Mengenal TPVI, Prosedur Ganti Katup Jantung Tanpa Bedah Terbuka

Vania Rossa

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:14 WIB
Mengenal TPVI, Prosedur Ganti Katup Jantung Tanpa Bedah Terbuka
Dokter melakukan prosedur Transcatheter Pulmonary Valve Implantation (TPVI). (dok. Heartology)
baca 10 detik
  • Perempuan berusia 25 tahun menjalani prosedur TPVI di Heartology Cardiovascular Hospital, Jakarta, untuk mengatasi kebocoran katup jantung.
  • Pasien memiliki riwayat kelainan jantung bawaan Tetralogy of Fallot serta beberapa kali operasi jantung sejak masa kanak-kanak.
  • Tindakan penggantian katup tanpa bedah terbuka ini merupakan prosedur TPVI ketiga yang tercatat dilakukan di Indonesia.

Suara.com - Perempuan berusia 25 tahun dengan riwayat kelainan jantung bawaan menjalani prosedur penggantian katup pulmonal tanpa operasi jantung terbuka di Heartology Cardiovascular Hospital, Jakarta. Tindakan yang disebut sebagai prosedur Transcatheter Pulmonary Valve Implantation (TPVI) ketiga di Indonesia ini menjadi salah satu upaya penanganan gangguan katup jantung pada pasien dengan riwayat operasi sebelumnya.

Pasien tersebut memiliki riwayat Tetralogy of Fallot (ToF), yaitu kelainan jantung bawaan yang memengaruhi struktur jantung dan aliran darah. Ia telah menjalani operasi koreksi ToF saat berusia satu tahun empat bulan, kemudian menjalani pemasangan alat implantable cardioverter-defibrillator (ICD) pada usia 19 tahun.

Saat berusia 24 tahun, pasien kembali mengalami insufisiensi katup pulmonal atau kebocoran pada katup yang mengatur aliran darah dari bilik kanan jantung menuju paru-paru.

Kebocoran ini menyebabkan sebagian darah mengalir kembali ke bilik kanan jantung sehingga meningkatkan beban kerjanya. Jika terjadi secara signifikan, kondisi tersebut dapat memengaruhi fungsi bilik kanan dan memerlukan evaluasi serta penanganan lebih lanjut.

Riwayat operasi menjadi pertimbangan penanganan

Pada pasien yang pernah menjalani operasi jantung terbuka, keputusan untuk melakukan operasi ulang memerlukan pertimbangan yang cermat. Risiko seperti perdarahan dan komplikasi selama prosedur perlu diperhitungkan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Setelah mengevaluasi kondisi pasien, tim medis memilih pendekatan transkateter melalui prosedur TPVI. Metode ini memungkinkan dokter mengganti katup pulmonal menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah, tanpa perlu membuka rongga dada.

Namun, prosedur tersebut tidak dapat diterapkan pada semua pasien. Kelayakannya bergantung pada kondisi klinis, bentuk dan struktur jantung, serta hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh.

dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), Consultant of Pediatric Cardiology & Congenital Heart Disease Heartology Cardiovascular Hospital, menjelaskan bahwa pasien dengan riwayat ToF tetap memerlukan pemantauan jangka panjang meskipun telah menjalani operasi koreksi saat kecil.

baca juga

“Pada pasien dengan riwayat Tetralogy of Fallot, penanganan tidak selalu berhenti setelah koreksi kelainan jantung bawaan dilakukan. Seiring waktu, sebagian pasien dapat mengalami gangguan lanjutan, termasuk kebocoran katup pulmonal. Karena itu, pemantauan jangka panjang dan evaluasi kondisi jantung menjadi penting untuk menentukan apakah pasien memerlukan penanganan lebih lanjut. Pada pasien yang memiliki risiko lebih tinggi untuk menjalani operasi ulang, pendekatan transkateter dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan berdasarkan kondisi klinis dan anatomi pasien,” ujar dr. Radityo.

Bagaimana prosedur TPVI dilakukan?

