Masa tugas Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI baru saja berakhir. Tak sedikit publik yang penasaran kemana langkah selanjutnya yang diambil sang jenderal mengingat namanya kerap muncul dalam survei Pilpres 2024 mendatang.
Seperti diketahui, Jenderal Andika Perkasa baru saja menanggalkan jabatannya sebagai Panglima TNI dan digantikan oleh Laksamanan Yudo Margono. Berakhirnya masa jabatan menantu Jenderal Purnawirawan Hendropriyono itu ditandai dengan sertijab yang dilakukan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, kemarin.
Menjelang masa pensiunnya sebagai anggota TNI yang akan aktif pada 1 Januari 2023 mendatang, kemana langkah selanjutnya sang jenderal banyak membuat publik bertanya-tanya.
Hal itu mengingat nama Jenderal Andika Perkasa berulang kali muncul dalam survei bakal capres dan cawapres 2024 mendatang. Apalagi namanya juga pernah masuk dalam kandidat Partai NasDem bersanding dengan Anies Baswedan hingga Ganjar Pranowo.
Dalam sejumlah kesempatan, lulusan Akmil tahun 1987 tersebut masih terkesan malu-malu ketika ditanya perihal namanya yang masuk dalam bursa capres dan cawapres 2024. Ia mengaku urung pantas memberikan keterangan mengingat masih mengenakan seragam TNI.
Tapi, belakangan sang istri Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati atau yang akrab disapa Hetty blak-blakan mengenai masa depan yang akan diambil sang suami.
Hal itu diungkap saat diwawancarai Aiman Witjaksono dalam program The Prime Show di iNews TV.
"Sudah berkarier selama 35 tahun, harapan ibu kemana sih nanti, sebaiknya kemana sih. Tongkat komando itu biasanya bukan di suaminya tapi di istrinya?" tanya Aiman seperti dikutip dari channel YouTube iNews TV, Kamis (22/12/2022).
"Kemana saya ingin mas Andika sesudah ini kan? Mau yang jujur atau yang basa basi?Jujur ke hati saya," jawab Hetty.
"Kalau ke hati ibu, hati ibu kemana?" timpal Aiman lagi.
"Hati saya ke mas Andika," balas Hetty.
"Kalau seandainya dipinang di ranah politik gimana ibu rela ngga?" tanya Aiman.
"Saya akan menjawab setelah Mas Andika menjawab," ungkap Hetty diselingi tawa.
Berkait dengan teka-teki kemana langkah Jenderal Andika selanjutnya, Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas menduga ada dua kemungkinan yang akan menjadi labuhan sang jenderal pascapensiun.
Kemungkinan pertama adalah serius masuk ke politik dengan menjadi bakal calon Presiden atau bakal calon Wakil Presiden dalam Pemilu 2022.
"Ada dua kemungkinan yang akan dilakukan Andika pascapensiun. Pertama, Andika mungkin akan menyeriusi karir politik dengan menjadi bakal capres atau cawapres dalam Pilpres 2024," kata Anton dalam siaran persnya kemarin.
Dalam beberapa kesempatan, kata Anton, Andika memang enggan berkomentar perihal sejumlah wacana yang memasukkan namanya sebagai Capres atau Cawapres 2024. Andika memilih untuk memberi jawaban usai resmi pensiun dari TNI.
"Sejauh ini, Andika merupakan salah satu nama sosok berlatar militer yang mencuat selain Agus Harimurti Yudhoyono dan Prabowo Subianto. Namanya pun sempat masuk dalam bursa capres Partai Nasdem," sambungnya.
Kemungkinan kedua adalah masuknya Andika dalam kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Anton menyebut, peluang itu terbuka ketika merujuk pada hubungan Andika dan Jokowi sejak 2014 silam.
Pada periode itu, Andika sedang menjabat sebagai Komandan Paspampres. Anton juga merujuk pada penunjukkan Andika sebagai Panglima TNI yang dinilai menunjukkan kepercayaan dan kenyamanan yang dirasakan Jokowi.
Dari rekam jejak itu, Anton berpendapat jika Jokowi akan mempercayakan jabatan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) kepada Andika. Terlebih, jabatan KSP saat ini juga diisi oleh Moeldoko -- yang juga mantan Panglima TNI.
"Mengingat posisi Kepala KSP cukup sentral, maka pos tersebut tentu saja hanya akan diisi oleh sosok yang memang mendapatkan kepercayaan (trust) oleh Jokowi. Dan Andika mungkin telah memenuhi prasyarat itu," jelas Anton.
Posisi lain yang mungkin akan dijabat oleh Andika adalah Kepala Badan Intelejen Negara (BIN). Anton juga merujuk pada kiprah Andika yang pernah menangkap terduga teroris Umar Faruq pada 2002 lalu yang merupakan salah satu bentuk operasi intelijen yang dianggap berhasil.
"Posisi yang lain yang bisa saja ditawarkan ke Andika adalah Kepala BIN. Jabatan ini juga dipegang oleh sosok yang dipercaya penuh Jokowi mengingat Kepala BIN adalah mata dan telinga Presiden," ucap Anton.