Indotnesia - Ketika buka puasa, setiap muslim dianjurkan untuk membaca doa yang sahih saat akan membatalkan atau mengaikhiri ibadah saum.
Pasalnya, puasa merupakan salah satu sunnah dalam buka puasa dan mengandung keutamaan sebagai bacaan doa di waktu yang mustajab.
Hal tersebut juga berlaku dalam memanjatkan doa buka puasa yang dianjurkan saat bulan Ramadhan.
Secara umum, terdapat berbagai versi doa buka puasa Ramadhan yang sering menjadi perdebatan publik.
Meski berbeda-beda, doa buka puasa Ramadhan berdasarkan keterangan hadist termasuk doa shahih yang sah, benar, bahkan sempurna untuk diamalkan.
Adapun doa buka puasa yang benar secara umum terdapat dua versi, simak penjelasannya di bawah ini.
Doa Buka Puasa yang Benar
1. Doa Buka Puasa dalam HR. Imam Bukhari dan Muslim
Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-rahimin.
Artinya: Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.
Doa buka puasa versi pertama ini paling umum digunakan oleh sejumlah muslim dan merupakan doa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW.
2. Doa Buka Puasa dalam HR. Abu Daud
Sedangkan dalam HR. Abu Daud, tertulis bahwa ketika berbuka puasa Rasulullah SAW membaca doa:
Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-allah.
Artinya: Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah.
Nah, kedua doa buka puasa di atas merupakan bacaan yang benar dan sahih untuk diamalkan, sehingga tidak perlu bingung sekaligus memperdebatkan mana paling baik.
Untuk waktu membaca doa buka puasa yang tepat dapat dilakukan setelah selesai berbuka, seperti dilansir dari NU Online dijelaskan dalam kitab Hasyiyah I'anah at-Thalibin, yaitu:
(: )
“Maksud dari (membaca doa buka puasa) “setelah berbuka” adalah selesainya berbuka puasa, bukan (dibaca) sebelumnya dan bukan saat berbuka,” (Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha, Hasyiyah I’anah at-Thalibin, juz 2, hal. 279).
Hal tersebut bertujuan agar kita memperoleh kesunnahan yang sempurna dalam membaca doa, meskipun jika diamalkan sebelum berbuka puasa juga bukan merupakan kesalahan.