3. Melewatkan Area Penting
Sebenarnya penting untuk mengoleskan sunscreen ke semua area yang akan terkena paparan sinar matahari. Namun menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal PLoS One pada April 2019, 20% orang tidak mengoleskan tabir surya ke kelopak mata.
Mereka mengaku nggak tau kalau kelopak mata juga harus dikasih tabir surya. Padahal, kulit di kelopak mata punya insiden kanker kulit tertinggi.
Bibir juga termasuk area yang sering terlewatkan. Di sisi lain, bibir juga rentan terhadap kerusakan karena nggak punya banyak melanin untuk melindungi kulit,
The Skin Cancer Foundation merekomendasikan untuk memakai lip balm atau lipstik dengan SPF 15 atau lebih tinggi.
4. Nggak Reapply Sunscreen
Mungkin sebagian dari kita malas atau nggak sempat untuk memakai lagi atau reapply tabir surya. Padahal seharusnya, kita reapply sunscreen setidaknya dua jam sekali.
Kamu juga harus lebih sering mengoles tabir surya kalau berkeringat banyak atau berenang. Menurut Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat, tabir surya dengan label “waterproof” hanya mampu mempertahankan SPF selama 80 menit.
5. Mengoleskan Sunscreen dengan Kasar
Baca Juga: Selain Nasi, Ini 7 Alternatif Menu Pengganti untuk Sarapan Dijamin Kenyang!
Please, be gentle. Oleskan tabir surya perlahan-lahan, jangan seperti kamu sedang menggosok. Pastikan juga mengoleskan sunscreen secara merata.
Kalau sunscreen kamu berbentuk semprotan, mungkin kamu akan sedikit kesulitan untuk mengetahui apakah sudah semua area tertutupi tabir surya atau belum.
6. Nggak Pakai Sunscreen saat Mendung
Kalau mendung memang sih matahari nggak nampak. Tapi, bukan berarti kamu nggak pakai sunscreen ya. Kenyataannya, 80% sinar UV masih akan mengenai kulit kamu meski langit sedang mendung.
Mendung memang memblokir sinar UVB, tapi sebagian besar sinar UVA masih bisa menembus awan. Jadi, penting banget untuk memakai tabir surya kapan pun kamu mau keluar rumah.
7. Mengabaikan Kedaluwarsa