Indotnesia - Meski setiap keluarga berharap senantiasa diberikan kebersamaan, tetapi terkadang muncul masalah di tengah perjalanan hingga memicu adanya perceraian.
Bagi sejumlah orang, perceraian menjadi jalan terakhir dalam menyudahi hubungan pernikahan setelah upaya perdamaian maupun perbaikan lainnya tidak bisa dilakukan.
Kondisi perceraian tentunya akan membuat sejumlah pihak keluarga sedih, begitu pula dengan pasangan yang telah memiliki anak dapat memberikan luka dan trauma kepadanya.
Meski begitu, dampak perceraian bagi kondisi psikologis anak mungkin akan berbeda-beda, tergantung pada kepribadian yang dimiliki serta usia anak saat perceraian terjadi.
Oleh sebab itu, orang tua wajib tahu apa saja dampak perceraian bagi kondisi psikologis anak, sehingga dapat meminimalisir efek buruknya.
Dampak Perceraian Bagi Kondisi Psikologis Anak
1. Sulit Percaya dengan Orang Lain
Seorang anak yang orang tuanya bercerai akan sulit percaya dengan orang lain dan selalu merasa sedang dibohongi.
Jika terus terjadi, perasaan kepercayaan yang rendah terhadap orang lain itu akan memicu frustasi dan sering berkecil hati ketika berinteraksi.
2. Kesepian
Ketika orang tua bercerai, seorang anak mungkin akan merasakan salah satu dampak psikis berupa perasaan kesepian.
Rasa kesepian itu terjadi karena perasaan kehilangan salah satu orang tuanya yang berpisah dan tidak lagi tinggal satu rumah.
3. Perubahan Suasana Hati
Anak akan merasakan perubahan suasana hati yang cepat ketika tidak lagi memiliki kebahagiaan dan kehangatan kebersamaan orang tua.
Mereka akan cenderung menarik diri dari lingkungan dan tidak berbicara dengan siapapun.
Selain itu, dampak negatif perubahan suasana hati ini juga membuat anak menjadi overacting dan gemar mencari perhatian orang disekitarnya.
4. Menimbulkan Perasaan Bersalah
Ketika alasan perpisahan orang tua tidak dijelaskan hingga anak berusia dewasa, hal itu akan membuat anak merasa bersalah.
Perasaan bersalah anak atas perceraian orang tuanya itu membuat mereka terus menyalahkan diri sendiri dengan berbagai pikiran negatif, seperti anak sebagai penyebab pertengkaran orang tua, tidak bisa membuat mereka bangga, dan merasa dirinya buruk serta nakal.
Jika terus dibiarkan, perasaan bersalah itu akan memicu depresi berat hingga gairah hidup yang menurun.
5. Apatis dalam Hubungan
Perceraian menyebabkan anak menjadi apatis ketika mereka beranjak dewasa dan memulai hubungan dengan lawan jenisnya.
Hal itu terjadi karena anak akan cenderung merasa takut untuk berkomitmen dan menganggap hubungan tersebut tidak penting karena hanya akan berujung pada perpisahan.
Itulah dampak perceraian bagi kondisi psikologis anak yang perlu diketahui oleh orang tua. Maka dari itu, cobalah untuk bersikap bijak dan memberikan pemahaman menyeluruh atas kondisi perceraian kepada anak.