4. Gula menyebabkan obesitas
Studi epidemiologis menunjukkan korelasi mencolok antara penambahan berat badan dan konsumsi gula.
Sebuah penelitian yang mengamati data dari 75 negara pada 1997-2010 menemukan kenaikan 1% dalam konsumsi soft drink membuat 4,8 dari 100 orang mengalami kelebihan berat badan. Selain itu, 2,3 dari 100 orang menjadi obesitas.
5. Gula memicu resisten leptin
Ini adalah salah satu alasan kenapa gula disebut “Silent Killer”. Konsumsi fruktosa berlebih dapat meningkatkan kondisi yang disebut resisten leptin.
Leptin merupakan hormon yang memberi tahu tubuh kita jika sudah cukup makan. Tapi masalahnya, kita sering mengabaikan sinyal yang dikirimkan otak itu.
Parahnya, jika leptin ini tidak berfungsi sehingga membuat kita makan secara berlebihan sehingga menyebabkan obesitas.
Lalu, kenapa jadi pembunuh diam-diam? Karena kondisi tersebut tanpa gejala dan tanpa adanya peringatan.
Jika berat badan Anda bertambah dalam setahun terakhir dan tidak tahu penyebabnya, coba perhatikan lagi berapa banyak gula yang Anda konsumsi.
Kementerian Kesehatan menganjurkan konsumsi gula harian per orang adalah 10% dari total energi (200 kkal), atau setara dengan 4 sendok makan (50 gram).