Tragedi Kematian Siswa Poltek Pelayaran Surabaya, Kakak Kelasnya Jadi Tersangka

Suara Joglo

Kamis, 09 Februari 2023 | 16:47 WIB
Tragedi Kematian Siswa Poltek Pelayaran Surabaya, Kakak Kelasnya Jadi Tersangka
Ilustrasi penganiayaan (Suara.com)

Suara Joglo - Dunia pendidikan kembali geger dengan kasus kematian seorang pelajar di Poltek Pelayaran Surabaya Jawa Timur ( Jatim ) beberapa waktu lalu. Pelajar ini bernama M Rio Ferdinand (20), asal Mojokerto.

Ia ditemukan tewas bersimbah darah di toilet sekolahan. Awalnya tidak ada yang janggal sebab dikabarkan kalau Rio meninggal lantaran terjatuh di toilet sekolahan. Sampai akhirnya keluarga merasa ada kejanggalan.

Ayah Rio yang seorang polisi lantas mengajukan kepada Polda Jatim agar dilakukan autopsi lagi jenazah Rio yang sudah dimakamkan. Hasilnya, makam dibongkar dan hasil autopsi menunjukkan kalau ada luka pada lambung korban.

Polisi lantas menyelidiki kasus ini. Sampailah pada kesimpulan kalau Rio sebelum meninggal menerima penganiayaan dari kakak kelasnya. Alhasil, pelajar berinisial AJP (19) ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan.

Ia mengakui jika telah melayangkan dua pukulan telak tepat di perut sebelum taruna muda asal Mojokerto tersebut jatuh. Kini, AJP harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan mengubur mimpinya untuk menjadi taruna perkapalan.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana, mengatakan dari pengakuan tersangka AJP, penganiayaan terhadap Rio bermula dari korban yang sedang berada di ruang makan pada Minggu (05/02/2023) sekitar pukul 19.30 WIB. 

Tak berselang lama, Rio disuruh oleh seniornya itu untuk menuju kamar mandi dengan alasan pembinaan. Rio yang masih junior hanya bisa menuruti permintaan seniornya.

"Dalam perjalanan ke kamar mandi itu korban dikawal oleh empat seniornya. Di dalam kamar mandi tersebut korban lantas dipukuli," ujar Mirzal, Kamis (09/02/2022)

Mirzal menambahkan jika korban dipukul beberapa kali tubuhnya hingga terjatuh ke lantai. Akibat tindakan tersebut, korban mengalami luka di bibir bawah robek dan dagu. Pukulan telak terakhir dilayangkan oleh tersangka AJP dengan tangan kanan sebanyak dua kali sebelum korban tak sadarkan diri.

baca juga

"Pelaku mengaku memukul korban dengan menggunakan tangan kanan sebanyak dua kali mengenai perut korban, yang mengakibatkan terjatuh hingga korban meninggal dunia," ujarnya.

Karena korban tak sadarkan diri, beberapa seniornya panik. Kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Asrama Haji Surabaya menggunakan ambulans milik Klinik Politeknik Pelayaran Surabaya. Namun, nyawa Rio tak dapat diselamatkan.

Sementara itu, Kasihumas Polrestabes Surabaya Kompol M Fakih saat diwawancarai membenarkan jika AJP merupakan salah satu saksi yang sempat ditahan oleh Unit Resmob Polrestabes Surabaya dalam kasus penganiayaan di Politeknik Perkapalan Surabaya.

"Setelah menjalani pemeriksaan selama 3 hari, AJP warga Banyu Urip, Sawahan, Surabaya, itu dinaikan statusnya menjadi tersangka," kata Fakih menambahkan.

Disinggung terkait apakah akan ada tersangka baru dari 13 saksi yang dipanggil oleh Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Fakih mengatakan jika dalam penyelidikan ditemukan fakta baru, maka bisa saja ke 13 saksi akan dipanggil kembali atau menambah saksi untuk dimintai keterangan.

