- Oseltamivir adalah obat antivirus untuk influenza yang bekerja menghambat penyebaran virus dalam tubuh pasien.
- Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying oseltamivir akibat peningkatan kasus influenza di Indonesia.
- Pemerintah mendistribusikan oseltamivir ke 196 rumah sakit agar ketersediaannya tetap terjaga bagi pasien berisiko tinggi.
Berdasarkan pemantauan hingga pekan ke-38 tahun 2026, virus yang dominan di Indonesia adalah influenza A(H1N1)pdm09.
Pemerintah juga meluruskan istilah “super flu” yang beredar di masyarakat. Kemenkes menjelaskan istilah tersebut bukan nomenklatur resmi WHO maupun Kemenkes.
Sementara itu, kasus influenza A(H3N2) subclade K yang kerap dikaitkan dengan istilah tersebut justru tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk menjaga ketersediaan obat bagi pasien yang membutuhkan, Kemenkes telah mendistribusikan oseltamivir ke 196 rumah sakit dan mengupayakan tambahan pasokan melalui produksi dalam negeri serta jalur impor khusus.
Pemerintah juga menekankan bahwa distribusi obat dilakukan berdasarkan kebutuhan medis, bukan kepanikan pembelian.
“Yang perlu dilakukan masyarakat bukanlah membeli obat sebanyak-banyaknya, melainkan mengenali gejala, memahami tanda bahaya, dan mencari pertolongan pada waktu yang tepat,” imbau Lucia.
Masyarakat tetap dianjurkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika sakit atau berada di keramaian, serta mempertimbangkan vaksinasi influenza sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.