- Dokter Dicky Levenus Tahapary menjelaskan bahwa penumpukan lemak berlebih akibat obesitas memicu resistensi insulin dan berbagai penyakit kronis.
- Profesor Sidartawan Soegondo menyatakan bahwa terapi obesitas dan diabetes harus dilakukan secara menyeluruh serta memperhatikan kondisi kesehatan secara personal.
- Diabetes Connection Care Eka Hospital Group menghadirkan terapi tirzepatide untuk membantu mengontrol gula darah dan menurunkan berat badan pasien.
Menurut dr. Dicky, pendekatan pengelolaan diabetes dan obesitas memang harus bersifat personal karena kondisi setiap pasien berbeda.
“Pendekatan untuk pengelolaan diabetes, obesitas sangat tergantung dari karakteristik pasiennya. Kalau obesitas, misalkan dia lemaknya banyak banget, sudah ada diabetes, obatnya akan berbeda,” jelasnya.
Terapi tirzepatide bukan berarti menggantikan pola makan sehat dan aktivitas fisik. Penggunaannya tetap membutuhkan evaluasi dokter, termasuk mempertimbangkan kondisi metabolik dan penyakit penyerta yang dimiliki pasien.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Diabetes Connection Care (DCC) Eka Hospital Group kini menghadirkan terapi tirzepatide sebagai salah satu pilihan dalam pengelolaan penyakit metabolik yang berkaitan dengan obesitas.
Layanan ini didukung pendekatan komprehensif dan pendampingan dokter berpengalaman sehingga terapi dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing pasien.
Sebab, seperti ditegaskan Prof. Sidartawan, keberhasilan penanganan obesitas tidak semestinya hanya diukur dari berapa kilogram berat badan yang berhasil diturunkan. Yang lebih penting adalah perubahan kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Dengan evaluasi yang tepat dan pendekatan yang personal, pengelolaan obesitas dan diabetes dapat dilakukan secara lebih terarah. Bukan sekadar mengejar angka di timbangan, melainkan menjaga kesehatan metabolik dan menurunkan risiko komplikasi dalam jangka panjang.