3. Aksi Aremania pro manajemen
Namun ada juga aksi sekelompok orang yang tetap mengatasnamakan Aremania--yang dinilai lebih pro terhadap manajemen. Mereka juga menggelar aksi namun tetap memakai uniform kebesaran Aremania dan Arema FC.
Sikap mereka berbeda dengan Arek Malang Bersikap. Dalam aksi kemarin, Selasa (31/01/2023), seperti diunggah akun official Arema FC, kelompok ini menegakkan kembali logo Arema FC yang sempat roboh akibat perusakan yang dilakukan kelompok Arek Malang Bersikap.
Akun Insagram @aremafcofficial menuliskan, "Aremania kembali mendatangi kantor manajemen Arema FC di Jalan Mayjend Panjaitan pada Selasa (31/1/2023). Kedatangan Aremania kali ini berbeda 180 derajat dengan apa yang dilakukan pendukung Singo Edan itu pada Minggu (29/1/2023)."
"Aremania memberikan dukungan terhadap eksistensi Arema FC dengan mendatangi Kandang Singa pada Selasa (31/1/2023). Dalam aksi itu, Aremania juga melakukan dialog bersama manajemen Arema FC dan perwakilan direksi," tulis akun itu.
4. Isu pembubaran Arema FC
Sementara itu, soal ribut-ribu Arema FC mundur, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berharap klub Singo Edan tetap berlaga di Liga 1 Indonesia 2022-2023 di tengah pertimbangan manajemen tim berjuluk “Singo Edan” membubarkan tim pascakerusuhan.
"Semua klub yang ada, yang eksis saat ini, silakan bermain," ujar Menpora di Gedung Kemenpora, Jakarta, Senin (31/01/2023).
Zainudin Amali menilai, tidak elok jika tindakan tidak bertanggung jawab oleh beberapa pihak harus mengorbankan klub. Kalau memang ada yang mencemarkan nama klub dengan sikap negatifnya, Menpora meminta agar mereka yang dikenakan sanksi.
Baca Juga: Bukan AHY, Anies Baswedan Bisa Menang Jadi Next Jokowi Jika Duet dengan Sosok Ini
"Yang ‘mengganggu’ itu yang mesti dikejar. Jangan mengorbankan klub. Pengganggu itu yang harus dicari oleh polisi," tutur Zainudin Amali.
Dalam kesempatan itu, Menpora menyatakan dukungannya terhadap pihak kepolisian yang menangkap sekitar 107 orang seusai bentrokan di Kantor Arema FC, Minggu (29/1).