Mengenal Tradisi Rebo Wekasan, Apa Itu?

Indotnesia Suara.Com
Rabu, 21 September 2022 | 12:49 WIB
Mengenal Tradisi Rebo Wekasan, Apa Itu?
Mengenal tradisi Rebo Wekasan yang dilaksanakan di berbagai derah di Indonesia. (Freepik/Jcom)

Indotnesia - 21 September 2022 adalah hari Rabu terakhir di bulan Safar menurut kalender Hijriah. Di berbagai daerah terutama tanah Jawa, ada tradisi khusus yang dilakukan pada hari ini yang biasa disebut Rebo Wekasan. Apa itu?

Rebo Wekasan atau juga dikenal Rebo Pungkasan adalah ritual masyarakat Jawa yang dilakukan pada bulan kedua penanggalan hijriah atau hari terakhir di bulan Safar. Mengutip dari Suara.com, nama Rebo Wekasan bisa juga disebut Rabu Pamungkas, Arba Mustakmir, atau Arba Musta'mir.

Tradisi ini pertama kali dilakukan pada masa penyebaran dakwah Wali Songo, tetapi ada juga yang menyebut tradisi ini muncul sekitar awal abad-17. Para ulama saat itu menyebutkan pada waktu tersebut akan ada banyak penyakit.

Sementara cerita terkait malapetaka ini sudah dijelaskan dalam sebuah hadits. Menurut Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda:

"Tidak ada penyakit menular, tidak ada kepercayaan datangnya malapetaka di bulan Safar. Tidak ada kepercayaan bahwa orang mati itu rohnya menjadi burung yang terbang", (HR al-Bukhari dan Muslim).

Namun, sebagai upaya atau antisipasi penghalau bahaya berbagai ritual pun dilakukan, biasanya dengan melakukan tirakatan. Bagi masyarakat Jawa, tradisi ini dilakukan untuk tolak bala atau bahaya.

Di Yogyakarta, Rebo Wekasan biasa dilakukan di alun-alun Jejeran, Wonokromo, Bantul dengan upacara dan berbagai aktivitas. Biasanya dilakukan oleh masyarakat pesisir Jawa dengan pesisir Jawa dengan membuat gunungan yang diarak-arakan.

Selain itu. beberapa aktivitas yang dilakukan pada Rabu terakhir bulan Safar, yaitu tahlilan (zikir bersama), berbagi makanan baik dalam bentuk gunungan maupun selamatan, sampai salat sunnah lidaf’il bala (tolak bala) bersama.

Selain di Jawa, hari khusus ini juga diperingati oleh masyarakat di di Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, serta Maluku.

Baca Juga: Mengapa Seseorang Bisa Selingkuh Setelah Menikah? Ini Penjelasannya Menurut Psikologi

Masyarakat Aceh menyebut tradisi ini dengan istilah Makmegang. Ada juga di Banten dan Tasikmalaya yang melaksanakan ibadah salat khusus bersama-sama pada hari Rabu terakhir bulan Safar.

Demikian sedikit pengertian dan sejarah Rebo Wekasan yang disarikan dari berbagai sumber. Hingga sekarang, tradisi ini masih terus dilestarikan oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI