Komika Arie Kriting beberapa waktu lalu menjadi sorotan publik gegara kicauannya soal tak sudi jadi mualaf. Belakangan sikapnya itu sempat membuat Helmy Yahya geram.
Dikutip dari channel YouTube Helmi Yahya bertajuk Helmy Yahya Bicara, Arie Kriting yang diundang di acara talkshow tersebut, mulanya ngobrol soal seluk beluknya sebagai komedian.
Obrolan kemudian berlanjut ke gurauan finalis kompetisi stand up comedy season 3 itu yang sempat bikin heboh hingga banjir komentar miring.
Helmy mengingatkan soal cuitan Arie Kriting tempo hari lalu yang menyinggung soal ogah jadi mualaf.
"Kayaknya kecil kemungkinan saya jadi mualaf. Gak akan sepertinya," kata Arie Kriting pada 2017 lalu.
"Terima kasih. Keputusan untuk tidak menjadi mualaf ini memang saya ambil karena saya percaya bahwa di Indonesia kebebasan beragama diakui," ujarnya.
Arie menegaskan kalau dirinya tidak membenci agama Islam.
"Saya gak benci Islam kok, sama sekali tidak. Cuma gak mau jadi mualaf aja. Gak sudi saya. Makanya gak usah harap saya jadi mualaf ya. Maaf," tegas Arie Kriting.
Helmy yang membaca soal pernyataan Arie tersebut awalnya mengaku sempat geram. Ia menilai kicauan Arie itu terlampau berani.
Baca Juga: Nenek Renta di Gorong-gorong Kota Padang Diduga Sengaja Dibuang Keluarga
"Saya sempat baca dia nolak jadi mualaf, sempet marah juga kurang ajar. Ternyata nama aslinya satriadin," ungkap Helmy Yahya dengan tertawa.
Arie Kriting sendiri menjelaskan bahwa cuitannya itu sebetulnya bagian dari keisengannya.
"Waktu itu ada tokoh agama datang ke Indonesia, lalu saya twit wah menarik ini ceramahnya. Lalu ada yang kaget Alhamdulillah bang Arie sudah menerima ceramah saya doakan jadi mualaf. Saya baca banyak sekali yang minta saya mualaf. Lalu saya isengin sampai meninggal saya tidak akan mualaf," alasannya ketika mencuit tak sudi jadi mualaf.
Ia menjelaskan bahwa ia tak sudi untuk mualaf karena memang sejak lahir sudah Islam. Bahkan keluarganya juga latar belakangnya beragama Islam.
"Saya baca komen itu banyak nyorot, padahal saya dari lahir sudah diadzanin. Maksud saya karena saya Islam dari lahir kenapa harus mualaf. Bapak bahkan penghulu di departemen agama, saya ketawa aja itu baca itu. Sampe sekarang masih banyak juga yang komentar miring tentang saya soal mualaf," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa di Papua sendiri tak identik dengan agama tertentu. Bahkan di Fakfak banyak juga yang beragama Islam seperti dirinya sejak lahir.
"Di papua juga banyak yang muslim di Fakfak banyak yang muslim di sana bahkan tidak ada perbedaan agama," terangnya.