Suara Joglo - Kemarin lokasi wisata Air Terjun Sedudo ramai dibahas warganet di media sosial. Ini gegara viral video seorang pengunjung yang tertimpa longsoran tanah dan pohon.
Wisata air terjun Sedudo terletak di kawasan pegunungan Gunung Wilis yang mempunyai ketinggian 1.438 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.
Adapun tinggi air terjun mencapai 105 meter yang ditunjang dengan panorama alam yang masih asri. Peristiwa wisatawan tertimpa pohon dan longsoran ini bukan kali ini saja terjadi.
Pada 2015 silam, tiga orang tewas dan 13 lainnya luka-luka. Sejak saat itu Sedudo pelan-pelang bangkit kembali setelah ditutup dalam tempo waktu cukup lama.
Sedudo bahkan sempat kembali naik pamornya setelah seorang pria kontroversial dukun palsu Samsudin Jadab alias Gus Samsudin mengunggah videonya sedang berada di sana. Ia menyapa warganet dengan sapaan khasnya 'hooh tenan'.
"Assalamualaikum wr, sore ini main ke Sedudo. Tempatnya asyik, hooh tenan....," demikian kata Gus Samsudin dalam videonya yang diunggah akun @wisata_sedudo_nganjuk.
Namun selang beberapa lama, peristiwa wisatawan jadi korban longsoran kembali terjadi di Sedudo. Seorang pria tertimpa longsoran tanah di lokasi wisata air terjun Sedudo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ( Jatim ) viral di media sosial.
Belakangan diketahui kalau wisatawan tersebut bernama Agus Setiawan, warga asal Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Sumenep Madura. Ia tertimpa longsoran pohon yang tumbang dari atas air terjun, Selasa (14/02/2023), sekitar pukul 15.10 WIB.
Video detik-detik nasib nahas Agus ini viral di berbagai platform media sosial warga. Di akun @infomdr, grup warga Madura misalnya. Sejak kemarin akun itu kebanjiran duka cita.
Baca Juga: Lucinta Luna Pamer Hidung Baru 'Made in Thailand', Nikita Mirzani Kena Sindir
Meskipun begitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk tidak segera menutup lokasi wisata Air Terjun Sedudo, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan menyusul kejadian warga tertimpa longsoran hingga meninggal dunia.
"Kami tidak tutup lokasi wisata Sedudo. Tadi juga ada aktivitas bersih-bersih di sekitar lokasi wisata," kata Kepala BPBD Kabupaten Nganjuk Abdul Wakid.