Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Dinda Rachmawati

Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Mayoritas masyarakat Indonesia kini rutin mengonsumsi suplemen untuk menjaga kesehatan, namun masih memiliki literasi penggunaan yang sangat rendah.
  • Dr. Alex Teo menyatakan bahwa kurangnya pemahaman dosis dan interaksi suplemen dapat memicu efek samping serta membahayakan kesehatan.
  • Edukasi dari tenaga medis dan ketelitian konsumen terhadap label produk diperlukan agar suplemen memberikan manfaat kesehatan yang maksimal.

Suara.com - Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat ternyata belum sepenuhnya diiringi dengan pemahaman yang memadai, terutama dalam hal konsumsi suplemen. 

Di tengah tren hidup sehat yang kian menguat, banyak orang mulai rutin mengonsumsi suplemen sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran dan mencegah penyakit.

Namun, di balik kebiasaan tersebut, tersimpan persoalan mendasar: masih rendahnya literasi masyarakat tentang cara penggunaan suplemen yang benar dan aman.

Data terbaru menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia sudah menjadikan suplemen sebagai bagian dari rutinitas harian. Bahkan, hampir sembilan dari sepuluh orang mengaku mengonsumsinya secara rutin. 

Sayangnya, tingkat kepercayaan diri dalam mengambil keputusan yang tepat terkait suplemen masih belum sejalan. Hanya sebagian yang benar-benar memahami apakah pilihan yang mereka ambil sudah tepat dan bertanggung jawab.

Fenomena ini menjadi perhatian serius para ahli. Dr. Alex Teo, Director, Research Development and Scientific Affairs Asia Pacific Herbalife, menjelaskan bahwa tren konsumsi suplemen memang meningkat seiring dengan kesadaran hidup sehat. 

Namun, peningkatan tersebut tidak selalu dibarengi dengan pemahaman yang cukup. Banyak individu kini mengambil langkah untuk meningkatkan kesehatan mereka, termasuk secara sadar memilih makanan yang lebih sehat, berolahraga, serta mengonsumsi suplemen kesehatan. 

"Saat ini, suplemen dipandang sebagai cara untuk mendukung kesehatan secara umum, meningkatkan imunitas, serta membantu individu mencapai tujuan kesehatannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penggunaan suplemen bukan sekadar mengikuti tren atau rekomendasi sekitar. 

baca juga

“Pengambilan keputusan suplemen yang bertanggung jawab berarti memiliki pemahaman menyeluruh mengenai komposisi bahan dalam produk, kualitas produk, dosis yang direkomendasikan, batas konsumsi, serta potensi interaksi dengan suplemen atau obat lain,” jelasnya.

Sayangnya, aspek-aspek penting tersebut justru menjadi titik lemah banyak konsumen. Masih banyak masyarakat yang tidak memahami dosis yang tepat, batas maksimum konsumsi, hingga potensi risiko ketika mengombinasikan beberapa suplemen sekaligus. 

Kondisi ini menjadi semakin mengkhawatirkan karena dapat berdampak langsung pada kesehatan, mulai dari tidak optimalnya manfaat hingga munculnya efek samping yang berbahaya.

Salah satu contoh nyata adalah kurangnya pemahaman mengenai interaksi suplemen dengan obat. Beberapa jenis suplemen dapat memengaruhi efektivitas obat tertentu, bahkan menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi tanpa pengawasan. 

Selain itu, konsumsi berlebihan juga menjadi masalah yang sering terjadi. Banyak orang menganggap bahwa semakin banyak suplemen yang dikonsumsi, semakin baik hasilnya, padahal anggapan ini tidak selalu benar.

Dr. Teo mengingatkan bahwa tanpa pengetahuan yang cukup, konsumen justru berisiko tidak mendapatkan manfaat maksimal dari suplemen yang dikonsumsi. 

“Tanpa pengetahuan yang memadai, konsumen dapat mengalami kesulitan untuk memperoleh manfaat suplementasi yang aman dan efektif, sekaligus memperkuat upaya kesehatan preventif mereka,” tambahnya.

Menariknya, kesenjangan pengetahuan ini terjadi di hampir semua kelompok usia. Bahkan kelompok yang rutin mengonsumsi suplemen setiap hari belum tentu memiliki pemahaman yang baik tentang cara penggunaannya. 

Di sisi lain, generasi yang lebih muda cenderung lebih percaya diri, meskipun belum tentu sepenuhnya didukung oleh pengetahuan yang akurat. Di tengah kondisi ini, sebenarnya ada sinyal positif. 

Sebagian besar masyarakat mulai menyadari bahwa mereka memiliki peran penting dalam menentukan pilihan yang tepat terkait kesehatan. Kesadaran ini menjadi modal awal yang baik, namun tetap perlu didukung dengan edukasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Walaupun saat ini konsumen memiliki akses informasi yang luas, pengambilan keputusan suplemen yang tepat tetap memerlukan upaya yang tidak sedikit. Konsumen perlu membaca label dengan cermat, melakukan riset mandiri, serta mencari panduan dari sumber yang kredibel,” kata Dr. Teo.

Ia juga menambahkan pentingnya peran tenaga kesehatan dan penyedia suplemen dalam memberikan edukasi yang tepat. Konsumen tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri dalam memahami kompleksitas dunia suplementasi. 

Dukungan dari dokter, ahli gizi, serta transparansi dari produsen menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih aman.

Pada akhirnya, tren konsumsi suplemen memang mencerminkan perubahan positif dalam cara pandang masyarakat terhadap kesehatan. 

Namun, tanpa diimbangi dengan pemahaman yang benar, tren ini justru bisa menjadi bumerang. Suplemen seharusnya menjadi alat bantu untuk mencapai kesehatan yang lebih baik, bukan sekadar pelengkap gaya hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Prabowo Resmikan 21 RSUD Mei 2026! Target Pangkas Rujukan dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Prabowo Resmikan 21 RSUD Mei 2026! Target Pangkas Rujukan dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:35 WIB

Terkini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:05 WIB

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:50 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:41 WIB

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:20 WIB

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:08 WIB

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

×