Suka Berdandan? Yuk Pahami Kandungan Berbahaya pada Kosmetik

Indotnesia

Minggu, 16 Oktober 2022 | 18:09 WIB
Suka Berdandan? Yuk Pahami Kandungan Berbahaya pada Kosmetik
Salah satu cara mempercantik diri adalah dengan berdandan. (Freepik/Jcomp)

Indotnesia - Berdandan menggunakan kosmetik memang menjadi salah satu cara mempercantik diri. Namun, tahukah kalian kalau tidak semua bahan yang digunakan dalam produk kecantikan aman?

Seiring meningkatnya gaya hidup wanita dalam merias diri, meningkat pula berbagai macam produk kosmetik. Akan tetapi, produk-produk yang beredar ada yang sudah memiliki izin ada ada juga yang belum.

Karena itu, para wanita harus berhati-hati para produk yang belum mencantumkan bukti izin edar. Karena ditakutkan produk tersebut mengandung bahan berbahaya yang bukannya dapat mempercantik penampilan malah merusak wajah.

Melansir dari Bahan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ada beberapa kandungan kosmetik yang perlu dihindari. So, yuk pahami kandungan berbahaya pada kosmetik berikut ini.

1. Merkuri

Merkuri sering ditemukan dalam produk kosmetik berbentuk krim, biasanya digunakan sebagai krim pemutih kulit.

Kandungan ini memiliki dampak berbahaya pada kulit dan juga kesehatan tubuh. Merkuri bisa membuat perubahan warna kulit tetapi memiliki efek bintik-bintik hitam, alergi, dan iritasi. Tak hanya pada kulit, penggunaan merkuri bisa menyebabkan kerusakan permanen pada susunan saraf otak dan ginjal.

Selain itu, merkuri juga merupakan karsinogenik (penyebab kanker) dan teratogenik (gangguan perkembangan janin). Karena itu kosmetik yang mengandung merkuri tidak boleh digunakan apalagi bagi ibu hamil.

2. Hidrokinon

baca juga

Mirip seperti merkuri, kandungan ini biasa ditemukan pada produk krim pemutih kulit. Hidrokinon dapat menyebabkan hiperpigmentasi terutama pada daerah kulit yang terkena paparan sinar matahari secara langsung.

Selain itu, kandungan ini juga bisa menimbulkan ochronosis (kulit berwarna kehitaman)dalam jangka panjang dan dosis tinggi.

Tak hanya itu, penggunaan krim dengan bahan hidrokinon akan terakumulasi dalam kulit yang dapat menyebabkan mutasi dan kerusakan DNA. Pemakaian jangka panjang memungkinkan bersifat karsinogenik.

3. Pewarna merah K10

Pewarna merah K10 biasanya terdapat pada lipstik atau produk-produk pemulas kelopak mata hingga perona pipi.

Seperti dua kandungan berbahaya sebelumnya, pewarna merah K10 juga bersifat karsinogenik (penyebab kanker). Selain itu zat berbahaya ini juga bisa menimbulkan gangguan fungsi hati dan kanker hati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ingin Tampil Cantik di Pernikahan, Wanita Ini Pakai Lem Supaya Telinga Menempel di Kepala

Ingin Tampil Cantik di Pernikahan, Wanita Ini Pakai Lem Supaya Telinga Menempel di Kepala

Lifestyle | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 15:16 WIB

Daftar Kosmetik Berbahaya Dirilis BPOM, Ada Blush On dan Kuteks Madame Gie!

Daftar Kosmetik Berbahaya Dirilis BPOM, Ada Blush On dan Kuteks Madame Gie!

Lifestyle | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 11:24 WIB

Heboh! BPOM Temukan Zat Berbahaya dalam Produk Kosmetik Milik Gisella Annastasya

Heboh! BPOM Temukan Zat Berbahaya dalam Produk Kosmetik Milik Gisella Annastasya

Indotnesia | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 12:47 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×