Mengenal Prosopagnosia atau Kebutaan Wajah, Penyakit Langka yang Diderita Brad Pitt

Indotnesia | Suara.com

Jum'at, 08 Juli 2022 | 15:11 WIB
Mengenal Prosopagnosia atau Kebutaan Wajah, Penyakit Langka yang Diderita Brad Pitt
Instagram/bradpittofficial

Indotnesia - Artis Hollywood kenamaan, Brad Pitt menderita penyakit langka prosopagnosia. Mengutip The New York Times, hal itu diungkapkan sendiri oleh Brad Pitt dalam sebuah wawancara belum lama ini.

Dalam wawancara tersebut, aktor tampan paruh baya itu mengatakan dirinya mungkin menderita prosopagnosia, gangguan neurologis langka yang biasa disebut sebagai kebutaan wajah. Namun dia juga mengatakan tidak pernah secara resmi didiagnosis kondisi tersebut.

Lalu, sebenarnya apa itu prosopagnosia?

Prosopagnosia

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, prosopagnosia adalah gangguan neurologis yang menyebabkan seseorang kesulitan mengenali orang yang mereka kenal atau membedakan wajah seseorang. Gangguan ini juga disebut "buta wajah" atau agnosia wajah.

Kebutaan wajah dapat menjadi masalah berarti bagi seseorang dan memiliki dampak parah dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Meskipun tiap orang memiliki tingkat gangguan yang berbeda-beda.

Dampak

Mengutip dari nhs.uk, dampak prosopagnosia dapat menyebabkan seseorang menghindari interaksi sosial akibat kecemasan dan ketakutannya. Hal itu juga bisa menjadi masalah bagi kehidupan dan karir mereka.

Beberapa orang dengan agnosia wajah tidak bisa mengenali ekspresi wajah, mengikuti pandangan juga menilai usia atau jenis kelamin seseorang. 

Buta wajah juga tidak bisa mengenali orang terdekat seperti keluarga, pasangan, teman, dan lebih parah lagi tidak bisa mengenali wajah mereka sendiri.

Selain itu, kelainan ini juga menyulitkan untuk mengenali objek seperti tempat atau mobil. Apalagi terkait navigasi yang membutuhkan pengetahuan sut dan jarak.

Penyebab

Penyebab prosopagnosia ada dua, yaitu kerusakan otak dan tanpa adanya kerusakan otak. Namun, penelitian menyebutkan lebih banyak orang yang terkena gangguan itu tanpa adanya kerusakan otak.

Prosopagnosia akibat kerusakan otak dapat terjadi ketika seseorang pernah mengalami stroke atau cedera pada kepalanya. Penyebab ini akan membuat penderita segera menyadari atas hilangnya kemampuan mengenali wajah seseorang.

Berbeda jika cedera terjadi saat kanak-kanak, mereka akan lebih bisa belajar untuk mengenali wajah walaupun tidak sebaik orang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Brad Pitt Diduga Alami Prosopagnosia, Bisakah Kondisi Ini Diobati?

Brad Pitt Diduga Alami Prosopagnosia, Bisakah Kondisi Ini Diobati?

Health | Kamis, 07 Juli 2022 | 14:29 WIB

Terkini

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Drawing Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka Bareng Jepang dan Juara Bertahan

Drawing Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka Bareng Jepang dan Juara Bertahan

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:33 WIB

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:32 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak

6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak

Bogor | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:41 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB

4 Rekomendasi Sepatu Lokal Harga Rp 300 Ribuan dengan Kualitas World Class

4 Rekomendasi Sepatu Lokal Harga Rp 300 Ribuan dengan Kualitas World Class

Banten | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:07 WIB

Tak Terima Ibunya Disebut 'Penyakitan', Pria di Pandeglang Cekik Kekasih hingga Tewas

Tak Terima Ibunya Disebut 'Penyakitan', Pria di Pandeglang Cekik Kekasih hingga Tewas

Banten | Sabtu, 09 Mei 2026 | 22:58 WIB

Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam

Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam

Jabar | Sabtu, 09 Mei 2026 | 22:52 WIB