"Penganiayaan antara senior dan junior. Untuk motif atau tersangka lain masih kami selidiki. Mohon bersabar," ujar Fakih.

Sementara ayah korban, Muhammad Yani mengapresiasi kinerja Satreskrim Polrestabes Surabaya. Kepada awak media, Yani yang juga menjabat sebagai kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Kutorejo tersebut mengucapkan rasa terima kasih kepada petugas yang sudah cepat merespon laporannya. 

Namun, Yani menduga jika pelaku yang menganiaya anaknya lebih dari satu orang. "Ada yang nyuruh mas. Mudah-mudahan bisa berkembang ke tersangka lain," katanya menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ledek Shin Tae-yong, Manajer Bajol Ijo Yahya Alkatiri: Marsel Itu Milik Persebaya, Bukan Timnas

Ledek Shin Tae-yong, Manajer Bajol Ijo Yahya Alkatiri: Marsel Itu Milik Persebaya, Bukan Timnas

Jatim | Kamis, 09 Februari 2023 | 15:54 WIB

Gara-gara Laga vs Persebaya Ditunda, Akun PSIS Semarang Digeruduk Bonek: Segitu Takutnya Kah?

Gara-gara Laga vs Persebaya Ditunda, Akun PSIS Semarang Digeruduk Bonek: Segitu Takutnya Kah?

Joglo | Rabu, 08 Februari 2023 | 22:26 WIB

Astaga! Setelah Shin Tae-yong, Marselino Ferdinan Giliran Disemprot Indra Sjafri Gara-gara ke Belgia Tak Pamit

Astaga! Setelah Shin Tae-yong, Marselino Ferdinan Giliran Disemprot Indra Sjafri Gara-gara ke Belgia Tak Pamit

Joglo | Rabu, 08 Februari 2023 | 20:57 WIB

Nekat Datang ke Semarang Meski Pertandingan Ditunda, Bonek Dihadang Polisi, Dipulangkan Paksa

Nekat Datang ke Semarang Meski Pertandingan Ditunda, Bonek Dihadang Polisi, Dipulangkan Paksa

Jawa Tengah | Rabu, 08 Februari 2023 | 15:53 WIB

Terkini

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:30 WIB

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:28 WIB

Gol Erling Haaland Dipastikan Offside, Kemenangan Manchester City Dibatalkan?

Gol Erling Haaland Dipastikan Offside, Kemenangan Manchester City Dibatalkan?

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 09:27 WIB

Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani

Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:25 WIB

Sentimen Pergantian Purbaya Hanya Sebentar, IHSG Langsung Anjlok ke 6.400

Sentimen Pergantian Purbaya Hanya Sebentar, IHSG Langsung Anjlok ke 6.400

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:24 WIB

Militer AS Tuding Garda Revolusi Iran Serang Kapal Supertanker dengan Rudal dan Drone

Militer AS Tuding Garda Revolusi Iran Serang Kapal Supertanker dengan Rudal dan Drone

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:18 WIB

Jelang Peluncuran Rabu, REDMI Note 17 Pro Max 5G Pamer Ketahanan Air hingga 72 Jam

Jelang Peluncuran Rabu, REDMI Note 17 Pro Max 5G Pamer Ketahanan Air hingga 72 Jam

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 09:15 WIB

Gantikan Purbaya, Menkeu Baru Suahasil Jamin Kemenkeu Lebih Solid

Gantikan Purbaya, Menkeu Baru Suahasil Jamin Kemenkeu Lebih Solid

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:13 WIB

Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini

Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini

Bekaci | Selasa, 15 September 2026 | 09:13 WIB

Gol Offside Haaland Disahkan Manchester United Dicurangi, Wasit VAR Dibebastugaskan

Gol Offside Haaland Disahkan Manchester United Dicurangi, Wasit VAR Dibebastugaskan

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 09:09 WIB

×