Sri Lanka Alami Krisis, Bagaimana Sebuah Negara Bisa Bangkrut?

Indotnesia

Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB
Sri Lanka Alami Krisis, Bagaimana Sebuah Negara Bisa Bangkrut?
Pixabay/Clker-Free-Vector-Images

Indotnesia - Pemerintah Sri Lanka secara resmi pada Kamis (23/6/2022) menyatakan bahwa negaranya mengalami kebangkrutan. Gejolak ekonomi dan hutang negara yang menumpuk, membuat wilayah yang terletak di Asia Selatan itu pailit. 

Kondisi negara dengan penduduk sekitar 22 juta itu disebut terjadi akibat dari buntut panjang masalah ekonomi sejak 1970-an. Warga kelas menengah yang mendominasi populasi penduduk di Sri Lanka, membuat uang guna membeli bahan bakar makin sedikit.

Melihat dari apa yang terjadi di Sri Lanka, lantas sebenarnya bagaimana sebuah negara bisa bangkrut? Simak penjelasannya.

Penyebab negara bisa bangkrut

Dilansir dari Suara.com, sejumlah ekonom berpendapat bahwa untuk mengukur negara bisa dikatakan bangkrut dapat dilihat dari kemampuannya dalam membayar utang. 

Utang negara yang tidak bisa dibayar sama sekali, jadi tanda utama bahwa negara tersebut mengalami kebangkrutan. Hal tersebut juga berpengaruh pada iklim politik yang akan semakin memanas akibat krisis ekonomi.

Sebuah negara akan semakin pailit ketika memiliki banyak utang sekaligus dibarengi dengan melemahnya nilai tukar mata uang.

Selain itu, negara dapat dinyatakan bangkrut ketika tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Mulai dari komoditas seperti bahan bakar minyak hingga kebutuhan pangan.

Diketahui, penduduk Sri Lanka mengalami kekurangan makanan, bahan bakar, dan listrik. Bahkan, negara yang berada dekat dengan India tersebut juga terpaksa membatalkan ujian untuk seluruh jenjang sekolah lantaran tak dapat mengimpor kertas.

baca juga

Selain hutang dan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar penduduk sebuah negara, ancaman kebangkrutan juga bisa terjadi ketika negara ketergantungan sekaligus sangat mengandalkan komoditas global.

Ketika pasar global mengalami krisis, negara yang bergantung pada pada komoditas global tidak dapat memenuhi stok kebutuhannya hingga akhirnya mengalami kelangkaan. Hal itu akan sangat memengaruhi pembengkakan anggaran belanja negara.

Cara negara mengatasi kebangkrutan

Meski negara mengalami kebangkrutan, pemerintahan masih tetap berjalan. Maka dari itu, negara yang bangkrut tetap dapat pulih dengan melakukan berbagai upaya.

Berkaca dari Sri Lanka, pemerintah melakukan pemulihan ekonomi negara itu dengan mencari bantuan dari donor internasional untuk menyuntikkan ‘dana darurat’.

Situasi kebangkrutan negara dengan adanya sejumlah kelangkaan kebutuhan dasar juga dapat diatasi dengan mengajukan bantuan kepada International Monetary Fund (IMF).

Lembaga dana moneter internasional tersebut dapat memberikan likuiditas jangka pendek untuk menyelamatkan ekonomi sebuah negara.

Cara lain yang bisa dilakukan sebuah negara mengatasi kebangkrutan juga bisa dengan menjual aset negara untuk melunasi utang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dinyatakan Bangkrut, Begini Nasib WNI yang Berada di Sri Lanka

Dinyatakan Bangkrut, Begini Nasib WNI yang Berada di Sri Lanka

Bisnis | Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:41 WIB

Ratusan Ribu Warga Sri Lanka Antre Bikin Paspor Demi Tinggalkan Negaranya

Ratusan Ribu Warga Sri Lanka Antre Bikin Paspor Demi Tinggalkan Negaranya

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2022 | 13:58 WIB

Tak Mampu Bayar Utang 7 Miliar Dolar AS, PM Sri Lanka: Kami Jatuh ke Titik Terendah

Tak Mampu Bayar Utang 7 Miliar Dolar AS, PM Sri Lanka: Kami Jatuh ke Titik Terendah

Bisnis | Rabu, 22 Juni 2022 | 19:36 WIB

Terkini

Film Kriminal Korea Scandal Rampung Syuting, Siap Tayang 2027

Film Kriminal Korea Scandal Rampung Syuting, Siap Tayang 2027

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:38 WIB

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:38 WIB

Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina

Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:37 WIB

Jepang Ukir Rekor Spesial di Piala Dunia 2026 Usai Lolos ke Babak 32 Besar

Jepang Ukir Rekor Spesial di Piala Dunia 2026 Usai Lolos ke Babak 32 Besar

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:36 WIB

Kartu Kredit Infinite Prioritas Hasil Kolaborasi BRI dan Visa: Hadirkan Banyak Keuntungan Eksklusif

Kartu Kredit Infinite Prioritas Hasil Kolaborasi BRI dan Visa: Hadirkan Banyak Keuntungan Eksklusif

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:28 WIB

Klasemen Akhir Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Juara Grup, Pantai Gading Cetak Sejarah

Klasemen Akhir Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Juara Grup, Pantai Gading Cetak Sejarah

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:26 WIB

5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker, Seri 530 Jadi 800 Ribuan

5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker, Seri 530 Jadi 800 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:24 WIB

Spesifikasi Yamaha R7: Motor yang akan Dipakai di Moto3 Mulai 2028

Spesifikasi Yamaha R7: Motor yang akan Dipakai di Moto3 Mulai 2028

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:16 WIB

Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini

Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:16 WIB

Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?

Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:09 WIB