Mengenal Raja Ali Haji, Sang Ulama Berjuluk Bapak Bahasa Indonesia

Indotnesia | Suara.com

Sabtu, 05 November 2022 | 08:56 WIB
Mengenal Raja Ali Haji, Sang Ulama Berjuluk Bapak Bahasa Indonesia
Google

Indotnesia - Hari ini, Google Doodle menampilkan sosok pria berpeci dan berkacamata yang tampil pada halaman buku. Dia adalah Raja Ali Haji atau Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad.

Dia merupakan seorang, ahli sejarah, pujangga, penyair, dan Bapak Bahasa Indonesia. Dia mendapat gelar sebagai Pahlawan nasional pada 10 November 2004. Lalu, bagaimana Raja Ali Haji bisa mendapat julukan Bapak Bahasa Indonesia?

Melansir situs Kemdikbud, Raja Ali Haji lahir di Selangor pada 1809, walau sebagian menyebut dia lahir di Penyengat pada 1803. Tahun kematiannya pun juga menjadi perdebatan. 

Namun, sebagian besar meyakini, ia meninggal di Penyegat, Kepulauan Riau, pada 1972. Dia merupakan cucu dari Raja Haji Fisabilillah, yang juga bergelar Pahlawan Nasional.

Raja Ali Haji mendapat gelar Yang Dipertuan Muda di Kesultanan Riau Lingga. Dia memperoleh pendidikan yang layak seperti halnya anak-anak lain di istana.

Dia pun meningkatkan kemampuan literasinya. Bahkan dalam perjalanan ke Batavia dan Mekkah, Raja Ali Haji menuangkan pengalamannya dalam karyanya Tuhfat Al-Bafs.

Ia bahkan bersahabat dengan Hermann Von De Wall, seorang pekerja pemerintahan Hindia-Belanda yang bertugas menyusun kamus Bahasa Melayu-Belanda.

Raja Ali Haji membuktikan dirinya bukanlah seorang penulis Islam yang membenci Belanda. Dia merupakan guru alim yang bertekad untuk memajukan bahasa Melayu.

Dia menurunkan ego keningratannya dengan bekerja dan dibayar oleh Belanda. Bersama Von De Wall, ia berbagi minatnya terhadap Bahasa Melayu.

Raja Ali Haji mengumpulkan naskah-naskah Melayu Kuno bersama beberapa orang juru tulis yang ia bayar untuk menyalin kata-kata. Pemikirannya makin maju dengan menyatakan pentingnya mesin cetak untuk berhemat.

Proses penyalinan dengan tenaga manusia tentu saja lebih melelahkan dan butuh waktu lama sehingga membuat biaya penyalinan sangat mahal. 

Raja Ali Haji menjadi penulis pertama kamus ensiklopedis bahasa Melayu ekabahasa berjudul Kitab Pengetahuan Bahasa setebal 466 halaman pada 1858. Ia disebut sebagai penulis ensiklopedi pertama dalam bahasa Melayu-Indonesia.

Bahasa Indonesia kemudian ditetapkan sebagai bahasa persatuan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. 

Tak hanya terkenal dengan karya fenomenalnya Gurindam Dua Belas yang mengajarkan moral dalam hubungan sesama manusia dan manusia dengan Tuhan, ia juga melahirkan karya lain seperti  Muqaddimah Fi Intizam (1887),  Tsamarat Al- Muhimmah (1888), Tuhfat Al-Nafis (1865), Silsilah Melayu dan Bugis (1866), Tawarikh al-Sughra, Tawarikh al-Wusta, Tawarikh al-Kubra, dan syair-syair lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tempe Mendoan Muncul di Google Doodle Hari Ini, Kenapa Ya?

Tempe Mendoan Muncul di Google Doodle Hari Ini, Kenapa Ya?

| Sabtu, 29 Oktober 2022 | 10:39 WIB

Diperingati Tiap Tahun, Bagaimana Sih Cara Memaknai Sumpah Pemuda?

Diperingati Tiap Tahun, Bagaimana Sih Cara Memaknai Sumpah Pemuda?

| Jum'at, 28 Oktober 2022 | 12:00 WIB

Makna dan Lirik Lagu Bangun Pemudi Pemuda Ciptaan Alfred Simanjuntak

Makna dan Lirik Lagu Bangun Pemudi Pemuda Ciptaan Alfred Simanjuntak

| Kamis, 27 Oktober 2022 | 17:12 WIB

Terkini

Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia

Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia

Sport | Minggu, 12 April 2026 | 23:55 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem

Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem

Sumsel | Minggu, 12 April 2026 | 22:36 WIB

Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot

Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot

Riau | Minggu, 12 April 2026 | 22:36 WIB

'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma

'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma

News | Minggu, 12 April 2026 | 22:15 WIB

Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya

Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya

Jakarta | Minggu, 12 April 2026 | 22:12 WIB

Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix

Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix

Entertainment | Minggu, 12 April 2026 | 22:00 WIB

Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!

Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!

News | Minggu, 12 April 2026 | 22:00 WIB

5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu

5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu

Jakarta | Minggu, 12 April 2026 | 21:47 WIB

Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler

Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler

Surakarta | Minggu, 12 April 2026 | 21:40 WIB