- Tulang selangka menghubungkan dada dan lengan, berfungsi vital untuk menopang pergerakan bebas pada bahu.
- Benturan keras pada bahu, seperti akibat kecelakaan bertenaga tinggi, sangat rentan mematahkan tulang ini.
- Penanganan cedera bervariasi, mulai dari penggunaan penyangga lengan hingga operasi bedah pemasangan plat logam.
Penanganan fraktur klavikula sangat bergantung pada tingkat keparahannya:
1. Pemakaian Arm Sling (Penyangga Lengan) Untuk kasus ringan di mana patahan tulang tidak bergeser dari posisinya, dokter biasanya cukup memberikan arm sling. Tujuannya agar lengan dan bahu tetap stabil selama proses penyembuhan alami berjalan.
2. Tindakan Operasi (Seperti Kasus Alex Marquez) Jika ujung tulang yang patah bergeser secara signifikan (keluar dari garis normal), operasi adalah jalan keluar terbaik. Melalui prosedur reduksi terbuka dan fiksasi internal, dokter akan mengembalikan posisi tulang dan menyambungnya kembali menggunakan perangkat keras berupa plat dan sekrup logam. Ini wajib dilakukan agar kekuatan bahu kembali maksimal, terutama bagi atlet.
3. Fisioterapi Setelah tulang mulai stabil, pasien harus menjalani fisioterapi untuk mengembalikan fleksibilitas dan mencegah kekakuan sendi bahu. Secara umum, orang dewasa membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk pulih total, sementara anak-anak sekitar 6 minggu.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Jangan pernah menganggap remeh cedera bahu akibat benturan keras. Cedera tulang selangka yang dibiarkan bisa memicu komplikasi serius, mulai dari rusaknya saraf dan pembuluh darah akibat tertusuk serpihan tulang, tulang yang sembuh dalam kondisi memendek, hingga risiko radang sendi (osteoartritis) di masa depan.
Pertolongan pertama terbaik adalah menenangkan korban, meminimalisir pergerakan lengan (bisa menggunakan perban atau kain sebagai penyangga darurat), mengompres area yang bengkak dengan es, dan segera melarikan korban ke rumah sakit.
Terutama jika korban mengalami sesak napas, perdarahan hebat, atau patahan tulang tampak menembus kulit.