6 Kisah Perseteruan Pele dan Maradona Bertahun-tahun, Tapi Endingnya Salaman dan Berpelukan

Suara Joglo | Suara.com

Jum'at, 30 Desember 2022 | 09:48 WIB
6 Kisah Perseteruan Pele dan Maradona Bertahun-tahun, Tapi Endingnya Salaman dan Berpelukan
Diego Maradona dan Pele (Suara.com)

Suara Joglo - Para penggemar sepak bola sejagat sepakat, Maradona dan Pele merupakan dua legenda sepak bola terhebat sepanjang masa. Maradona mewakili Argentina dan Pele mewakili Brasil.

Pele pernah mengantarkan negaranya, Brasil, meraih tiga kali Juara Dunia pada 1958, 1962 dan 1970. Sementara, Maradona membawa Argentina meraih Juara Dunia pada 1986. Untuk perolehan trofi Piala Dunia, Maradona memang kalah dari Pele.

Tapi untuk karir profesional di klub, penggemar Maradona tentu lebih mengunggulkan jagoannya. Maradona pernah bermain di Eropa membela sejumlah klub dan mengantarkannya juara. Tidak demikian dengan Pele. 

Bagi penggemar Maradona, Pele disebut hanya seorang jago kandang sebab sepanjang karirnya tidak pernah menjejak kaki di benua lain. Meskipun begitu, sejatianya Pele dan Maradona tidak mutlak bisa dibandingkan.

Kedua pemain besar sepanjang masa itu terlahir di masa yang berbeda. Maradona bersinar ketika Pele sudah pensiun. Sehingga keduanya tidak pernah bertemu dalam satu pertandinganpun.

Pele mengklaim telah mencetak 1.281 gol dalam 1.363 pertandingan selama berkarier di Santos dan New York Cosmos. Sementara, Maradona membawa Napoli ke puncak Serie A dan memenangkan dua kejuaraan di Italia. 

Di puncak kejayaannya, Maradona mengantarkan Argentina menjadi Juara Dunia 1986 setelah mengalahkan Inggris di perempat final dengan gol 'Tangan Tuhan'. Tahun itu Argentina juara dunia setelah mengalahkan Jerman Barat 3-2 di final yang berlangsung di Mexico City, Mexico, pada 29 Juni 1986. 

Selepas keduanya pensiun, Pele dan Maradona pun terlibat dalam banyak perseteruan sengit, mulai dari saling ejek, saling kritik, bahkan ejekan soal seks dan narkoba. Meskipun begitu, pada akhirnya keduanya bertemu, berpelukan dan saling memuji ketika sudah sama-sama uzur.

Pele meninggal dunia dalam usia 82 tahun di Rumah Sakit Albert Einstein, Sao Paulo, Kamis waktu setempat atau Jumat dini hari WIB. Ia meninggal karena sejumlah kegagalan organ akibat perkembangan kanker usus besar dan beberapa kondisi medis sebelumnya.

Sedangkan Maradona meninggal dunia akibat henti jantung di rumahnya, Rabu (25/11/2020) malam WIB. Ia meninggal di usia 60 tahun dan tentu kematiannya juga menjadi duka bagi para penggemar sepak bola di dunia.

Untuk mengenang keduanya, berikut ini perseteruan kedua pemain legenda dunia itu namun berakhir bahagia, dikutip dari berbagai sumber:

1. Perang autobiografi di bulan sama Tahun 2000

Maradona sempat menuduh ikon Brasil itu memiliki hubungan gay dengan salah satu pelatih mudanya di Santos. Tudingan itu pun dijawab oleh Pele dalam bukunya 'Pele: His Life and Times'. 

Teman Pele, Celso Grellet, mengungkapkan bahwa kawannya itu berpikir membalas tuduhan menggelikan itu tetapi tidak dilakukan karena menjaga kesehatan Maradona.

Dia berkata: "Maradona mengatakan bahwa Pele memiliki pengalaman homoseksual. Itu tidak pernah benar, tetapi Pele adalah orang besar dan memutuskan bahwa dia tidak akan menanggapi."

Pemain legendaris Brasil, Pele diangkat rekan-rekannya, setelah Brasil menjuarai Piala Dunia 1970 di Meksiko, pada 21 Juni 1970. Brasil mengalahkan Italia 4-1. AP

"Pele sangat terlibat dalam kampanye anti-narkoba, khususnya penyalahgunaan narkoba dalam olahraga, dan Maradona jelas-jelas adalah orang yang sakit. Pele berpikir sebaiknya tidak membalas karena tidak ada yang bisa menganggap Maradona serius."

