Kekayaan putra bungsu Joko Widodo, Kaesang Pangarep baru-baru ini ramai diperbincangkan usai adanya pihak-pihak yang mempertanyakan sumbernya. Sosok yang baru saja menikahi Erina Gudono itu acap kali diragukan. Pasalnya, kekayaannya itu dinilai cukup instan.
Bagi yang tak tahu, kekayaan Kaesang Pangarep ternyata sangat melimpah. Adapun 16 sumber kekayaan Kaesang Pangarep tersebut adalah sebagai berikut.
1. Sang Pisang
Suami Erina Gudono ini memiliki bisnis kuliner yang telah dirintis sejak akhir November 2017 silam. Hingga saat ini, Sang Pisang telah memiliki lebih dari 50 kedai di seluruh Indonesia. Bisnis Kaesang yang satu ini menjual berbagai varian rasa pisang.
2. Ternak Kopi
Putra bungsu Iriana Jokowi ini juga memiliki bisnis kopi yang bernama Ternak Kopi. Usaha kopi yang dirintis Kaesang ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi para pecinta kopi yang terhalang kondisi kesehatan lambung. Adapun olahan kopi yang dijual Kaesang ini dijual Rp20 ribu per botol.
3. Mangkokku
Selain makanan ringan, Kaesang juga memiliki bisnis kuliner makanan berat, yakni Mangkokku. Bisnis yang satu ini dijalankan bersama dengan Chef Arnold & Randy Kartadinata.
Adapun hidangan yang disajikan dalam Mangkokku ini adalah hidangan kualitas profesional dalam bentuk rice bowl. Baru-baru ini, Mangkokku juga mengumumkan pendanaan Seri A sebesar US$7 juta atau setara 101 miliar yang dipimpin oleh Alpha JWC Ventures dan Emtek dengan partisispasi dari Cakra Ventures.
4. Sang Javas
Menantu pertama Sofiatun Gudono ini juga memiliki bisnis fashion yang bernama Sang Javas. Dalam bisnis yang satu ini, Kaesang menjual berbagai tipe kaos yang bertema ‘Kecebong’.
Hal itu dipilih lantaran hewan tersebut dinilai memiliki nilai filosofis yang mendalam sebagai simbol metamorfosa.
5. Komisaris Rans Entertainmet
Hal ini diumumkan oleh pemilik RANS Entertainment, yakni Raffi Ahmad pada tanggal 29 Oktober 2022 lalu. Kaesang mengungkapkan bahwa dirinya bersedia menjadi Komisaris di RANS Entertainment lantaran sejalan dengan latar belakangnya yang tumbuh di industri kreatif.
6. Madhang Indonesia