Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Yasinta Rahmawati, Fajar Ramadhan

Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?
Kuliah Umum ILUNI FIB UI, Selasa (28/4/2026). (Suara.com/Fajar Ramadhan)
baca 10 detik
  • Dr. Ray Wagiu Basrowi menyatakan keluhan lelah dan malas pada mahasiswa merupakan sinyal distress mental yang nyata.
  • Mahasiswa dapat mengatasi stres melalui mekanisme coping harian atau proses penyembuhan psikologis mendalam yang disebut healing.
  • FIB UI menekankan pentingnya bantuan profesional jika mahasiswa mengalami gangguan mental berkelanjutan demi menjaga kualitas kesehatan psikologis.

Suara.com - Generasi muda, khususnya para mahasiswa saat ini sudah banyak yang mulai buka mata mengenai isu kesehatan mental. Tidak sedikit para mahasiswa menyuarakan isu kesehatan mental melalui media sosial pribadinya.

Namun, terkadang permasalahan kesehatan mental ini sering banyak tidak disadari. Peneliti sekaligus founder Health Collaborative Center (HCC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK., FRSPH mengungkap, beberapa mahasiswa masih tidak menyadari hal-hal sepele yang bisa memengaruhi kesehatan mental.

Dalam penjelasannya, Dr. Ray menyinggung terkait mahasiswa yang kerap mengeluhkan beragam masalah mulai dari rasa lelah sampai malas melakukan sesuatu. Hal-hal ini kerap dianggap sepele bagi mahasiswa. Namun, ini sebenarnya menjadi sinyal adanya distress mental yang nyata.

“Kalimat seperti ‘capek’, ‘udah lah’, ‘terserah’, atau ‘nggak tahu mau ngapain lagi’ sering dianggap biasa, padahal pada konteks tertentu bisa menjadi sinyal distress mental yang nyata,’ ungkap Dr. Ray dalam Kuliah Umum ILUNI FIB UI, Selasa (28/4/2026).

Terkait berbagai keluhan ini, biasanya kerap mahasiswa berkaitan erat dengan tekanan akademik, ketidakpastian masa depan, tekanan sosial media, serta budaya menahan beban sendirian.

“Mahasiswa hari ini sering dituntut tampil baik-baik saja. Padahal banyak yang sedang bertahan, bukan berkembang,” sambungnya.

Dengan kondisi stres yang menumpuk itu jika tidak ditangani justru bisa berdampak parah. Hal ini bisa menyebabkan berbagai masalah mental.

Kuliah Umum ILUNI FIB UI, Selasa (28/4/2026). (Suara.com/Fajar Ramadhan)
Kuliah Umum ILUNI FIB UI, Selasa (28/4/2026). (Suara.com/Fajar Ramadhan)

Healing dan Coping Mechanism

Saat mengalami stres atau perasaan lelah, hal ini bisa dibantu dengan healing atau coping mechanism. Dr Ray mengungkap coping mechanism menjadi cara untuk menghadapi stres. Dalam hal ini, coping mechanism bisa berupa berbagai hal yang membantu menghilangkan rasa stress.

baca juga

“Coping mechanism itu cara orang menghadapi stres saat ini dan mekanismenya bisa macam-macam, misalnya bisa olahraga, bisa jurnaling, bisa bicara dengan teman,” jelas Dr. Ray.

Sementara untul healing, merupakan proses pemulihan yang jauh lebih dalam. Dr. Ray menuturkan, jika coping mechanism sebagai cara harian menghadapi stres, healing menjadi proses pemulihan dari masalah yang dialami.

“Kalau healing itu udah lebih dalam, udah proses pemulihan luka psikologis, butuh waktu. Jadi kalau coping itu kayak alat harian, (nah healing itu kayak perjalanan gitu kan, prosesnya lebih banyak dan sudah harus ada diagnostik,” tuturnya.

Terkait healing ini juga tidak selalu berkaitan dengan pergi ke suatu tempat. Lantaran, fokus utama healing ini adalah penyembuhan. Oleh sebab itu, healing bisa hanya dengan tidur yang cukup atau bicara dengan orang lain.

Kapan Butuh Bantuan Profesional?

Namun, ketika permasalahan yang dialami sudah terlalu rumit, mahasiswa juga bisa meminta bantuan profesional. Dalam hal ini, Dr. Ray mengungkap beberapa kondisi mahasiswa yang butuh bantuan profesional.

Kondisi itu bisa berupa sedih yang tak kunjung hilang, sulit memahami proses perkuliahaan, gangguan tidur, menarik diri, panik berulang, sampai keinginan untuk menyakiti diri sendiri. Jika kondisi tersebut terjadi, Dr. Ray menyarankan untuk meminta bantuan profesional.

“Bantuan profesional itu ingat bukan tanda lemah, tapi tanda serius kita care, dan mau merawat diri,” pungkasnya.

Dalam menggaungkan kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan mental ini Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) bersama Ikatan Alumni FIB UI (ILUNI FIB UI) menyelenggarakan Seri Kuliah Umum Alumni FIB UI (KUALI #2) bertajuk “Membangun Kesadaran Kesehatan Mental Mahasiswa dalam Perspektif Humaniora di Era Modern.

Acara ini menegaskan bahwa isu kesehatan mental mahasiswa tidak lagi dapat dipandang semata sebagai persoalan individual, tetapi merupakan isu strategis pendidikan tinggi yang menyangkut kualitas pembelajaran, ketahanan generasi muda, serta masa depan bangsa.

Dekan FIB UI Dr Untung Yuwono menekankan bahwa fakultas humaniora memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk membaca persoalan mental health secara lebih utuh.

Menurutnya, universitas tidak cukup hanya menghasilkan lulusan cerdas, tetapi juga manusia yang resilien, berempati, dan mampu hidup sehat secara psikologis.

“Karena itu, kampus humaniora harus menjadi pelopor ruang belajar yang sehat secara mental, aman secara emosional, dan kuat secara intelektual,” kata Dr Untung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eco-Anxiety di Kalangan Gen Z Meningkat, Ancaman atau Justru Pemicu Aksi Lingkungan?

Eco-Anxiety di Kalangan Gen Z Meningkat, Ancaman atau Justru Pemicu Aksi Lingkungan?

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 14:15 WIB

Kerja Pintar Bukan Kerja Rodi: Mengapa Pulang Tenggo Itu Profesional?

Kerja Pintar Bukan Kerja Rodi: Mengapa Pulang Tenggo Itu Profesional?

Your Say | Senin, 20 April 2026 | 17:42 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×