"Tidak ada keraguan bahwa Maradona telah membuat tuduhan yang menggelikan, tentang seksualitas Pele hanya salah satu dari banyak, sebagai akibat dari kecemburuan murni."

Di bulan yang sama, Maradona merilis buku 'I am Diego'. Dalam bukunya, Maradona memasukkan Pele dalam daftar 100 pemain terbaik sepanjang masa. Namun Pele disebut telah membiarkan rekan setimnya Garrincha mati dalam kemiskinan.

"Sebagai pemain, dia memiliki semuanya. Tetapi tidak memanfaatkanya untuk meningkatkan status sepak bola," kata Maradona.

"Saya ingin melihatnya mengajukan diri sebagai presiden sebuah asosiasi untuk membela hak-hak pemain seperti saya."

"Saya ingin melihatnya merawat Garrincha dan tidak membiarkannya mati dalam kesengsaraan. Saya ingin melihatnya melawan orang kaya dan kuat yang merusak

2. Maradona marah saat warga Argentina sebut Pele mentornya

Maradona dan Pele bertemu pertama kali pada 1980-an. Keduanya bertemu pertama kali pada 1979. Saat itu foto ikonik adalah saat Pele menunjukkan kord gitar pada Maradona.

Kemudian media setempat memberi caption bahwa Maradona telah bertemu dengan mentornya. Persaingan semakin meningkat ketika status Maradona dalam permainan tumbuh dan perbandingan antara keduanya dimulai.

Mantan Presiden Argentina Carlos Menem menjadikan Pele sebagai tamu kehormatan khusus pada kunjungan ke negara itu beberapa tahun setelahnya. "Menem mengundangnya ke negara itu sebagai tamu istimewa karena Pele adalah pemain favoritnya."

"Maradona marah karena orang-orang Argentina menempatkan Pele di atasnya. Pele sangat menghormati Maradona sebagai pemain tetapi merasa bahwa media seharusnya tidak memberi kepercayaan pada komentar orang yang sakit."

"Akan terlalu mudah untuk mengatakan hal-hal buruk tentang Maradona sebagai imbalan, tetapi Pele tidak akan melakukannya."

3. Soal kesiapan Afrika Selatan jadi tuan rumah Piala Dunia 2010

Menjelang kompetisi Piala Dunia 2010, keduanya juga terlihat berseteru. Pele menyebut Afrika Selatan belum lah siap menjadi tuan rumah kompetisi sebesar piala dunia.

Banyak hal harus dipertimbangkan sebelum menunjuk Afsel sebagai tuan rumah. Namun berbeda dengan Maradona yang mengatakan kalau dirinya berbeda dengan pemain bernomor punggung 10 itu.

"Ada orang bernomor punggung 10 yang meragukan Afrika Selatan bisa menyelenggarakan Piala Dunia. Tapi kini Afsel memberikan jawabannya dan Piala Dunia dimulai," kata Maradona pada 2010 lalu.

4. Pele menegaskan tak bisa dibandingkan dengan Maradona

Pele mencoba menjauhkan dirinya dari perbandingan dengan Maradona. Ia menyatakan keduanya adalah tipe pemain yang berbeda. "Saya tidak bisa menjelaskan mengapa Maradona sangat peduli dengan itu," kata Pele pada Goal.

"Karena saya selalu mengatakan bahwa dia adalah salah satu yang terbaik di dunia, dan itu benar. Sekarang, kita tidak bisa mengatakan bahwa Maradona adalah header yang hebat. Dia tidak mencetak gol dengan header."

"Dan kita tidak bisa mengatakan Maradona menembak dengan sangat baik dengan kedua kaki, karena dia tidak menembak dengan kaki kanannya, hanya terutama dengan kaki kirinya."

"Jadi dari waktu ke waktu, ketika orang membuat perbandingan, saya membuat lelucon tentang itu. Bagi saya dia adalah pemain hebat, hanya saja Anda tidak bisa membandingkan Maradona dengan Pele."

5. Beda pandangan soal Neymar atau Messi

Pada 2011, Maradona dan Pele kembali perang kata-kata. Kali ini mereka menyoal antara Leonel Messi dari Argentina dan Neymar dari Brasil.

Saat wawanara dengan Stasiun TV Spanyol TVE, Maradona mengatakan Neymar tidak sopan, sama seperti Pele.

Mereka mengklaim, Maradona kemudian memuji pemain dari negaranya, Messi. Maradona menggambarkan, "Messi sebagai pemain luar biasa dan saya ragu ada yang bisa memisahkannya (dari menjadi pemain yang terbaik)".

