Dokter Soroti Pasien Sirosis Kurang Diperhatikan Pemerintah, Biaya Cangkok Hati Capai Rp2 Miliar

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 04 November 2026 | 11:09 WIB
Dokter Soroti Pasien Sirosis Kurang Diperhatikan Pemerintah, Biaya Cangkok Hati Capai Rp2 Miliar
Ilustrasi sirosis hati, organ hati. [Pexels/Julia Maluskho]
baca 10 detik
  • Pemerintah dinikai belum memberikan perhatian memadai terhadap pembiayaan pengobatan pasien sirosis hati.
  • Biaya tindakan cangkok hati untuk satu pasien sirosis tahap akhir mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar.
  • Acuan penanganan pasien sirosis dan pertimbangan transplantasi hati sejatinya sudah diatur secara resmi.

Suara.com - Pasien sirosis hati dinilai belum mendapatkan perhatian memadai dari pemerintah, terutama dalam hal akses pengobatan dan pembiayaan transplantasi hati.

Padahal, tindakan cangkok hati yang dibutuhkan pasien dengan penyakit hati tahap akhir dapat menghabiskan biaya sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar per pasien.

Konsultan Gastroenterohepatologi Eka Hospital MT Haryono, Dr. dr. Irsan Hasan, Sp.PD-KGEH, FINASIM, FACG, menilai persoalan ini perlu menjadi perhatian pemerintah karena sirosis termasuk penyakit yang membutuhkan penanganan serius dan berpotensi membebani pembiayaan kesehatan.

Ia menyebut penyakit hati, termasuk sirosis, berada di urutan keenam dalam daftar penyakit katastropik yang menjadi perhatian pembiayaan BPJS Kesehatan. Namun, menurutnya, perhatian terhadap penyakit ini masih belum sebanding dengan kebutuhan pengobatan pasien.

“Saya beberapa kali meeting dengan Pak Menteri, saya bilang liver ini nggak diperhatikan, diabaikan. Padahal kalau benar-benar liver ini diobati, dia akan jadi nomor satu, menghabiskan dana BPJS, katastrofik,” ujar Dr. Irsan dalam diskusi media beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurut Irsan, salah satu persoalan yang perlu dibenahi adalah pelaksanaan pengobatan sesuai Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK).

Ia menilai transplantasi hati perlu mendapat perhatian lebih serius, karena menjadi salah satu pilihan penanganan bagi pasien sirosis yang telah mencapai tahap lanjut dan memenuhi kriteria medis.

Ia memperkirakan biaya transplantasi hati dapat mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar untuk satu pasien.

Besarnya biaya tersebut, menurutnya, membuat dukungan pembiayaan menjadi persoalan penting agar pasien yang membutuhkan tindakan ini memiliki kesempatan memperoleh pengobatan.

baca juga

“Kalau transplantasi dilakukan, setiap pasien sirosis itu butuh dana sekitar Rp1,5 miliar sampai Rp2 miliar,” katanya.

Dr. Irsan juga menyebut pelaksanaan transplantasi hati di rumah sakit pemerintah saat ini mendapatkan subsidi. Ia berharap dukungan pembiayaan seperti ini dapat terus diperkuat sehingga penanganan pasien sirosis tidak terhambat oleh mahalnya biaya tindakan.

Di sisi lain, pemerintah sebenarnya telah menerbitkan Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Sirosis Hati pada Dewasa melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/778/2025.

Pedoman tersebut menjadi acuan bagi dokter dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menangani pasien sirosis. Dalam PNPK tersebut, transplantasi hati tercantum sebagai salah satu pilihan tata laksana bagi pasien dengan penyakit hati tahap akhir.

Tindakan ini bertujuan meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup pasien dengan penyakit hati yang sudah tidak dapat ditangani secara efektif melalui terapi lain.

Namun, dalam PNPK menyebutkan transplantasi tidak selalu dilakukan pada bukan pada setiap pasien sirosis. PNPK menjelaskan bahwa tindakan ini dipertimbangkan pada pasien dengan sirosis dekompensata, yakni ketika fungsi hati.

