Suara Joglo - Dalam beberapa hari terakhir isu penculikan anak memang meneror orangtua di sejumlah daerah di Indonesia. Di Jawa Barat dan Jawa Timur isu seperti ini marak.
Di Jatim misalnya, Kapolda Jatim sudah menepis kalau kabar yang sempat menghebohkan masyarakat di Bangkalan, Malang, Mojokerto dan Bojonegoro itu merupakan hoaks.
Muasal dari isu ini adalah kabar di media sosial dalam bentuk narasi pemberitaan, video, suara dan bentuk selebaran. Di Jawa Barat isunya lebih ngeri lagi.
Di Media sosial, sempat beredar foto yang dilengkapi narasi jenazah seorang bocah yang disebut sebagai korban penculikan di Kota Depok. Dalam foto itu diberi narasi kalau organ tubuhnya sudah dipreteli oleh si penculik.
Namun, belakangan kabar tersebut terbantahkan. Dikutip dari laman website CEK FAKTA turnbackhoax.id, mengutip penjelasan dari Babinsa Depok bahwa informasi itu tidak benar dan bukan berasal dari Babinsa Depok.
Sehingga, konten yang sempat beredar di grup-grup WhatsApp warga itu juga dikategorikan sebagai Konten Menyesatkan.
Dalam foto-foto yang beredar itu, narasinya seperti ini: "Foto dr Babinsa Depok terlaot korban penculikan dan pembunuhan taget anak2 umur 3-5 thn. Korban diambil organ tubuhnya. korban anak warga depok pelaku sdh tertangkap 2hr lalu warga Cibinong laki n perermpuan. Korban lainnya 3 anak diambil organ jantung dan mata. Kita tetap waspada jaga anak cucu di rumah dan sekolahan. Info ini bukan hock. Langsung dr petugas Babinsa saat patroli di komplek rumah tadi malam."
Namun berdasar penelusuran di laman turnbackhoax.id, dijelaskan kalau foto sadis itu ternyata tidak orisinil. Artinya, foto itu sebenarnya sudah beredar sejak 2018 silam.
Dilansir dari artikel berjudul "Hoax! Viral Pesan WA Penculikan Anak dan Diambil Organ Tubuh" yang terbit di jawapos.com pada 24 Oktober 2018, Dandim 0508/Depok pada saat itu, Letkol. Inf. R . Iskandarmanto menyayangkan perilaku si pembuat kabar bohong.
Baca Juga: Penyebar Hoaks Betrand Peto dan Sarwendah Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar
Dirinya pun secara tegas mengklarifikasi bahwa kabar tersebut tidaklah benar. "Tidak benar, saya sudah cek tidak ada dan sudah dikonfirmasi ke Polres juga," tegas Iskandar kepada JawaPos.com lewat pesan singkat, Rabu (24/10/2018).
Dengan demikian, foto anak yang diklaim korban penculikan dan pembunuhan yang diambil organ tubuhnya adalah hoaks kategori konten menyesatkan.