- Selama ini, domino sering identik dengan aktivitas santai di pos ronda atau pertemuan keluarga.
- Namun selayaknya catur atau e-sports, domino kini dipandang sebagai instrumen kesehatan mental yang melatih ketajaman strategi, pengambilan keputusan di bawah tekanan, hingga kontrol emosi.
- Lewat perhelatan Surabaya Domino Tournament 2026, domino resmi menancapkan taringnya sebagai olahraga pikiran (mind sport) profesional.
Suara.com - Selama ini, domino sering identik dengan aktivitas santai di pos ronda atau pertemuan keluarga. Namun, atmosfer di Grand City Convention Hall Surabaya baru-baru ini mengubah total persepsi tersebut. Lewat perhelatan Surabaya Domino Tournament 2026 yang diinisiasi oleh Higgs Games Island (HGI), domino resmi menancapkan taringnya sebagai olahraga pikiran (mind sport) profesional.
Layaknya catur atau e-sports, domino kini dipandang sebagai instrumen kesehatan mental yang melatih ketajaman strategi, pengambilan keputusan di bawah tekanan, hingga kontrol emosi.
Strategi Sebagai Nutrisi Otak
Dalam turnamen yang diikuti ribuan peserta ini, pemandangan yang tersaji bukan sekadar tumpukan kartu, melainkan "perang" strategi yang senyap namun intens. Setiap langkah membutuhkan perhitungan probabilitas yang matang, sebuah latihan kognitif yang sangat baik untuk menjaga kebugaran otak di tengah gaya hidup modern.
Perwakilan HGI, Ray, menekankan bahwa kualitas permainan para finalis menunjukkan level profesionalisme yang tinggi.
“Kami melihat langsung bagaimana para pemain bermain dengan strategi, fokus, dan perhitungan yang matang. Ini menunjukkan bahwa domino bukan sekadar permainan, tetapi olahraga pikiran yang memiliki potensi besar untuk berkembang secara profesional,” jelas Ray.
Efek Relaksasi dan Fokus dalam Kompetisi
Meskipun memperebutkan total hadiah sebesar Rp200.000.000, para pemain dituntut untuk tetap tenang. Dalam perspektif kesehatan, kemampuan mengelola stres di meja pertandingan adalah bentuk latihan mindfulness. Pemain harus hadir sepenuhnya (present), mengamati lawan, dan mengabaikan gangguan di sekitar.
Peserta turnamen pun merasakan perubahan tersebut. Marlina, pemain asal Samarinda, menyebut pengalaman kompetisi ini berbeda dari sekadar bermain biasa. Menurutnya, standar pertandingan yang lebih serius membuat domino terasa lebih menantang sekaligus terarah sebagai olahraga berbasis strategi.
Hal serupa juga disampaikan oleh juara pertama, Emansyah asal Gresik. Ia menilai kemenangan bukan hanya soal keberuntungan, tetapi hasil dari konsistensi membaca permainan dan ketepatan mengambil keputusan.
Menurutnya, kompetisi seperti ini membuka ruang bagi pemain untuk berkembang, tidak hanya sebagai hobi, tetapi juga sebagai keahlian.
Di luar kompetisi, pendekatan multi-sensori dalam event—mulai dari suasana kompetitif hingga interaksi sosial—secara tidak langsung juga berkontribusi pada kesehatan mental. Aktivitas yang melibatkan fokus intens namun tetap menyenangkan terbukti dapat membantu mengurangi stres sekaligus menjaga keseimbangan emosi.
Sinergi dan Masa Depan Ekosistem Domino
Keberhasilan turnamen ini juga didukung oleh kolaborasi profesional antara HGI, PB PORDI, KONI, dan pemerintah daerah. Sinergi ini memastikan domino memiliki standar kompetisi yang matang dan jenjang karier yang jelas bagi para pemainnya.
Turnamen ini bukan menjadi akhir, melainkan awal dari gerakan literasi domino sebagai olahraga nasional. Momentum ini akan segera berlanjut pada HGI City Cup 2026 Surabaya Fest (25–26 April), yang akan menggabungkan kompetisi strategi dengan wellness melalui balutan karnaval budaya dan musik.