- Pemerhati produk kesehatan menemukan indikasi pemanis buatan sintetis pada produk Beeru Stevia melalui uji laboratorium.
- Manajemen Beeru menghentikan sementara penjualan produknya di berbagai platform daring dan ritel untuk melakukan investigasi internal.
- Pihak manajemen melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap rantai pasok dan proses formulasi pabrik akibat protes masyarakat tersebut.
Suara.com - Merek pemanis stevia Beeru menuai kecaman setelah muncul dugaan ketidaksesuaian klaim bahan baku pada label kemasannya.
Kontroversi ini mencuat setelah akun media sosial pemerhati produk kesehatan konsumen (Dokter Detektif) membagikan hasil uji laboratorium independen terhadap sampel produk pemanis cair Beeru Stevia.
Berdasarkan hasil uji lab tersebut, ditemukan indikasi adanya kandungan pemanis buatan sintetis seperti sukralosa dan neotam, yang tidak tertera secara transparan pada kemasan Beeru.
Temuan tersebut langsung viral dalam hitungan jam di platform TikTok, X (Twitter), maupun Threads. Kolom komentar akun resmi produk dan para influencer kesehatan dibanjiri kekecewaan dari netizen.
Menanggapi gelombang protes masyarakat, manajemen Beeru mengumumkan penghentian sementara penjualan produknya di berbagai platform e-commerce dan jaringan ritel guna melakukan investigasi internal secara menyeluruh terhadap rantai pasok dan proses formulasi pabrik.
Apa Itu Stevia?
Mengutip dari laman Alo Dokter, stevia adalah pemanis alami tak berkalori yang berasal dari ekstrak daun stevia, yakni senyawa stevioside dan rebaudioside A.
Meski manis, stevia dinilai lebih sehat untuk penderita diabetes karena tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah.
Stevia juga tidak mengandung kalori sama sekali, sehingga aman bagi yang sedang menjalani program penurunan berat badan.
Selain penderita diabetes dan orang yang ingin menurunkan berat badan, stevia juga baik untuk penderita hipertensi karena bisa menurunkan tekanan darah tinggi.
Alternatif Pengganti Gula selain Stevia
Menurut KlikDokter, beberapa pemanis alternatif memiliki kalori lebih rendah dibandingkan gula biasa sehingga dapat menjadi pilihan bagi penderita diabetes.
Meski demikian, pemilihan pemanis tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan jumlah konsumsinya. Lantas, apa saja alternatifnya?
1. Xylitol
Xylitol merupakan pemanis yang termasuk dalam kelompok gula alkohol atau poliol. Tingkat kemanisannya hampir menyerupai gula pasir, tetapi kandungan kalorinya sekitar 40 persen lebih rendah.
Xylitol juga tidak mengandung fruktosa sehingga dapat menjadi alternatif gula pasir bagi penderita diabetes. Selain itu, pemanis ini dikenal dapat membantu mengurangi risiko gigi berlubang.
Meski begitu, konsumsi xylitol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pencernaan pada sebagian orang.
2. Erythritol
Erythritol merupakan pemanis rendah kalori yang termasuk kelompok gula alkohol. Kandungan kalorinya jauh lebih rendah dibandingkan gula pasir sehingga dapat dipertimbangkan sebagai alternatif pemanis.
Pemanis ini umumnya tidak banyak memengaruhi kadar gula darah jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun, konsumsi berlebihan tetap berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan pada saluran pencernaan.
3. Sukralosa
Sukralosa merupakan pemanis rendah kalori yang tingkat kemanisannya jauh lebih tinggi daripada gula pasir. Karena itu, penggunaannya hanya membutuhkan sedikit takaran untuk menghasilkan rasa manis.
Sukralosa dapat digunakan untuk mempermanis minuman maupun makanan tertentu. Pemanis ini juga relatif tahan panas sehingga bisa dimanfaatkan dalam proses memasak.
Pastikan kamu mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasan dan tidak mengonsumsinya secara berlebihan.
4. Sakarin
Sakarin merupakan pemanis buatan yang sering ditemukan dalam produk makanan dan minuman rendah gula. Pemanis ini memiliki tingkat kemanisan tinggi dengan kandungan kalori yang sangat rendah.
Sakarin dapat menjadi pilihan bagi penderita diabetes yang ingin mengurangi penggunaan gula pasir. Namun, penggunaannya tetap perlu mengikuti batas yang dianjurkan dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
5. Allulose
Allulose adalah jenis gula yang secara alami ditemukan dalam jumlah kecil pada beberapa buah. Allulose memiliki tingkat kemanisan sekitar 70 persen dari gula pasir dengan kandungan kalori sekitar 0,2 kalori per gram.
Karakteristik tersebut membuat allulose berpotensi menjadi alternatif pemanis bagi penderita diabetes. Meski demikian, perhatikan kandungan produk dan konsultasikan penggunaannya jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu.
6. Kurma
Kurma bisa digunakan sebagai pemanis alami untuk smoothies, kue, atau makanan rumahan. Buah ini mengandung serat, magnesium, vitamin B6, serta antioksidan.
Namun, kurma tetap mengandung gula dan karbohidrat yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Oleh karena itu, penderita diabetes perlu memperhatikan porsi konsumsinya dan memasukkannya ke dalam perhitungan asupan karbohidrat harian.
7. Madu
Madu sering dipilih sebagai alternatif gula pasir karena mengandung sejumlah senyawa antioksidan. Akan tetapi, madu tetap mengandung gula dan karbohidrat yang dapat meningkatkan kadar gula darah.
Jadi, madu tidak otomatis lebih aman bagi penderita diabetes hanya karena berasal dari bahan alami. Jika ingin mengonsumsinya, gunakan dalam jumlah terbatas dan pantau respons gula darah.
Kesimpulannya, ada berbagai pengganti gula selain stevia yang aman untuk penderita diabetes. Namun perlu diingat, pemanis alternatif tidak menggantikan pengaturan pola makan dan pemantauan gula darah. Pilih pemanis sesuai kebutuhan, gunakan secukupnya, dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk menentukan pilihan yang tepat.