Mengenal Tradisi Jawa Nyinom atau Sinoman yang Mulai Terkikis

Indotnesia

Jum'at, 02 September 2022 | 15:23 WIB
Mengenal Tradisi Jawa Nyinom atau Sinoman yang Mulai Terkikis
Ilustrasi hidangan makanan di tempat hajatan. (Pexels/ Naim Benjelloun)

Indotnesia - Memasuki musim mantenan, siapa nih di antara kalian yang jadwalnya sudah penuh dengan agenda kondangan? Selain persiapan kondangan, kalau tinggal di desa siap-siap untuk nyinom atau sinoman. Apa itu? 

Bagi masyarakat Jawa, tentu tidak asing dengan istilah tersebut. Nyinom adalah kegiatan membantu tetangga atau saudara yang sedang melangsungkan hajatan baik pernikahan, sunatan, atau acara kematian dalam menghidangkan makanan yang disediakan tuan rumah kepada para tamu. 

Sementara orang yang melakukan kegiatan tersebut disebut sinoman. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sinoman adalah sekelompok anak muda yang membantu keluarga yang sedang mempunyai hajat sebagai pelayan tamu (terutama di pedesaan). 

Sinoman biasanya diambil dari perkumpulan karang taruna yang ada di kampung masing-masing. Tiap beberapa orang juga akan dibagi tugas, seperti siapa yang menata makanan, mengantar makanan dan minuman ke tamu, menjaga meja, dan lain sebagainya. Karena dulu acara hajatan di desa tamu tidak mengambil makanannya sendiri, melainkan diantar ke tempat duduknya.

Selain itu juga, sinoman mulai membantu persiapan sebelum acara, seperti mencari dan menata kursi juga mempersiapkan plot tempat posisi duduk tamu ata posisi letak makanan. Bisa dibilang nyinom bukan hal yang sepele. Pasalnya para sinoman juga memiliki tanggung jawab atas kelancaran acara. 

Mereka juga biasanya berpakaian serempak. Misalnya menggunakan batik atau baju lain yang disediakan pemilik acara atau pun yang telah dimiliki sebelumnya yg dikhususkan sebagai seragam acara desa. 

Meski memiliki tugas seperti event organizer (EO) yang belakangan jadi hal penting di acara-acara hajatan. Kegiatan nyinom bersifat gotong-royong dan tanpa mendapat bayaran.

Semangat nyinom yaitu saling tolong-menolong antara sesama warga masyarakat. Selain itu juga berasas kekeluargaan, karena di desa biasanya kadar kedekatan tiap orang atau keluarga cukup akrab. 

baca juga

Seiring perkembangan zaman, tradisi nyinom mulai terkikis. Kebanyakan orang akan lebih memilih menyewa EO untuk mengurus segala keperluan acara dan terima beres. Beberapa anak muda mungkin juga ada yang sibuk dengan aktivitas pribadinya, sehingga tidak bisa mengikuti acara-acara desa seperti rewang atau nyinom

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hajatan Sultan! Satu Orang Dapat Galon dan Dua Kontainer Makanan

Hajatan Sultan! Satu Orang Dapat Galon dan Dua Kontainer Makanan

Jogja | Selasa, 09 Agustus 2022 | 10:27 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×