TPVI merupakan prosedur penggantian katup pulmonal dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah menuju jantung. Katup buatan kemudian ditempatkan pada posisi yang telah ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan anatomi jantung dan kebutuhan pasien.

Karena tidak memerlukan pembukaan rongga dada, pendekatan transkateter berpotensi mengurangi trauma pembedahan dan mendukung pemulihan yang lebih cepat pada pasien yang memenuhi kriteria. Meski demikian, manfaat dan risiko tindakan tetap perlu dinilai secara individual.

Prosedur ini membutuhkan perencanaan yang matang, mulai dari pemeriksaan struktur jantung, pemilihan perangkat katup, hingga penilaian hasil pemasangan.

Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K), Interventional Cardiologist dan Electrophysiologist Heartology Cardiovascular Hospital, mengatakan keberhasilan tindakan tidak hanya ditentukan oleh pemasangan katup baru, tetapi juga oleh ketepatan perencanaan dan pemahaman terhadap kondisi jantung pasien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bedah Buku Herbert Feith, Bonnie Triyana Pertanyakan Kondisi Demokrasi Indonesia

Bedah Buku Herbert Feith, Bonnie Triyana Pertanyakan Kondisi Demokrasi Indonesia

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Ungkap Alasan Bedah Rumah di Kampung Ambon, Kapolda: Berantas Narkoba Tak Cukup Pakai Hukum

Ungkap Alasan Bedah Rumah di Kampung Ambon, Kapolda: Berantas Narkoba Tak Cukup Pakai Hukum

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:09 WIB

Sering Dianggap Cuma Efek Menua, Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Katup Jantung Bermasalah

Sering Dianggap Cuma Efek Menua, Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Katup Jantung Bermasalah

Health | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Terkini

Arti Mimpi Tersesat di Jalan atau Hutan dan Tidak Tahu Jalan Pulang

Arti Mimpi Tersesat di Jalan atau Hutan dan Tidak Tahu Jalan Pulang

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:12 WIB

Bill Gates Beri Peringatan Keras: 20 Tahun ke Depan Bakal Jadi Masa Paling Mencekam!

Bill Gates Beri Peringatan Keras: 20 Tahun ke Depan Bakal Jadi Masa Paling Mencekam!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:10 WIB

RUU Perampasan Aset Dikebut Saat Reses: Habiburokhman Pimpin Panja, Target Desember 2026

RUU Perampasan Aset Dikebut Saat Reses: Habiburokhman Pimpin Panja, Target Desember 2026

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Kata-kata Bupati Bogor Begitu Tahu Ada Bobotoh Tewas Habis Nonton di Stadion Pakansari

Kata-kata Bupati Bogor Begitu Tahu Ada Bobotoh Tewas Habis Nonton di Stadion Pakansari

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Hakim Putuskan Sidang Kasus Febrie Adriansyah Lanjut ke Tahap Pembuktian

Hakim Putuskan Sidang Kasus Febrie Adriansyah Lanjut ke Tahap Pembuktian

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:01 WIB

All Brains Welcome: Mengenal Autisme dan Disleksia dengan Cara Menyenangkan

All Brains Welcome: Mengenal Autisme dan Disleksia dengan Cara Menyenangkan

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Bos Tambang Nikel Ditangkap di Makassar Kasus Pajak Rp1,18 Miliar

Bos Tambang Nikel Ditangkap di Makassar Kasus Pajak Rp1,18 Miliar

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Cuaca Mendung dan Hujan Pakai Sunscreen Apa? Cek 3 Pilihan yang Bisa Dicoba

Cuaca Mendung dan Hujan Pakai Sunscreen Apa? Cek 3 Pilihan yang Bisa Dicoba

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS Diperpanjang hingga Juni 2027

Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS Diperpanjang hingga Juni 2027

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Biar Tetap Slay, Jangan Sampai Bahasa Kita Bye!

Biar Tetap Slay, Jangan Sampai Bahasa Kita Bye!

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:50 WIB

×