Respons Gilang Juragan 99 Terkait Tragedi Kanjuruhan dan Sanksi Larangan Bermain di Kandang

Indotnesia | Suara.com

Senin, 03 Oktober 2022 | 12:05 WIB
Respons Gilang Juragan 99 Terkait Tragedi Kanjuruhan dan Sanksi Larangan Bermain di Kandang
Gilang Widya Pramana berikatan tanggapan terkait tragedi Kanjuruhan. (Instagram/@juragan_99)

Indotnesia - Masyarakat meminta Gilang Widya Pramana selaku Presiden Arema FC turut bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, yang menyebabkan korban jiwa sebanyak 182 orang.

Melalui akun Instagram pribadinya, pria yang akrab disapa Juragan 99 itu mengungkapkan dukacita dan meminta maaf kepada masyarakat khususnya keluarga korban yang terdampak.

“Sebagai Presiden Arema FC, saya meminta maaf yang tulus kepada seluruh warga Malang raya yang terdampak atas kejadian ini. Saya sangat prihatin dan mengutuk keras kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan seratusan lebih korban jiwa,” tulisnya pada Minggu (2/10/2022).

Dia juga mengatakan manajemen Arema FC terus berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan untuk mengurus para korban termasuk perihal pembiayaan. Selain itu, juga mendukung pengusutan dan investigas.

Melalui konferensi persnya, suami Shandy Purnamasari menyesali kejadian yang terjadi di Kanjuruhan. Dia mengatakan akan berkomitmen untuk membantu  proses perawatan untuk korban luka-luka, serta memberikan santunan terhadap keluarga korban meninggal dunia.

“Saya berkomitmen untuk membantu proses perawatan dan pengobatan untuk yang mengalami luka ringan/berat. Saya juga akan memberikan santunan untuk keluarga korban yang meninggal dunia,” katanya.

Diketahui pasca pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang yang berakhir 2-3 muncul sebuah tragedi yang menyebabkan ratusan korban meninggal dunia. 

Atas kejadian tersebut, PSSI memutuskan untuk menghentikan kompetisi Liga 1 selama sepekan. Selain itu, pihak Arema FC menerima sanksi tidak dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi di musim ini.

“Terkait sanksi yang pasti kami menerima sanksi dari komdis.Karena fokus kita sekarang adalah pendataan para korban, kemudian bantuan untuk korban yang mengalami luka, lalu santunan untuk korban yang meninggal dunia,” kata Gilang dalam wawancara Kompas TV.

Dalam wawancara yang sama ketika dia ditanya bahwa sanksi tidak boleh bermain di kandang selama satu musim itu terlalu ringan daripada degradasi, Gilang menjawab sanksi tersebut cukup berat baginya.

“Sanksi tidak bisa bermain home (di Malang) sebenarnya sangat memberatkan. Pertama, tidak bisa dapat pemasukan dari tiket. Kedua, sponsor pasti akan komplain karena ketika kita bermain di laga home banyak sekali aktivasi kegiatan yang dilakukan. Ketika, ketika bermain home biasanya kita punya pendukung 12 (supporter) yang menjadi semangat ekstra,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menpora  Minta PSSI Evaluasi Total Sistem Kompetisi Sepak Bola Indonesia

Menpora Minta PSSI Evaluasi Total Sistem Kompetisi Sepak Bola Indonesia

| Senin, 03 Oktober 2022 | 11:59 WIB

Terkini

Kejutan Undian Pesirah Bank Sumsel Babel, Nasabah Muara Rupit Sukses Boyong Toyota Rush

Kejutan Undian Pesirah Bank Sumsel Babel, Nasabah Muara Rupit Sukses Boyong Toyota Rush

Sumsel | Selasa, 31 Maret 2026 | 23:59 WIB

Kejagung Periksa Kajari Pagaralam, Ini 5 Fakta Sebenarnya di Balik Isu OTT

Kejagung Periksa Kajari Pagaralam, Ini 5 Fakta Sebenarnya di Balik Isu OTT

Sumsel | Selasa, 31 Maret 2026 | 23:33 WIB

Sisa THR Cuma 2 Jutaan? Ini 7 HP Gaming Murah Terbaik untuk Isi Waktu Luang

Sisa THR Cuma 2 Jutaan? Ini 7 HP Gaming Murah Terbaik untuk Isi Waktu Luang

Lampung | Selasa, 31 Maret 2026 | 23:25 WIB

Di Balik Cekcok dengan Wabup, Ternyata Segini Total Kekayaan Bupati Lebak Hasbi Jayabaya

Di Balik Cekcok dengan Wabup, Ternyata Segini Total Kekayaan Bupati Lebak Hasbi Jayabaya

Banten | Selasa, 31 Maret 2026 | 23:23 WIB

Duel Cushion Viral: Somethinc vs Skintific, Mana yang Tahan Seharian Tanpa Luntur Saat Balik Ngantor

Duel Cushion Viral: Somethinc vs Skintific, Mana yang Tahan Seharian Tanpa Luntur Saat Balik Ngantor

Jakarta | Selasa, 31 Maret 2026 | 23:13 WIB

Lewat Statistik Akhir, Timnas Indonesia Ternyata Dominan Atas Bulgaria

Lewat Statistik Akhir, Timnas Indonesia Ternyata Dominan Atas Bulgaria

Bola | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:53 WIB

Profil Bupati Lebak Hasbi Jayabaya: Pewaris Dinasti Besar Viral Usai 'Semprot' Wakilnya Mantan Napi

Profil Bupati Lebak Hasbi Jayabaya: Pewaris Dinasti Besar Viral Usai 'Semprot' Wakilnya Mantan Napi

Banten | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:48 WIB

3 Pemain Timnas Indonesia Paling Berpengaruh di Laga Kontra Bulgaria

3 Pemain Timnas Indonesia Paling Berpengaruh di Laga Kontra Bulgaria

Bola | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:43 WIB

7 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh dengan Baterai Bandel, Harga Mulai Rp3 Jutaan

7 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh dengan Baterai Bandel, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:37 WIB

Cekcok Soal Tarif 'Layanan' di Bandar Lampung Berujung Maut, Dua Perempuan Jadi Korban

Cekcok Soal Tarif 'Layanan' di Bandar Lampung Berujung Maut, Dua Perempuan Jadi Korban

Lampung | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:33 WIB