- PT Waskita Karya akan memfokuskan bisnisnya pada sektor jalan tol untuk menciptakan sumber pendapatan jangka panjang yang lebih berkelanjutan.
- Kepala BP BUMN dan jajaran Direksi Waskita membahas strategi restrukturisasi serta model bisnis perusahaan pada pertemuan Jumat, 17 Juli 2026.
- Pemulihan kondisi keuangan menjadi prioritas utama agar Waskita mampu memenuhi kewajiban mandiri dan kembali memperoleh kepercayaan dari pasar.
Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk bakal mengarahkan fokus bisnisnya ke sektor jalan tol sebagai bagian dari transformasi perusahaan pascarestrukturisasi.
Pengubahan bisnis ini merupakan langkah BP BUMN bersama Danantara agar Waskita memiliki model bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Penguatan bisnis jalan tol dinilai mampu menjadi sumber pendapatan jangka panjang sekaligus memperkuat fondasi usaha perseroan.
Namun, sebelum memperluas bisnis tersebut, kondisi keuangan Waskita harus dipastikan pulih sehingga perusahaan mampu memenuhi kewajibannya secara mandiri dan kembali memperoleh kepercayaan pasar.
Arah transformasi tersebut dibahas dalam pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, bersama jajaran Direksi PT Waskita Karya pada Jumat (17/7/2026).
![Kepala BP BUMN/COO BP Danantara, Dony Oskaria mengungkapkan Bos KAI sering dipanggil Presiden Prabowo Subianto. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/28/93695-dony-oskaria-danantara-wamen-bumn.jpg)
Dalam pertemuan itu, pembahasan tidak hanya menyangkut restrukturisasi utang, tetapi juga mencakup valuasi aset, kemampuan pembayaran kewajiban, proyeksi arus kas, hingga penentuan model bisnis yang dinilai paling tepat untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Salah satu hasil pembahasan adalah mendorong Waskita memperkuat bisnis jalan tol. Segmen tersebut dinilai memiliki karakteristik pendapatan jangka panjang yang dapat menjadi penopang utama kinerja perusahaan di masa depan.
"Waskita jadi perusahaan tol kedua setelah jasa marga, itu tidak apa-apa asal dihitung dengan benar," ujar Dony, dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengembangan bisnis Waskita harus didasarkan pada perhitungan yang matang, bukan semata memperbesar skala usaha. Struktur keuangan yang sehat dan proyeksi bisnis yang realistis menjadi syarat utama agar perusahaan mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.
BP BUMN menegaskan proses restrukturisasi Waskita tidak hanya bertujuan memperpanjang waktu penyelesaian kewajiban atau menunda persoalan keuangan yang ada. Penyehatan perusahaan diarahkan untuk membangun fondasi bisnis yang lebih kuat sehingga mampu menghasilkan solusi permanen.
Melalui restrukturisasi yang komprehensif, Waskita diharapkan memiliki kemampuan memenuhi kewajiban secara mandiri, meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan, serta membuka peluang memperoleh pendanaan baru, termasuk melalui pasar modal.