Potensi PLTP Gunung Ungaran 55 MW Belum Terbukti, Ahli Dorong Pengeboran Eksplorasi

Achmad Fauzi

Senin, 07 September 2026 | 18:42 WIB
Potensi PLTP Gunung Ungaran 55 MW Belum Terbukti, Ahli Dorong Pengeboran Eksplorasi
Ilustrasi PLTP. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/tom.
baca 10 detik
  • Ahli ITB Ali Ashat menyatakan eksplorasi PLTP Gunung Ungaran berpotensi 55 MW layak dilanjutkan di Jakarta pada Senin (7/9/2026).
  • Proyek energi domestik tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan energi serta memasok listrik secara stabil tanpa bahan bakar impor.
  • Pemerintah dan pengembang wajib menjawab kekhawatiran masyarakat melalui mitigasi lingkungan, perlindungan cagar budaya, serta transparansi data yang akurat.

Suara.com - Potensi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Gunung Ungaran sebesar 55 megawatt (MW) masih perlu dibuktikan melalui pengeboran eksplorasi. Meski demikian, ahli panas bumi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ali Ashat menilai eksplorasi proyek tersebut layak dilanjutkan.

Ali mengatakan PLTP Gunung Ungaran memiliki sejumlah manfaat strategis, terutama untuk memperkuat ketahanan energi dan keandalan pasokan listrik.

"Menurut saya, PLTP Gunung Ungaran memiliki sejumlah manfaat strategis sehingga layak untuk dieksplorasi dan dikaji lebih lanjut," ujar Ali di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Potensi sekitar 55 MW tersebut tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Namun, angka tersebut belum dapat langsung dianggap sebagai kapasitas pembangkit yang bisa direalisasikan.

Ilustrasi Panas Bumi (dok.Unsplash/ Viktor Kiryanov)
Ilustrasi Panas Bumi (dok.Unsplash/ Viktor Kiryanov)

Menurut Ali, potensi panas bumi perlu dibuktikan terlebih dahulu melalui pengeboran eksplorasi. Hasil pengeboran nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui besaran sumber daya panas bumi yang benar-benar dapat dikembangkan.

Jika potensi 55 MW tersebut terbukti, PLTP Gunung Ungaran dinilai dapat ikut memperkuat keandalan pasokan listrik, khususnya di Jawa Tengah.

Ali menjelaskan panas bumi memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sejumlah sumber energi terbarukan lainnya. Pembangkit panas bumi dapat menghasilkan listrik secara stabil selama 24 jam dan tidak bergantung pada kondisi cuaca.

"Karakteristik tersebut membuat panas bumi dapat menjadi pemasok beban dasar sekaligus melengkapi energi terbarukan seperti surya dan angin yang bersifat fluktuatif," katanya.

Karakteristik tersebut membuat pengembangan panas bumi memiliki nilai strategis dalam sistem kelistrikan. PLTP dapat berfungsi sebagai pemasok beban dasar (base load), sementara pembangkit surya dan angin dapat melengkapi kebutuhan listrik ketika kondisi sumber energinya tersedia.

baca juga

Selain itu, panas bumi merupakan sumber energi domestik yang tidak membutuhkan bahan bakar impor. Pengembangannya dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Hal ini menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian geopolitik dan rantai pasok energi global.

Meski memiliki potensi energi, pengembangan PLTP Gunung Ungaran tidak terlepas dari tantangan lingkungan dan sosial.

Kawasan Gunung Ungaran juga memiliki aktivitas wisata dan pertanian, termasuk keberadaan Candi Gedong Songo. Ali menilai kondisi tersebut tidak serta-merta membuat pengembangan panas bumi harus berhadapan dengan kepentingan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Dengan perencanaan ruang serta perlindungan yang baik, pengembangan energi dan aktivitas ekonomi maupun wisata dinilai tetap dapat berjalan berdampingan.

Dari sisi lingkungan, emisi gas rumah kaca pembangkit panas bumi pada umumnya lebih rendah dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil. Namun, Ali mengingatkan bahwa pengembangan panas bumi tetap memiliki dampak lingkungan yang harus dikelola.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ESDM Jamin Keamanan Candi Gedong Songo di Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran

ESDM Jamin Keamanan Candi Gedong Songo di Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 13:20 WIB

Pengembangan PLTP Makin Masif, Industri EPC Ikut Kecipratan

Pengembangan PLTP Makin Masif, Industri EPC Ikut Kecipratan

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Pasokan Melimpah, Panas Bumi yang Terbuang Bakal Diolah Jadi Listrik 45 MW

Pasokan Melimpah, Panas Bumi yang Terbuang Bakal Diolah Jadi Listrik 45 MW

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Terkini

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

×