Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia

Dinda Rachmawati

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:08 WIB
Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia
Saat AI dan Teknologi Digital Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia (Chat GPT)
baca 10 detik
  • Teknologi kecerdasan buatan dan telemedisin membantu mengatasi keterbatasan akses layanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.
  • BINUS HealthTech Festival 2026 membahas inovasi kesehatan untuk mendukung Universal Health Coverage secara inklusif dan terjangkau.
  • Para ahli menekankan pentingnya kolaborasi agar hasil riset teknologi kesehatan dapat diterapkan langsung di masyarakat.

Suara.com - Akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas masih menjadi tantangan bagi masyarakat Indonesia. Kondisi geografis yang luas, ketimpangan fasilitas kesehatan antarwilayah, hingga keterbatasan tenaga medis membuat kualitas layanan kesehatan belum sepenuhnya dapat dirasakan secara merata.

Di tengah persoalan tersebut, kemajuan teknologi menghadirkan peluang baru. Kecerdasan buatan (AI), teknologi kesehatan digital, rekayasa biomedis, hingga layanan kesehatan jarak jauh dapat membantu mendekatkan layanan kepada masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan fasilitas dan sumber daya kesehatan.

Teknologi bahkan berpotensi mengubah cara seseorang mendapatkan layanan kesehatan. Jika sebelumnya pemeriksaan dan konsultasi sangat bergantung pada keberadaan fasilitas serta tenaga medis di suatu wilayah, kini perkembangan digital memungkinkan sebagian proses dilakukan dengan dukungan teknologi tanpa harus selalu berada di pusat layanan kesehatan.

AI, misalnya, dapat dimanfaatkan untuk membantu tenaga medis menganalisis data dan mendukung proses pengambilan keputusan klinis. Sementara teknologi telemedisin dapat menjadi jembatan bagi masyarakat yang kesulitan menjangkau dokter atau fasilitas kesehatan secara langsung.

Namun, teknologi bukanlah jawaban tunggal. Inovasi kesehatan harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan. Teknologi yang canggih tetapi mahal, sulit digunakan, atau tidak sesuai dengan infrastruktur daerah justru berisiko memperlebar kesenjangan akses.

Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam BINUS HealthTech Festival 2026 yang mengangkat tema “Navigating Future Health Technology to Support Indonesia Universal Health Coverage (UHC)”. 

BINUS HealthTech Festival 2026 Dorong Inovasi Teknologi untuk Layanan Kesehatan yang Lebih Merata (Dok. Istimewa)
BINUS HealthTech Festival 2026 Dorong Inovasi Teknologi untuk Layanan Kesehatan yang Lebih Merata (Dok. Istimewa)

Forum tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, tenaga medis, peneliti, industri, dan mahasiswa untuk membahas bagaimana inovasi kesehatan dapat diterjemahkan menjadi solusi yang lebih inklusif.

Vice Rector for Research and Technology Transfer BINUS University, Prof. Dr. Juneman Abraham, M.Psi., menekankan bahwa keberhasilan Universal Health Coverage (UHC) tidak cukup hanya diukur dari jumlah masyarakat yang tercakup dalam sistem kesehatan.

“Universal Health Coverage tidak cukup hanya dilihat dari berapa banyak masyarakat yang tercakup dalam sistem kesehatan, tetapi juga apakah mereka benar-benar dapat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas ketika membutuhkannya,” ujarnya.

baca juga

Menurut Juneman, perkembangan AI, biomedis, dan teknologi kesehatan perlu diarahkan agar tidak berhenti sebagai hasil penelitian. Inovasi tersebut harus dapat diterjemahkan menjadi solusi yang nyata dan terjangkau bagi masyarakat.

Persoalan lain yang tak kalah penting adalah bagaimana hasil riset dapat keluar dari laboratorium dan benar-benar digunakan. Proses validasi, regulasi, kesiapan tenaga kesehatan, hingga penerimaan masyarakat menjadi bagian penting sebelum sebuah inovasi diterapkan secara luas.

Dr. Syauqi Abdurrahman Abrori, penanggung jawab penyelenggaraan BINUS HealthTech Festival 2026, mengatakan bahwa pengembangan teknologi kesehatan membutuhkan jembatan antara dunia riset dan kebutuhan pelayanan kesehatan.

“Visi kami sederhana: riset dan teknologi kesehatan harus sampai ke masyarakat, tidak berhenti di laboratorium,” kata Syauqi.

Ia menjelaskan, kolaborasi antara industri, akademisi, pemerintah, dan pihak klinis diperlukan agar teknologi yang dikembangkan benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dapat diimplementasikan.

Di sisi lain, aspek keterjangkauan juga menjadi kunci. Principal Investigator BINUS HealthTech Advanced Laboratory, Dr. Nur Afny Catur Andryani, menilai inovasi kesehatan tidak cukup hanya unggul dari sisi teknologi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot

Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:17 WIB

Desain Tak Lagi Milik Profesional, IM3 Buka AI dan Adobe Express untuk 15 Ribu Kreator hingga UMKM

Desain Tak Lagi Milik Profesional, IM3 Buka AI dan Adobe Express untuk 15 Ribu Kreator hingga UMKM

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:29 WIB

IM3 Tak Lagi Jual Koneksi Saja, Airena Kreatif Bawa AI dan Adobe ke Bisnis Kreator hingga UMKM

IM3 Tak Lagi Jual Koneksi Saja, Airena Kreatif Bawa AI dan Adobe ke Bisnis Kreator hingga UMKM

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:52 WIB

Terkini

Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi

Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:53 WIB

Bikin Jera Penipu Investasi Bodong, DPR Perjuangkan Skema Pembagian Aset Pro-Rata untuk Korban

Bikin Jera Penipu Investasi Bodong, DPR Perjuangkan Skema Pembagian Aset Pro-Rata untuk Korban

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Sir Patrick Stewart, Pemeran Professor X, Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun

Sir Patrick Stewart, Pemeran Professor X, Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:50 WIB

SUGBK Masih Diragukan Dipakai Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Maret 2027

SUGBK Masih Diragukan Dipakai Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Maret 2027

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup

Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Resmi, Jakarta Jadi Tuan Rumah World Cities Culture Summit 2027

Resmi, Jakarta Jadi Tuan Rumah World Cities Culture Summit 2027

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:48 WIB

'Pembalut Bukan Gaya Hidup' Politisi PKB Desak Pemerintah Pajaki Konglomerat Ketimbang Perempuan

'Pembalut Bukan Gaya Hidup' Politisi PKB Desak Pemerintah Pajaki Konglomerat Ketimbang Perempuan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Sinopsis The Good Lawyer, Thriller Hukum Laurent Lafitte Hadir 9 November

Sinopsis The Good Lawyer, Thriller Hukum Laurent Lafitte Hadir 9 November

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Hashim: Indonesia Gelap Karena Dibebani Utang Itu Bohong

Hashim: Indonesia Gelap Karena Dibebani Utang Itu Bohong

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:38 WIB

Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026

Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:38 WIB

×