Indotnesia - Sempat ramai berita harga tiket Candi Borobudur, kini situs bersejarah itu ke kembali jadi topik perbincangan. Kali ini, seorang warganet menyebut bahwa dia merasa dibohongi lantaran Borobudur ternyata tidak pernah masuk 7 keajaiban dunia.
Dari cerita instagram akun @leo_edw yang diunggahnya, topik Borobudur jadi bahan rujakan warganet di Twitter.
“FYI aja, Borobudur gak pernah masuk keajaiban dunia. Pernah masuk nominasi iya, tapi jadi salah satunya, gak pernah,” cuplikan keterangan dalam unggahan @leo_edw.
Namun, apakah benar Candi Borobudur tidak masuk dalam 7 keajaiban dunia?
Melansir dari Suara.com, gagasan tentang 7 keajaiban dunia sebenarnya dipimpin oleh Yayasan New Open World Corporation (NOWC). Kemudian, tahun 2000 yayasan ini melakukan kajian untuk menentukan daftar 7 keajaiban dunia.
NOWC lalu memasukkan Candi Borobudur, Piramida Giza, Kuil Artemis Turki, Taman Gantung Babilonia, Mercusuar Iskandariah, Patung Zeus di Limpia, dan Mausoleum, serta beberapa tempat lain dalam daftar kandidat. Namun, langkah tersebut tidak didukung oleh UNESCO.
Biar begitu, NOWC tetap melanjutkan surveinya dan berhasil menetapkan 7 keajaiban dunia baru pada 2007. Di antara 7 daftar tersebut, Candi Borobudur memang tidak termasuk.
7 keajaiban dunia versi NOWC yaitu Tembok Besar China, Chichen Itza Meksiko, situs bersejarah Petra di Yordania, Machu Picchu di Peru, patung Yesus terbesar “Christ the Redeemer” di Rio de Janeiro, Colosseum di Roma, dan Taj Mahal di India.
Meski begitu, Candi Borobudur telah diakui oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai salah satu situs warisan budaya dunia atau world heritage.
Sejarah Penentuan 7 Keajaiban dunia
Dalam Wikipedia dituliskan, pencetus istilah 7 keajaiban dunia adalah Antipater Sidon yaitu pelancong asal Yunani Kuno. Dalam karya puisinya, dia menyebutkan beberapa situs yang menarik baginya.
Tempat-tempat itu adalah Taman Gantung Babilonia, Patung Zeus di Olympia, Piramida Mesir, Mausoleum Halicarnassus, Kuil Artemis di Zeus di Yunani, Colossus dari Rhodes, dan Pharos dari Alexandria.
Catatan yang berisi 7 tempat itu pun kemudian terkenal dan menimbulkan rasa penasaran penduduk dunia terhadap ketujuh tempat tersebut. Berawal dari itu lah, budaya menentukan 7 keajaiban dunia dilakukan.