- MLDJAZZPROJECT
- Talenta Svara Bertha
- Taksu
- Acapella Mataram
- Andi Bayu feat. Vika Rahmia
- Huaton Dixie
- Ari Evlv
- MZ X JOYOSUDIARMOS
- Jogja Blues forum
Selain itu, ada pula penampilan dari berbagai komunitas jazz sejumlah daerah di Indonesia:
- Encante Jazz Ngisoringin (Semarang)
- Kemisan Jazz (Malang)
- Treestone Jazz (Jogja)
- Gana Siddhi Jes UDU Purwokerto
- Syifa n Friends (Jogja)
- Deo ; Friends (Magelang)
- Rizky Dana feat. Blue Batik Replika (Pekalongan)
- De Hope (Jombang)
- Five in One (Jogja)
- Alfado Jacob Trio (Solo)
- Os Seis No Palco (Jogja)
- Kopijazz feat. Cendana Singers (Kediri)
- Komunitas Jazz Kampung Timur (Balikpapan)
- D'Fours ; Will Star (Trenggalek)
- Nona Sepatu Kaca (Jogja)
Sebelumnya, pagelaran Ngayogjazz di tahun 2021 diselenggarakan secara online karena penyesuaian kondisi pandemi.
Festival musik Ngayogjazz bermula pada 2007 dari gelaran kecil Jazz Mbah Senen yang digelar di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK).
Di tahun yang sama, event Ngayogjazz pertama kali digelar di dusun Kembaran, Kasihan, Bantul bertempat di PSBK.
Seiring berjalannya waktu, acara musik yang diinisiasi oleh seniman asli Yogyakarta Djaduk Ferianto ini semakin berkembang hingga pada 2009 mulai menghadirkan musisi jazz luar negeri.
Kala itu, penyelenggara mengundang Harri Stojka dan Claudius Jelinek dari Austria serta Albert Yap dan Basgroove 100 dari Malaysia.
Ngayogjazz hadir dengan tujuan agar musik jazz yang identik dengan musik elit dan hanya bisa didengar di kafe atau restoran, mampu mendekatkan diri serta dinikmati semua kalangan.
Pemilihan desa-desa di Yogyakarta sebagai titik pelaksanaan, menyiratkan pesan agar musik jazz dapat lebih dekat dengan masyarakat sekaligus turut membantu perekonomian warga setempat lewat Pasar Jazz.