Kronologi Pengungkapan 54 TKI yang Disekap di Kamboja, Berawal Dari Iming-iming Gaji Tinggi

Indotnesia

Jum'at, 29 Juli 2022 | 14:33 WIB
Kronologi Pengungkapan 54 TKI yang Disekap di Kamboja, Berawal Dari Iming-iming Gaji Tinggi
Ilustrasi pekerjaan operator telepon. (Freepik/ DCStudio)

Indotnesia - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui akun Twitter pribadinya mengabarkan terdapat 54 TKI disekap di Kamboja. Laporan tersebut dia terima melalui komentar seseorang di akun Instagram-nya.

Dari utas di akun Twitter @ganjarpranowo, dia membagikan cerita salah satu korban penipuan tersebut.

Kronologi penyekapan 54 TKI di Kamboja bermula dari iming-iming pekerjaan dengan gaji tinggi. Hal itu, disampaikan oleh salah satu korban berinisial ME, warga Jakarta kelahiran Solo, Jawa Tengah. 

Menurut keterangan ME, modus pemberangkatan TKI secara unprosedural dengan agensi perseorangan tidak resmi. Mereka semakin merasa tertipu karena lokasi penempatan kerja di Kamboja tidak sesuai kesepakatan. 

Tak hanya itu, ternyata pekerjaan yang mereka harus lakukan di sana yaitu menjadi operator telepon yang menawarkan investasi bodong bagi warga Indonesia. Pekerjaan itu dilakukan mulai pukul 10 pagi sampai 11 malam tanpa menerima upah.

Para pekerja Indonesia tentu saja tak terima, tetapi mereka tak bisa lari karena dokumen penting seperti paspor dan sebagainya telah ditahan. Selain itu, mereka juga mendapat perlakuan tak manusiawi dari pihak perusahaan bodong tersebut.

ME menambahkan, jika 54 WNI itu hanyalah yang berada di divisinya saja. Dia menyebut ada ratusan warga Indonesia yang berada lebih lama di sana dan mendapat perlakukan serupa.

Ganjar juga mengkonfirmasi adanya kemungkinan ratusan WNI yang ditipu bekerja di Kamboja.

“Hasil komunikasi Disnaker Dubes RI di Kamboja, Bapak Sudirman Haseng mendapat informasi bahwa tahun ini saja ada sekitar 260 WNI yang mengadu tertipu dan nampaknya masih akan bertambah terus,” ungkap Ganjar dalam utasan di Twitternya pada (28/7/2022).

baca juga

Atas Informasi yang diterimanya itu, Ganjar bergegas melaporkannya ke Disnaker Jawa Tengah dan ditindaklanjuti oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk menangani masalah ini.

“Sekarang KBRI Kamboja sedang menangani persoalan ini dan sedang dilakukan pendalaman kasus bekerjasama dengan otoritas setempat,” tulisnya.

Sementara, ME mengaku sudah melapor ke KBRI Kamboja namun belum mendapat respon. Karena itu, Ganjar berharap persoalan ini dapat ditindaklanjuti serius oleh Kemenlu sehingga para WNI yang disekap di Kamboja bisa segera kembali ke Tanah Air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

6 Fakta 53 WNI Disekap di Kamboja, Bekerja Belasan Jam Sehari Tanpa Gaji

6 Fakta 53 WNI Disekap di Kamboja, Bekerja Belasan Jam Sehari Tanpa Gaji

News | Jum'at, 29 Juli 2022 | 13:44 WIB

Terkini

Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital

Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:23 WIB

Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu

Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu

Bali | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Starting XI Timnas Indonesia vs Vietnam: Mitchell Baker Juru Gedor, Thom Haye Kunci

Starting XI Timnas Indonesia vs Vietnam: Mitchell Baker Juru Gedor, Thom Haye Kunci

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:19 WIB

Bukan Pagar Malnya yang Salah, Diamnya Manajemen Dinilai Bikin Geram

Bukan Pagar Malnya yang Salah, Diamnya Manajemen Dinilai Bikin Geram

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Bobby Nasution: Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia Lewat Wastra

Bobby Nasution: Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia Lewat Wastra

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Lapas Jadi Markas Penipuan Online, Polda Jatim Bongkar Sindikat Emas Palsu

Lapas Jadi Markas Penipuan Online, Polda Jatim Bongkar Sindikat Emas Palsu

Jatim | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Pembangunan RS Regional di Gowa Dekatkan Layanan Kesehatan di Wilayah Pegunungan

Pembangunan RS Regional di Gowa Dekatkan Layanan Kesehatan di Wilayah Pegunungan

Sulsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?

Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Bahlil Buka Suara Soal Ekspor Mineral Tertahan, Kandungan Logam Tanah Jarang Jadi Sorotan

Bahlil Buka Suara Soal Ekspor Mineral Tertahan, Kandungan Logam Tanah Jarang Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya

Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:02 WIB

×