahli memungkinkan layanan kesehatan menjadi lebih komprehensif dan mudah diakses, sejalan dengan perubahan pola pikir masyarakat yang kini lebih mengutamakan pencegahan ketimbang pengobatan," ungkap James.

Untuk itu, Bumame bersama Imuni kini menyediakan layanan vaksinasi anak dengan sistem walk-in di beberapa klinik Bumame.

Layanan ini sudah tersedia di Bumame BSD sejak 9 Februari 2026, dan akan menyusul di Bumame TB Simatupang serta Bumame Cideng mulai 24 Maret 2026.

Selain vaksinasi di klinik, layanan vaksinasi juga dapat dilakukan di rumah untuk memudahkan keluarga yang memiliki keterbatasan waktu.

Melalui berbagai kolaborasi ini, Bumame berharap dapat menghadirkan layanan kesehatan keluarga yang lebih mudah diakses, terintegrasi, dan berorientasi pada pencegahan penyakit.

“Ke depan, kemitraan dengan berbagai penyedia layanan kesehatan akan menjadi kunci untuk memperluas akses sekaligus memberikan pengalaman layanan kesehatan yang lebih menyeluruh dan terpercaya bagi masyarakat,” kata James.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi

Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi

Your Say | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:20 WIB

Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang

Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang

Health | Kamis, 19 Februari 2026 | 07:35 WIB

Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?

Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?

Health | Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:38 WIB

Terkini

Donald Trump Klaim AS Punya Cukup Amunisi untuk Habisi Iran tapi...

Donald Trump Klaim AS Punya Cukup Amunisi untuk Habisi Iran tapi...

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:50 WIB

Tipu Pengelola SPPG, Oknum ASN Lampung Timur Masuk Bui

Tipu Pengelola SPPG, Oknum ASN Lampung Timur Masuk Bui

Lampung | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:45 WIB

Prancis Samakan AS dengan Korut, Anak Buah Trump Walk Out dari Sidang DK PBB

Prancis Samakan AS dengan Korut, Anak Buah Trump Walk Out dari Sidang DK PBB

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:43 WIB

Apa Itu Makeup Vegan? Ini Penjelasan dan Rekomendasi dari Merek Lokal

Apa Itu Makeup Vegan? Ini Penjelasan dan Rekomendasi dari Merek Lokal

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:42 WIB

Naik Transum, Aku Belajar Jatuh Cinta dengan Jakarta

Naik Transum, Aku Belajar Jatuh Cinta dengan Jakarta

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:38 WIB

Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.063 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.063 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:37 WIB

Dari Motor ke KRL: Langkah Kecil Anak Rantau untuk Bumi yang Lebih Baik

Dari Motor ke KRL: Langkah Kecil Anak Rantau untuk Bumi yang Lebih Baik

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:36 WIB

Paham Prosedur TPPU, Eks Jampidsus Febrie Tanya Kejagung: Apa Tindak Pidana Asal Kasus Saya?

Paham Prosedur TPPU, Eks Jampidsus Febrie Tanya Kejagung: Apa Tindak Pidana Asal Kasus Saya?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:34 WIB

KPK Periksa Plt Gubri SF Hariyanto Terkait Temuan Uang di Rumah Dinasnya

KPK Periksa Plt Gubri SF Hariyanto Terkait Temuan Uang di Rumah Dinasnya

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:34 WIB

Hattrick Lawan Kamboja, Mitchell Baker Ungkap Peran Besar Orang di Balik Layar

Hattrick Lawan Kamboja, Mitchell Baker Ungkap Peran Besar Orang di Balik Layar

Bola | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:34 WIB

×