Indotnesia - Pangeran Harry merilis memoar bertajuk Spare yang berisi tentang curahan hati yang selama ini tak pernah ia ungkapkan. Beberapa fakta mengejutkan dibeberkan oleh putra Raja Charles itu hingga membuat Inggris geram.
Secara global, buku tersebut resmi terbit pada Selasa (10/1/2023). Sejauh ini, belum ada tanggapan dari Istana Kensington dan Istana Buckingham. Melansir CNN, berikut 5 fakta isi curhatan Pangeran Harry:
Serangan Pangeran William
Setiap saudara kandung pasti pernah bertengkar, bukan? Tapi salah satu yang paling diingat Pangeran Harry adalah ketika pertengkaran dengan kakaknya, Pangeran William, terkait Meghan Markle.
Ia mengklaim William telah menjatuhkannya ke lantai selama pertengkaran tersebut. Konfrontasi itu bahkan melibatkan fisik hingga membuat kalung Harry terlepas.
"Dia mencengkram kerah saya, menarik kalung saya, dan menjatuhkan saya ke lantai," tulis Harry.
Pernikahan Charles dengan Camilla
Harry memendam perasaan mendalam tentang pernikahan ayahnya dengan Camilla, yang sekarang menjadi Ratu Permaisuri Inggris.
Ia mengklaim pernah bilang kepada ayahnya agar tidak menikahi Camilla. Harry mengaku takut apabila sang ibu tiri akan jahat seperti halnya di cerita-cerita dongeng.
"Saya mengingat lagi, sebelum minum teh, apakah dia akan jahat padaku. Kalau dia seperti ibu tiri yang jahat seperti di buku cerita. Tapi dia tidak seperti. Seperti halnya William, saya bersyukur karena hal itu," tulisnya.
Harry Membunuh Taliban
Pangeran Harry mengklaim telah membunuh 25 anggota Taliban ketika menjadi bagian tentara Inggris yang bertugas di Afghanistan. Dia melihat para target itu sebagai pion catur ketimbang sebagai manusia.
Seperti diketahui, ia bertugas di Afghanistan dalam dua kurun waktu yakni 2007-2008 dan 2012-2013. Dengan teknologi, ia bisa mengetahui berapa banyak musuh yang ia bunuh.
"Jadi angkanya 25. Itu bukan sebuah angka yang memberikanku kepuasan. Namun, itu angka yang membuat merasa malu," lanjutnya.
Selamat Tinggal, Ratu
Harry mengungkapkan ayahnya, Charles, yang menghubungi pada September 2022 untuk mengabarkan kondisi kesehatan Ratu Elizabeth II yang menurun. Ia pun mengirimkan pesan ke William untuk tanya kapan dan bagaimana ia bisa ke Inggris.
Namun, tidak ada jawaban dari Pangeran William. Akhirnya, Charles menelepon Harry bahwa ia akan disambut di kediaman kerajaan di Skotlandia. Tapi, Meghan tidak diperbolehkan ikut.
Harry menghabiskan waktu di penerbangannya menuju Skotlandia dengan menatap awan dan mengingat lagi percakapan terakhirnya dengan sang nenek.
Saat pesawat mendarat, Harry memperoleh pesan teks dari Meghan yang memintanya untuk menelepon balik. Kemudian dia memeriksa situs website BBC.
"Nenek sudah pergi. Ayah adalah Raja," tulisnya.
Mencari Tahu Kematian Sang Ibu
Harry juga bercerita dalam memoarnya, ia mencoba menelusuri perjalanan Putri Diana ketika melewati terowongan di Paris, Prancis, sebuah lokasi yang membuat ibunya terlibat dalam kecelakaan mobil yang fatal.
Putri Diana meninggal pada 1997, ketika Harry masih berusia 12 tahun. Pada 2007, ketika Harry berada di Prancis, ia menghabiskan malam pertamanya di kota itu bersama sopir.
Ia pun bertanya apakah sang pengemudi mengetahui terowongan Pont de L'Alma. Harry meminta sopir untuk mengemudi dengan kecepatan 104,6 km/jam, sama seperti kecepatan mobil yang ditumpangi ibunya.
"Saya selalu membayangkan terowongan itu sebagai lorong yang berbahaya, tapi itu hanya terowongan pendek, simpel. Nggak ada alasan siapa pun harus mati di dalamnya," tulisnya.