Polemik dihentikannya kompetisi Liga 2 dan tanpa degradasi untuk Liga 1 menjadi perbincangan publik.
Keputusan PSSI dan PT LIB menghentikan kompetisi merupakan dampak dari tragedi kanjuruhan.
"Wahh unik juga yahh Liga 1 musim ini tidak ada degradasi nyah. Liga 2 dihentikan, membuat Liga 1 musim ini tidak ada sistem degradasi nya. Apapun hasilnya, dipastikan ke-18 tim akan main lagi di Liga 1 musim depan," tulis akun @FaktaSepakbola
Warganet pun geram dengan keputusan tersebut. Hal itu tentu membuat kecewa pecinta sepak bola, pemain profesional hingga pemilik klub yang telah dirugikan.
"Gara-gara sekelompok oknum suporter to*** dan orang-orang pssi kerjanya ga becus," tulis netizen.
"Iya walaupun alasan ada 3 faktor tapi ngga etis kompetisi liga 2 dihentikan sih," tulis netizen.
"Kasian atta, gua rispek kalo soal ini sama dia," tulis netizen.
Menyadur dari situs resmi PSSI, kelanjutan Kompetisi Liga di Indonesia ditentukan oleh ramat Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI memutuskan untuk menghentikan kelanjutan Kompetisi Liga 2 musim 2022/2023.
Baca Juga: Resmi! Arema FC Tak Diizinkan Menggunakan Stadion Jatidiri Semarang
Kepastian ini diambil seusai rapat yang berlangsung di kantor PSSI, GBK Arena, Kamis (12/1/2023).
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi menyampaikan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan berbagai faktor.
1. Adanya permintaan dari sebagian besar klub Liga 2 yang menginginkan kompetisi tersebut tidak bisa dilanjutkan. Hal ini terjadi karena tidak ada kesesuaian konsep pelaksanaan lanjutan kompetisi antara klub dan operator serta pelaksanaan atau kelanjutan Liga 2 sangat sulit diselesaikan sebelum Piala Dunia U-20 2023 dimulai pada 20 Mei 2023.
2. Rekomendasi dari tim transformasi sepak bola Indonesia seusai tragedi Kanjuruhan terkait sarana dan prasarana yang belum memenuhi syarat.
3. Perpol No. 10 Tahun 2022 mengamanatkan proses perizinan yang baru dengan memperhatikan periode waktu pemberitahuan, pengajuan rekomendasi dan izin, hingga bantuan pengamanan.
Dalam rapat Exco tersebut juga memutuskan dan memerintahkan kepada PT.LIB untuk memfasilitasi pembentukan operator baru guna pelaksanaan Liga 2.