Mengenal Laden Dodok, Tradisi Khas Jawa Tengah yang Dilakukan Oleh Laki-laki

Indotnesia

Kamis, 08 Desember 2022 | 13:23 WIB
Mengenal Laden Dodok, Tradisi Khas Jawa Tengah yang Dilakukan Oleh Laki-laki
Mengenal tradisi laden dodok. (Instagram/bintangtimursompok)

Indotnesia - Belum lama ini viral sebuah video  yang memperlihatkan sejumlah laki-laki mempraktekkan jalan dengan cara berjongkok sembari membawa nampan. 

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @bintangtimursompok dengan keterangan “bersemangatlah dalam mempelajari sesuatu yang bermanfaat”.

Diketahui, video yang diunggah oleh Karang Taruna Bintang Timur, Imogiri, Bantul, Yogyakarta itu merupakan latihan dalam mempraktekkan budaya laden dodok.

Dalam unggahan tersebut, banyak warganet memberikan komentar salah satunya tentang bagaimana keterampilan laden dodok saat ini semakin langka ditemukan dalam acara-acara warga.

“Sekarang udah langka adab seperti ini.. moga kalian selalu dalah hidup keberkahan kang,” tulis salah seorang warganet.

“Dulu pernah diajarin tapi skrg gak pernah dipakek soale adatnya ilang,” ungkap warganet lainnya.

Mengenal Tradisi Laden Dodok

Dilansir dari laman pemerintah Kalurahan Gadingsari, Sanden, Bantul, laden dodok adalah keterampilan dalam melayani para tamu undangan dengan cara jongkok atau dodok yang biasa dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk keterampilan yang harus dimiliki laki-laki Jawa saat adanya hajatan maupun acara-acara adat dengan seluruh tamu duduk bersila di lantai.

baca juga

Laden dodok bukan hanya dimaknai sebagai salah satu budaya khas Jawa yang perlu dilestarikan, tetapi juga merupakan tata cara berperilaku dalam menghormati orang yang lebih tua saat menyajikan makanan atau minuman.

Diketahui, laden dodok termasuk dalam kegiatan nyinom, yaitu aktivitas yang dilakukan oleh kaum muda dalam membantu tetangga yang sedang punya hajat.

Salah satu tugas yang paling khas dari nyinom adalah membantu tuan rumah menyajikan hidangan untuk para tamu.

Kegiatan ini termasuk sebagai salah satu tradisi yang umumnya dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di pedesaan.

Kata nyinom berasal dari Bahasa Jawa yang berarti melayani. Tradisi tersebut biasanya merupakan bentuk dari wujud gotong royong masyarakat dalam membantu tetangga.

Oleh karena itu, tradisi saling membantu dengan melakukan nyinom ini juga seringkali dikaitkan dengan sikap balas jasa. Kelak, jika ada salah satu pemuda lain akan mengadakan acara, mereka para pemuda akan dengan senang hati membantu juga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Daftar UMK 2023 di Jateng, Terendah di Kabupaten Banjarnegara dengan Upah Minimum Rp1,9 Juta

Ini Daftar UMK 2023 di Jateng, Terendah di Kabupaten Banjarnegara dengan Upah Minimum Rp1,9 Juta

Jawa Tengah | Kamis, 08 Desember 2022 | 10:24 WIB

Terkini

Bukan Cuma Facelift Kosmetik, Suzuki XL7 Alpha Hybrid Terbaru Diam-Diam Bawa 3 Fitur Mahal Ini

Bukan Cuma Facelift Kosmetik, Suzuki XL7 Alpha Hybrid Terbaru Diam-Diam Bawa 3 Fitur Mahal Ini

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:00 WIB

Viral Aksi Massa Nyaris Bakar Kantor Muhammadiyah di Madura, Ini Penyebabnya

Viral Aksi Massa Nyaris Bakar Kantor Muhammadiyah di Madura, Ini Penyebabnya

Jatim | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:00 WIB

Review Juno: Kisah Kehamilan Remaja yang Hangat dan Penuh Pelajaran Hidup

Review Juno: Kisah Kehamilan Remaja yang Hangat dan Penuh Pelajaran Hidup

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:00 WIB

Palembang Kekurangan TPU? Enam Kecamatan Masih Belum Punya Tempat Pemakaman Umum

Palembang Kekurangan TPU? Enam Kecamatan Masih Belum Punya Tempat Pemakaman Umum

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:59 WIB

Jalan Licin Diduga Akibat Limbah Ikan di Pasar Kebayoran Lama, Banyak Pemotor Tumbang

Jalan Licin Diduga Akibat Limbah Ikan di Pasar Kebayoran Lama, Banyak Pemotor Tumbang

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:58 WIB

PSEL Legok Nangka Bandung Mulai Dibangun, Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik 40,79 MW

PSEL Legok Nangka Bandung Mulai Dibangun, Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik 40,79 MW

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:56 WIB

Geely Coolray Meluncur di GIIAS 2026 Siap Rusak Dominasi SUV Jepang Harga Rp 300 Jutaan

Geely Coolray Meluncur di GIIAS 2026 Siap Rusak Dominasi SUV Jepang Harga Rp 300 Jutaan

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:55 WIB

Kisah Rosidah di Sumenep, UMKM Gula Merah Tumbuh Pesat Setelah Memanfaatkan KUR BRI

Kisah Rosidah di Sumenep, UMKM Gula Merah Tumbuh Pesat Setelah Memanfaatkan KUR BRI

Jogja | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:53 WIB

Dudung Buka Suara soal Komcad: Bukan Prajurit Aktif dan Bukan Wajib Militer

Dudung Buka Suara soal Komcad: Bukan Prajurit Aktif dan Bukan Wajib Militer

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:52 WIB

Laba BJBR Melonjak 58,8%, Kredit Tembus Rp140,4 Triliun di Tengah Persaingan Ketat Perbankan

Laba BJBR Melonjak 58,8%, Kredit Tembus Rp140,4 Triliun di Tengah Persaingan Ketat Perbankan

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:51 WIB

×