Namun dia kemudian mengklaim bahwa dirinya tidak mengatakan hal itu. Meski begitu, Pele tetap meresponsnya dengan mengatakan, "Messi lebih baik daripada Pele? Untuk sampai di sana dia harus mencetak lebih dari 1.283 gol," katanya.

"Neymar memiliki bakat luar biasa. Saya harap Neymar tidak berakhir seperti Messi, yang bermain sangat bagus untuk klubnya tetapi tidak melakukan apa pun untuk negaranya."

6. Damai dan berpelukan

Keduanya berpelukan di Palais Royal di Paris - tepat sebelum The Friendship Game, sebuah acara promosi yang menampilkan permainan lima sisi antara para pemain lama.

"Sangat menyenangkan melihat dia seperti ini, sehat, dan bisa bergabung dengan kami. Aku senang dia baik-baik saja. Kami harus selalu bersama. Dan cukup pertempuran, cukup duri di antara kami," kata Maradona, berbulan-bulan setelah Pele menjalani operasi pinggul.

"Saya ingin berterima kasih kepada Pele, kami tahu siapa dia. Kami membutuhkan ikon seperti dia."

Pele merespons, "Ini adalah momen damai. Apa yang kita lakukan adalah sesuatu untuk perdamaian dan persatuan. Saya ingin berterima kasih kepada teman saya Maradona atas kesempatan ini."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Franz Beckenbauer Mengenang Pele, Dunia Kehilangan Pemain Terhebatnya

Franz Beckenbauer Mengenang Pele, Dunia Kehilangan Pemain Terhebatnya

Bola | Jum'at, 30 Desember 2022 | 09:30 WIB

Abadi, Ini Prestasi Pele yang Belum Bisa Dicapai Pemain Manapun

Abadi, Ini Prestasi Pele yang Belum Bisa Dicapai Pemain Manapun

Bola | Jum'at, 30 Desember 2022 | 09:30 WIB

Pele, 'King Beautiful Game' dan Ikon Budaya

Pele, 'King Beautiful Game' dan Ikon Budaya

News | Jum'at, 30 Desember 2022 | 09:19 WIB

Legenda Sepakbola Pele Meninggal Dunia, Brazil Berkabung Tiga Hari

Legenda Sepakbola Pele Meninggal Dunia, Brazil Berkabung Tiga Hari

Riau | Jum'at, 30 Desember 2022 | 09:20 WIB

Terkini

Aturan Baru! Polisi Bisa Paksa Warga Serahkan Password HP, Menolak Siap-siap Masuk Bui

Aturan Baru! Polisi Bisa Paksa Warga Serahkan Password HP, Menolak Siap-siap Masuk Bui

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:46 WIB

Membedah Peran Strategis Ekosistem LinkUMKM BRI dalam Mendukung UMKM Berkembang

Membedah Peran Strategis Ekosistem LinkUMKM BRI dalam Mendukung UMKM Berkembang

Bri | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:41 WIB

Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya

Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya

Otomotif | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:40 WIB

Erupsi Gunung Marapi 26 Detik, Kolom Abu Tak Terlihat

Erupsi Gunung Marapi 26 Detik, Kolom Abu Tak Terlihat

Sumbar | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:38 WIB

Jung Woo dan Krystal Jung Bintangi Film Jjanggu, Tayang 22 April

Jung Woo dan Krystal Jung Bintangi Film Jjanggu, Tayang 22 April

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:38 WIB

Jakarta Lengang, Saleh Husin dan Pramono Anung Gowes 60 Km Bakar Lemak Usai Libur Lebaran

Jakarta Lengang, Saleh Husin dan Pramono Anung Gowes 60 Km Bakar Lemak Usai Libur Lebaran

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:33 WIB

Bukan Rudal Iran, Anak Benjamin Netanyahu Jadi Target Pembunuhan Warga AS

Bukan Rudal Iran, Anak Benjamin Netanyahu Jadi Target Pembunuhan Warga AS

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:32 WIB

Jawaban Hanung Bramantyo soal Kemungkinan Garap Film tentang Ani Yudhoyono

Jawaban Hanung Bramantyo soal Kemungkinan Garap Film tentang Ani Yudhoyono

Entertainment | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:30 WIB

Suzuki Fronx Pajaknya Berapa? Ini Update Harganya Per Maret 2026

Suzuki Fronx Pajaknya Berapa? Ini Update Harganya Per Maret 2026

Otomotif | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:28 WIB

Memaksimalkan Potensi di Tengah Keterbatasan, Belajar dari Novel Rasa

Memaksimalkan Potensi di Tengah Keterbatasan, Belajar dari Novel Rasa

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:25 WIB