Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Vania Rossa

Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
Ilustrasi kanker payudara. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Dr. Sabrina Ngaserin menyatakan deteksi dini melalui skrining medis sangat krusial untuk meningkatkan peluang kesembuhan kanker payudara hingga 99%.
  • Teknologi bedah modern saat ini memungkinkan pengobatan kanker payudara tanpa harus menghilangkan seluruh payudara atau mengurangi sensasi fisik pasien.
  • Peningkatan kasus kanker pada usia di bawah 50 tahun menuntut kesadaran skrining lebih awal bagi generasi muda dan masyarakat.

Generasi Milenial Wajib Waspada: Kanker Bukan Cuma Penyakit Lansia

Ada sebuah fenomena global yang cukup mengejutkan. Data Global Burden of Diseases menunjukkan bahwa kasus kanker onset dini pada orang dewasa di bawah usia 50 tahun meningkat sebesar 79% dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.

Banyak wanita di usia 20-an atau 30-an merasa terlalu muda untuk terkena kanker payudara. Akibatnya, ketika muncul gejala, mereka cenderung mengabaikannya.

Bagi wanita muda yang terdiagnosis kanker payudara, kemungkinan adanya faktor mutasi genetik (seperti gen BRCA1 dan BRCA2) jauh lebih tinggi. Jika seseorang memiliki mutasi gen ini, risiko terkena kanker payudara melonjak hingga 60%–80%. Mengetahui status genetik lewat genetic testing (tes darah sederhana) sangat penting agar dokter dapat merancang langkah pencegahan jangka panjang, tidak hanya untuk pasien tetapi juga untuk anggota keluarga lainnya.

Kupas Tuntas Mitos vs Fakta Seputar Kanker Payudara

Media sosial sering kali dipenuhi informasi simpang siur yang memicu kepanikan moral. Dr. Sabrina membedahnya berdasarkan sains dan logika beberapa di antaranya:

1. Deodoran dan Bra Berkawat Menyebabkan Kanker?

MITOS. Tidak ada bukti ilmiah yang valid yang menyatakan bahwa penggunaan deodoran, antiperspiran, atau bra berkawat dapat memicu kanker payudara.

2. Gula Akan 'Memberi Makan' Sel Kanker?

baca juga

MITOS. Gula tidak secara langsung memberi makan sel kanker secara spesifik. Namun, konsumsi gula berlebih memicu obesitas. Jaringan lemak berlebih inilah yang berbahaya karena dapat memproduksi hormon estrogen ekstra, yang menjadi bahan bakar bagi beberapa jenis kanker payudara.

3. Benjolan yang Terasa Sakit Pasti Kanker?

MITOS. Kebalikannya! Mayoritas kanker payudara pada tahap awal tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali (painless). Benjolan yang terasa nyeri mendadak biasanya justru berkaitan dengan kondisi non-kanker (jinak), seperti kista yang membesar atau infeksi (mastitis). Jadi, jangan menunggu sampai terasa sakit baru pergi ke dokter.

4. Pria Tidak Bisa Terkena Kanker Payudara?

MITOS. Pria juga memiliki jaringan payudara, sehingga mereka tetap bisa terkena kanker payudara (mencakup sekitar 1% dari total kasus kanker payudara global). Sayangnya, karena kurangnya kesadaran, pria sering kali terdiagnosis pada stadium yang sudah sangat lanjut.

5. Apakah Penderita Kanker Payudara Harus Pantang Makan Tempe/Tahu (Kedelai)?

MITOS. Kedelai mengandung fitoestrogen, namun mengonsumsinya dalam batas wajar sehari-hari (seperti makan tempe atau tahu) sama sekali tidak berbahaya dan tidak perlu dihindari secara ekstrem.

Skrining Mandiri vs Skrining Medis: Apa Bedanya?

Mulai usia 20 tahun, setiap wanita disarankan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) sebulan sekali untuk mengenali kondisi normal payudaranya. Namun, SADARI saja tidak cukup.

1. Mammogram: Merupakan metode skrining terbaik yang paling akurat karena mampu mendeteksi kanker dalam bentuk microcalcification (bintik kalsium kecil)—bahkan sebelum benjolan itu terbentuk fisik.

2. USG Payudara (Ultrasonografi): Menggunakan gelombang suara dan biasanya digunakan untuk mengevaluasi benjolan yang sudah terbentuk. USG bersifat saling melengkapi dengan mammogram, bukan menggantikannya.

Menyembuhkan Manusia, Bukan Sekadar Memotong Sel Kanker

Kanker payudara tidak hanya menyerang fisik, melainkan juga mengguncang emosional, finansial, hubungan asmara dengan pasangan, hingga kepercayaan diri seorang wanita.

Oleh karena itu, keberadaan Support Group (Kelompok Pendukung) memegang peranan yang luar biasa krusial. Bertemu dengan sesama penyintas (survivor) membuat pasien baru tidak merasa sendirian. Mereka bisa berbagi cerita tentang kecemasan akan kekambuhan, berdiskusi tentang pilihan operasi, hingga saling menguatkan dalam mempertahankan keharmonisan rumah tangga. Dukungan ini bahkan sangat dibutuhkan oleh para suami dan anak-anak yang mendampingi.

"Edukasi tentang kanker payudara ini bukan hanya tugas para wanita, melainkan tugas para pria dan seluruh komunitas masyarakat. Kita harus bergerak bersama untuk mematahkan stigma negatif ini," tutup dr. Sabrina.

Ingat, mendeteksi dini bukan berarti Anda sedang 'mencari-cari penyakit', melainkan sebuah langkah berani untuk melindungi masa depan dan menyelamatkan hidup Anda sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Terobosan Baru Penanganan Kanker Hati dan Pankreas Tanpa Bedah

Terobosan Baru Penanganan Kanker Hati dan Pankreas Tanpa Bedah

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

×