Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Farah Nabilla

Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
Ilustrasi tikus penyebab Hantavirus. [Suara.com/Emma]
  • Hantavirus di Indonesia ditularkan melalui berbagai jenis tikus yang hidup di permukiman, perkebunan, dan area pertanian.
  • Penularan kepada manusia terjadi saat menghirup partikel virus dari urine, kotoran, atau air liur tikus yang mengering.
  • Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan serta membatasi akses tikus agar risiko paparan virus dapat diminimalkan.

Suara.com - Hantavirus menjadi salah satu penyakit zoonotik yang perlu diwaspadai masyarakat Indonesia. Penyakit ini ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, yang hidup dekat dengan manusia. Karena itu, penting mengetahui jenis tikus penyebab hantavirus agar risiko penularan bisa diminimalkan.

Berdasarkan penjelasan Badan Kebijakan Kementerian Kesehatan, virus hantavirus yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah Seoul virus (SEOV). Virus ini menyebar melalui tikus rumah dan tikus got yang banyak hidup di lingkungan permukiman.

Di Indonesia, hantavirus tidak hanya ditemukan di wilayah terpencil, tetapi juga di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, hingga Denpasar. Bahkan sejumlah penelitian menemukan kasus pada pasien rumah sakit di beberapa daerah perkotaan.

Jenis Tikus Penyebab Hantavirus

Berikut beberapa jenis tikus yang diketahui menjadi reservoir atau pembawa hantavirus di Indonesia:

1. Tikus Rumah (Rattus tanezumi)
Tikus rumah menjadi salah satu reservoir utama hantavirus di lingkungan domestik. Hewan ini banyak ditemukan di dalam rumah, gudang, maupun area permukiman padat penduduk.

Penelitian menyebut Rattus tanezumi berkaitan dengan penularan hantavirus baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Karena hidup sangat dekat dengan manusia, risiko penyebaran virus dari tikus ini cukup tinggi.

Penularan dapat terjadi melalui urine, air liur, maupun kotoran tikus yang terhirup manusia dalam bentuk partikel udara.

2. Tikus Got (Rattus norvegicus)
Jenis tikus penyebab hantavirus berikutnya adalah tikus got atau Rattus norvegicus. Tikus ini dikenal sebagai inang alami Seoul virus (SEOV), salah satu jenis hantavirus penyebab HFRS atau Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome.

Tikus got umumnya hidup di saluran air, selokan, tempat sampah, hingga area perkotaan yang lembap dan kotor. Karena populasinya tinggi di kota besar, risiko penularan hantavirus juga meningkat.

3. Tikus Kebun (Rattus exulans)
Tikus kebun atau Rattus exulans termasuk tikus peridomestik yang menjadi reservoir potensial hantavirus. Tikus jenis ini banyak ditemukan di kebun, lahan pertanian, dan sekitar pekarangan rumah.

Keberadaan tikus peridomestik di sekitar hunian disebut menjadi salah satu faktor risiko penularan hantavirus kepada manusia.

4. Tikus Sawah (Rattus argentiventer)
Menurut penelitian tahun 2017 oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga, Rattus argentiventer juga dilaporkan sebagai reservoir hantavirus baru di Indonesia.

Tikus sawah ini banyak ditemukan di area pertanian dan sering bersentuhan dengan aktivitas manusia, terutama petani.

5. Rattus tiomanicus
Jenis tikus lain yang dilaporkan menjadi reservoir hantavirus adalah Rattus tiomanicus. Tikus ini banyak ditemukan di area perkebunan dan wilayah semi-liar yang masih berdekatan dengan permukiman.

6. Bandicota indica
Bandicota indica atau tikus besar sawah juga termasuk reservoir potensial hantavirus di Indonesia. Hewan ini umumnya hidup di lahan pertanian dan area terbuka yang dekat dengan aktivitas manusia.

7. Maxomys surifer
Dalam penelitian yang sama, Maxomys surifer turut dilaporkan sebagai reservoir hantavirus baru di Indonesia. Tikus ini lebih sering ditemukan di area semak atau hutan sekunder yang berdekatan dengan lingkungan manusia.

Bagaimana Hantavirus Menular?

Hantavirus tidak menular langsung dari gigitan tikus saja. Penularan paling sering terjadi ketika manusia menghirup partikel virus dari urine, kotoran, atau air liur tikus yang mengering dan bercampur dengan debu.

Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui:

  • Menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu memegang hidung atau mulut
  • Mengonsumsi makanan yang terpapar kotoran tikus
  • Gigitan tikus, meski kasusnya lebih jarang

Cara Mencegah Penularan Hantavirus

Untuk mengurangi risiko hantavirus, masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus di sekitar rumah. Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Menutup akses masuk tikus ke rumah
  • Menyimpan makanan dalam wadah tertutup
  • Membersihkan gudang atau area lembap menggunakan masker dan sarung tangan
  • Tidak menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering karena dapat menyebarkan partikel virus ke udara
  • Membuang sampah secara rutin
  • Membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar rumah

Karena banyak jenis tikus penyebab hantavirus hidup sangat dekat dengan manusia, kewaspadaan terhadap kebersihan lingkungan menjadi langkah penting untuk mencegah penularan penyakit ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya

Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:52 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB

Beda Dari Covid dan Influenza, Ini Kata WHO Tentang Penularan Hantavirus

Beda Dari Covid dan Influenza, Ini Kata WHO Tentang Penularan Hantavirus

Video | Senin, 11 Mei 2026 | 22:00 WIB

DPR Minta Pemerintah Tak Tunggu Lonjakan Kasus Hantavirus Baru Bertindak

DPR Minta Pemerintah Tak Tunggu Lonjakan Kasus Hantavirus Baru Bertindak

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:52 WIB

Terkini

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB