Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Dinda Rachmawati

Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
Atelier of Minds, Pusat Penitipan dan Pengembangan Anak Inklusif Setelah Sekolah di Jakarta (Instagram)
baca 10 detik
  • Data menunjukkan tingginya jumlah anak dengan autisme dan ADHD di Indonesia, namun ketersediaan guru pembimbing khusus masih terbatas.
  • Atelier of Minds hadir di Jakarta Selatan dengan mengintegrasikan pendekatan berbasis terapi untuk mendukung perkembangan holistik setiap anak.
  • Layanan ini menyediakan program pendidikan inklusif yang menyesuaikan lingkungan belajar dengan kebutuhan spesifik serta potensi unik anak neurodivergent.

Suara.com - Di tengah perubahan cara pandang terhadap pendidikan anak, kebutuhan akan sistem yang lebih inklusif dan memahami keunikan setiap individu semakin mendesak. 

Tidak lagi cukup hanya mengandalkan pendekatan akademik konvensional, kini pendidikan dituntut mampu merangkul perbedaan cara belajar, termasuk bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus atau neurodivergent.

Kondisi di Indonesia menunjukkan bahwa tantangan ini nyata. Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2021) memperkirakan terdapat sekitar 2,4 juta individu dengan autisme, dengan penambahan sekitar 500 kasus baru setiap tahunnya. 

Sementara itu, penelitian tahun 2024 di Surabaya mengungkap bahwa 15,1 persen siswa sekolah dasar berada dalam kategori berisiko mengalami gejala ADHD. Angka ini mencerminkan besarnya kebutuhan akan sistem pendidikan yang mampu mengakomodasi keragaman cara belajar anak.

Namun, dukungan yang tersedia masih jauh dari ideal. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi per Desember 2023, dari 40.164 sekolah yang memiliki siswa penyandang disabilitas, hanya 5.956 sekolah atau sekitar 14,83 persen yang memiliki Guru Pembimbing Khusus (GPK). 

Kesenjangan ini menunjukkan bahwa akses terhadap pendidikan inklusif masih terbatas, sehingga banyak anak belum mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk berkembang secara optimal.

Menjawab tantangan tersebut, hadir Atelier of Minds di Jakarta Selatan sebagai sebuah inovasi dalam dunia pendidikan anak. Berbeda dari pusat pendidikan konvensional, Atelier of Minds mengintegrasikan pendekatan berbasis terapi ke dalam pengalaman belajar sehari-hari. 

Tujuannya adalah menciptakan ekosistem holistik yang mendukung perkembangan anak tidak hanya secara akademik, tetapi juga sosial dan emosional. Pendekatan ini berangkat dari pemahaman bahwa setiap anak memiliki cara kerja otak yang berbeda. 

Jeremy Ang, Principal Clinical Psychologist dari Agape Psychology Singapura sekaligus mitra penasihat Atelier of Minds, menegaskan pentingnya perubahan perspektif tersebut.

baca juga

“Neurodiversitas adalah perbedaan, bukan kekurangan. Ketika kita mengubah cara pandang dari ‘memperbaiki anak’ menjadi ‘memahami anak’, kita membuka potensi terbaik mereka. Anak akan berkembang ketika lingkungan disesuaikan dengan cara kerja otaknya, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Filosofi ini menjadi fondasi utama Atelier of Minds. Alih-alih hanya berorientasi pada hasil akhir, pendekatan yang diterapkan berfokus pada proses, bagaimana anak belajar, mengelola emosi, serta berinteraksi dengan lingkungan. 

Pendekatan ini juga sejalan dengan ilmu Neurosains, yang menekankan bahwa rasa aman secara emosional merupakan prasyarat penting sebelum anak dapat belajar secara optimal.

Bagi banyak orang tua, kebutuhan akan pendekatan ini tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga perjalanan emosional keluarga. Wina Natalia mengungkapkan pengalaman pribadinya sebagai orang tua anak neurodivergent.

“Yang dibutuhkan keluarga bukan hanya terapi atau sekolah, tetapi ruang aman di mana anak dipahami dan diterima. Tempat seperti Atelier memberi harapan bagi orang tua,” katanya.

Atelier of Minds juga menghadirkan pendekatan praktis melalui berbagai program yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, mulai dari Atelier Minis (usia 2–5 tahun), Student Care (usia 6–12 tahun), hingga Enrichment Program yang mencakup aktivitas seperti coding, art therapy, musik, dan olahraga. 

Program-program ini dirancang untuk menggabungkan pembelajaran akademik dengan pengembangan emosi dan keterampilan sosial.

Menurut Ries Sansani, Lead Coach dan Terapis Okupasi Atelier of Minds, pendekatan terpadu ini menjadi solusi atas dilema yang selama ini dihadapi banyak orang tua.

“Banyak orangtua merasa harus memilih antara dukungan akademik atau perkembangan anak. Di Atelier, orang tua tidak perlu memilih tersebut. Anak didukung secara menyeluruh, melalui struktur, permainan, dan interaksi bermakna yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang mereka,” jelasnya.

Inisiatif ini juga membawa misi yang lebih besar dari sekadar menyediakan layanan pendidikan. Donny Eryastha, Co-Founder Atelier of Minds, menegaskan bahwa kehadiran pusat ini merupakan bagian dari gerakan menuju pendidikan yang lebih inklusif di Indonesia.

“Atelier of Minds dibangun dari keyakinan sederhana: setiap anak berhak mendapatkan lingkungan yang tepat untuk berkembang. Kami tidak hanya membangun sebuah tempat, tetapi juga mendorong gerakan menuju pendidikan yang lebih inklusif dan berempati di Indonesia,” ujarnya.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan inklusif, kehadiran Atelier of Minds di Jakarta Selatan diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan sistem pendidikan di masa depan.

Sebuah sistem yang tidak lagi memaksa anak untuk menyesuaikan diri, melainkan menyesuaikan lingkungan agar setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang sesuai potensinya.

Pada akhirnya, pendidikan inklusif bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Karena di balik setiap perbedaan cara belajar, terdapat potensi besar yang hanya menunggu untuk dipahami dan dikembangkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diluncurkan

103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diluncurkan

Foto | Senin, 13 April 2026 | 18:54 WIB

Di Balik Angka UMR: Ada Cerita Perjuangan di Tengah Kebutuhan yang Meningkat

Di Balik Angka UMR: Ada Cerita Perjuangan di Tengah Kebutuhan yang Meningkat

Your Say | Minggu, 12 April 2026 | 16:00 WIB

AI hingga Sertifikasi Internasional, Kunci Cetak Generasi Unggul di Industri Pariwisata Global

AI hingga Sertifikasi Internasional, Kunci Cetak Generasi Unggul di Industri Pariwisata Global

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 08:07 WIB

Terkini

Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang

Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:12 WIB

Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027

Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:09 WIB

Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang

Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:07 WIB

Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas

Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:07 WIB

Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan

Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:57 WIB

Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!

Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:52 WIB

Tumbal Terakhir

Tumbal Terakhir

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:50 WIB

Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI

Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:37 WIB

Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah

Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:33 WIB

Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin

Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:26 WIB

×