Padian sirosis dekompensata dinilai sudah mengalami penurunan berat dan muncul komplikasi seperti penumpukan cairan di perut atau asites, gangguan kesadaran akibat ensefalopati hepatikum, penyakit kuning, sindrom hepatorenal, hingga perdarahan varises.

Penentuan kebutuhan transplantasi juga mempertimbangkan kondisi klinis pasien, termasuk skor Model for End-Stage Liver Disease (MELD). Dalam PNPK, skor MELD 15 atau lebih menjadi salah satu kriteria untuk mempertimbangkan transplantasi hati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal TPVI, Prosedur Ganti Katup Jantung Tanpa Bedah Terbuka

Mengenal TPVI, Prosedur Ganti Katup Jantung Tanpa Bedah Terbuka

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:14 WIB

Usia di Atas 50 Tahun Makin Berisiko Listrik Jantung Terganggu, Kenali Gejalanya!

Usia di Atas 50 Tahun Makin Berisiko Listrik Jantung Terganggu, Kenali Gejalanya!

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:35 WIB

LVAD Jadi Harapan Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut, Ini Proses Panjang Sebelum Alat Dipasang

LVAD Jadi Harapan Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut, Ini Proses Panjang Sebelum Alat Dipasang

Health | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Cegah Penyakit Sirosis Hati, IDI Buntok Berikan Informasi Pengobatan

Cegah Penyakit Sirosis Hati, IDI Buntok Berikan Informasi Pengobatan

Health | Sabtu, 21 Desember 2024 | 17:07 WIB

10 Penyebab Sirosis Hati selain Konsumsi Alkohol, Kenali Juga Gejalanya

10 Penyebab Sirosis Hati selain Konsumsi Alkohol, Kenali Juga Gejalanya

Health | Senin, 25 Juli 2022 | 13:10 WIB

Terkini

Dokter Soroti Pasien Sirosis Kurang Diperhatikan Pemerintah, Biaya Cangkok Hati Capai Rp2 Miliar

Dokter Soroti Pasien Sirosis Kurang Diperhatikan Pemerintah, Biaya Cangkok Hati Capai Rp2 Miliar

Health | Rabu, 04 November 2026 | 11:09 WIB

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo: Ujian bagi UU Perlindungan Data di Tengah Abuse of Power

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo: Ujian bagi UU Perlindungan Data di Tengah Abuse of Power

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:09 WIB

Listyo Tersangka Penyadapan Prabowo, SBY: Politik Kita Terlalu Liar, Saya Khawatir Rakyat Takut

Listyo Tersangka Penyadapan Prabowo, SBY: Politik Kita Terlalu Liar, Saya Khawatir Rakyat Takut

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:05 WIB

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penyadapan? Simak Langkah Darurat Ini

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penyadapan? Simak Langkah Darurat Ini

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 11:01 WIB

Kemudi Kosong Kantor Staf Presiden Setelah Listyo Sigit Ditahan, Siapa yang Menggantikan?

Kemudi Kosong Kantor Staf Presiden Setelah Listyo Sigit Ditahan, Siapa yang Menggantikan?

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia

Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Sadap Prabowo, Listyo Sigit Terancam Hukuman Mati?

Sadap Prabowo, Listyo Sigit Terancam Hukuman Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:59 WIB

Kenapa Prabowo Disadap? Motif Penyadapan Ilegal oleh Listyo Cs Dibongkar

Kenapa Prabowo Disadap? Motif Penyadapan Ilegal oleh Listyo Cs Dibongkar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:59 WIB

Anggota Polda Sulsel Ditemukan Tewas di Lokasi Tambang Masmindo Luwu

Anggota Polda Sulsel Ditemukan Tewas di Lokasi Tambang Masmindo Luwu

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 10:56 WIB

Tanpa Dipanggil, Nusron Wahid Tiba-tiba Sambangi KPK: 'Inisiatif Datang Sendiri'

Tanpa Dipanggil, Nusron Wahid Tiba-tiba Sambangi KPK: 'Inisiatif Datang Sendiri'

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:53 WIB

×