Apakah Cuci Hidung Ampuh Lindungi Pernapasan dari Abu Vulkanik? Ini Kata Dokter

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Senin, 07 September 2026 | 18:59 WIB
Apakah Cuci Hidung Ampuh Lindungi Pernapasan dari Abu Vulkanik? Ini Kata Dokter
Ilustrasi cuci hidung dari abu vulkanik. [Unsplash/Lucas Sankey]
baca 10 detik
  • Cuci hidung ampuh atasi abu vulkanik tetapi tidak cukup melidungi paru.

  • Pakai masker N95 untuk memaksimalkan cuci hidung atasi abu vulkanik.

  • Tutup akses rumah agar cuci hidung atasi abu vulkanik optimal.

Suara.com - Partikel abu vulkanik akibat erupsi gunung Anak Krakatau yang terlanjur masuk ke hidung bisa dibersihkan dengan cuci hidung. Tapi dokter spesialis paru menilai cara ini tidak cukup melindungi seluruh pernapasan.

Dokter Spesialis Paru, Prof. Erlina Burhan, mengatakan cuci hidung dapat dilakukan untuk membantu membersihkan material yang berada di bagian hidung.

Namun, masyarakat tetap perlu melakukan berbagai langkah pencegahan, mengingat abu vulkanik mengandung material kaca yang bisa membuat paru dan saluran napas iritasi.

“Ya cuci hidung sih bisa, tapi cuci hidung kan cuma yang di hidung, yang di bawahnya kan susah. Jadi boleh aja sih, tapi jangan hanya cuci hidung terus tidak melakukan upaya-upaya pencegahan lainnya,” ujar Prof. Erlina saat dihubungi Suara.com, Senin (7/9/2026).

Menurut Prof. Erlina, salah satu langkah penting adalah mengurangi paparan abu sejak awal, termasuk menggunakan masker ketika berada di luar ruangan dan menutup bagian rumah yang memungkinkan abu masuk.

Ilustrasi menutup hidung karena bau (Freepik/stocking)
Ilustrasi hidung terkena abu vulkanik (Freepik/stocking)

“Kalau terlanjur terus nggak ada gejala, nah dia sebaiknya jangan merasa, ‘Oh nggak apa-apa nih ternyata jadi nggak apa-apa’. Nggak, harus tetap melakukan pencegahan dengan pakai masker," papar Prof. Erlina.

Bahkan acap kali masker saja tidak cukup, bila lokasi tepat tinggal terlalu dekat dengan area erupsi gunung Anak Krakatau, maka Prof. Erlina menyarankan sejak pindah sementara.

"Pindah sementara lokasi kediamannya atau rumahnya ditutup, jendela, pintu, kisi-kisi dan lain-lain supaya abu vulkanik nggak masuk,” sambungnya.

Hal tersebut sejalan dengan panduan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mengimbau masyarakat menggunakan masker dan kacamata pelindung saat terjadi hujan abu.

baca juga

Masyarakat juga diminta menutup jendela, pintu, ventilasi, serta sumber air agar tidak terkontaminasi material abu vulkanik.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan jika harus berada di luar ruangan atau membersihkan abu, penggunaan respirator N95 yang sesuai standar disebut dapat membantu melindungi paru-paru dari partikel abu. Kacamata pelindung juga disarankan untuk melindungi mata.

Prof. Erlina menjelaskan, abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Material tersebut berasal dari batuan dan partikel magma yang dapat mengandung mineral serta pecahan material menyerupai kaca.

“Ya bisa menimbulkan cedera, yang pertama tentu saja iritasi. Lalu radang karena cedera tadi ya. Karena kan abu vulkanik itu dari bebatuan. Lalu partikel-partikel yang berasal dari magma itu yang ada pecahan gelasnya juga, ada mineral,” pungkas Prof. Erlina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hingga 7 September, Penerbangan di Bandara Soetta Masih Dihentikan

Hingga 7 September, Penerbangan di Bandara Soetta Masih Dihentikan

Video | Senin, 07 September 2026 | 18:49 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berdampak Sampai ke Depok

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berdampak Sampai ke Depok

Video | Senin, 07 September 2026 | 17:20 WIB

Musibah Membawa Berkah? 5 Manfaat Tersembunyi Abu Vulkanik yang Jarang Diketahui Orang

Musibah Membawa Berkah? 5 Manfaat Tersembunyi Abu Vulkanik yang Jarang Diketahui Orang

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 18:13 WIB

Lawan Abu Anak Krakatau, Pemprov DKI Kerahkan Damkar dan Water Mist untuk Bersihkan Udara

Lawan Abu Anak Krakatau, Pemprov DKI Kerahkan Damkar dan Water Mist untuk Bersihkan Udara

News | Senin, 07 September 2026 | 17:42 WIB

Lima Bandara Buka 24 Jam untuk Tampung Penerbangan Terdampak Krakatau

Lima Bandara Buka 24 Jam untuk Tampung Penerbangan Terdampak Krakatau

Foto | Senin, 07 September 2026 | 17:33 WIB

Terkini

Kejagung Tetapkan Toba Pulp Lestari Tersangka Korporasi, Dugaan Transfer Pricing Terjadi Sejak 2008

Kejagung Tetapkan Toba Pulp Lestari Tersangka Korporasi, Dugaan Transfer Pricing Terjadi Sejak 2008

News | Senin, 07 September 2026 | 18:57 WIB

KPK Perpanjang Penahanan Eks Kepala Kanwil Pajak Haniv, Dugaan Gratifikasi Capai Rp20,7 Miliar

KPK Perpanjang Penahanan Eks Kepala Kanwil Pajak Haniv, Dugaan Gratifikasi Capai Rp20,7 Miliar

News | Senin, 07 September 2026 | 18:49 WIB

Hingga 7 September, Penerbangan di Bandara Soetta Masih Dihentikan

Hingga 7 September, Penerbangan di Bandara Soetta Masih Dihentikan

Video | Senin, 07 September 2026 | 18:49 WIB

Ketika Realita Membunuh Mimpi: Pelajaran Berharga dari Drakor "Dream to You"

Ketika Realita Membunuh Mimpi: Pelajaran Berharga dari Drakor "Dream to You"

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 18:48 WIB

Tak Hanya Tambang, Hilirisasi Juga Menyasar ke Ekonomi Kreatif

Tak Hanya Tambang, Hilirisasi Juga Menyasar ke Ekonomi Kreatif

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 18:47 WIB

Telkom Perkuat Bisnis Infrastruktur Digital untuk Jaga Momentum Pertumbuhan

Telkom Perkuat Bisnis Infrastruktur Digital untuk Jaga Momentum Pertumbuhan

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 18:46 WIB

Karhutla Berulang Bukan Sekadar Bencana Alam, Ada Celah Regulasi Perizinan

Karhutla Berulang Bukan Sekadar Bencana Alam, Ada Celah Regulasi Perizinan

News | Senin, 07 September 2026 | 18:43 WIB

Dilema Mahasiswa Kerja Sambil Kuliah: Pilih Cuan atau IPK?

Dilema Mahasiswa Kerja Sambil Kuliah: Pilih Cuan atau IPK?

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 18:42 WIB

Potensi PLTP Gunung Ungaran 55 MW Belum Terbukti, Ahli Dorong Pengeboran Eksplorasi

Potensi PLTP Gunung Ungaran 55 MW Belum Terbukti, Ahli Dorong Pengeboran Eksplorasi

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 18:42 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Kini Rp9 Jutaan, Apa yang Didapat?

Samsung Galaxy S26 FE Kini Rp9 Jutaan, Apa yang Didapat?

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 18:40 WIB

×