Indotnesia - Belum lama ini viral di media sosial unggahan foto warganet yang memperlihatkan bekal sekolah dengan nasi dan lauk mie.
Di Twitter, unggahan foto bekal mie dan nasi menuai kontroversi dari warganet. Ada yang menganggap hal tersebut lumrah dilakukan, karena tidak semua anak bisa menerima bekal makan yang telah disiapkan.
“Biasanya krn anaknya yg request atau orgtuanya ga punya waktu banyak prepare itu. Soalnya emg kuperhatiin temen SDku rata2 bekel itu krn punya orgtua yg keduanya kerja,” komentar salah seorang warganet.
Selain itu, adapula warganet yang menyayangkan bekal nasi dengan lauk mie tersebut karena keduanya merupakan makanan tinggi karbohidrat yang berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan.
“Banyak yang nggak terima sama tweet ini karena katanya nggak semua orang tua itu mampu. Ini sih bukan mie nya yang dilarang, tapi double carbo itu lho,” ungkap warganet lainnya.
“Kalo mau bekelin mie buat anak, mie aja jangan ditambah nasi atau kalo mau nasi ya lauknya yang protein jangan karbohidrat lagi,” lanjutnya.
Lalu, bagaimana anjuran makanan dengan gizi yang seimbang untuk bekal makan? Simak selengkapnya di bawah ini.
Anjuran Makanan Pokok untuk Bekal Makan
Bekal yang berkualitas pada dasarnya harus terdiri dari komposisi karbohidrat, protein, dan lemak.
Pemenuhan asupan gizi tersebut dapat di isi dengan makanan pokok berupa sayuran, lauk pauk, dan buah-buahan.
Adapun makanan pokok yang dapat digunakan untuk bekal, seperti dilansir dari laman Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan, yaitu:
1. Makanan Berkarbohidrat
Karbohidrat berfungsi sebagai sumber tenaga utama bagi tubuh, sehingga penting menyediakannya dalam bekal makan.
Ada berbagai jenis makanan pokok yang mengandung karbohidrat selain nasi, di antaranya singkong, sagu, bihun, mie, jagung, dan kentang.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, sebagai acuan untuk mengganti 150g nasi pada bekal makan dapat diganti dengan 3 buah kentang ukuran sedang atau 11/2 gelas mie.