- Piala Dunia 2026 di Amerika, Kanada, dan Meksiko menyebabkan jadwal pertandingan berlangsung saat jam kerja bagi pekerja Brasil.
- Pekerja yang absen menonton pertandingan tanpa izin resmi berisiko menerima sanksi disiplin, pemotongan gaji, hingga pemutusan hubungan kerja.
- Perusahaan dan karyawan dapat menyepakati dispensasi atau sistem kompensasi jam kerja sebagai solusi agar produktivitas tetap terjaga.
Suara.com - Menonton pertandingan di Piala Dunia 2026 memang menjadi momen yang dinanti banyak orang.
Namun, perhelatan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di tiga negara, AS, Kanada dan Meksiko bisa ditonton orang Indonesia pada dinihari atau saat jam kerja.
Tentu ini jadi tantangan tersendiri. Menariknya, kondisi sama juga dialami oleh sebagian besar orang Brasil.
Salah satu media kenamaan Brasil, O Globo mengulas khusus tentang ancaman bagi pekerja yang nekat menonton Piala Dunia 2026 hingga tinggalkan pekerjaan mereka.
Ahli hukum ketenagakerjaan, Fabio Medeiros, menegaskan bahwa hari pertandingan bukan hari libur resmi.
Artinya, perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk membebaskan karyawan dari pekerjaan.

“Pengusaha berhak memotong gaji atas jam kerja yang tidak dipenuhi dan memberikan sanksi disiplin seperti peringatan atau skorsing,” ujar Medeiros.
Ia menambahkan, dalam kondisi tertentu, pelanggaran ini bahkan bisa berujung pemutusan hubungan kerja.
Risiko sanksi akan semakin besar jika ketidakhadiran karyawan berdampak langsung pada operasional perusahaan.
Terutama dalam pekerjaan yang bersifat krusial, seperti layanan publik atau pekerjaan dengan tenggat ketat.
Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada membuat sejumlah pertandingan berlangsung pada jam kerja di Brasil.
Situasi ini memicu dilema bagi para pekerja yang ingin tetap menyaksikan tim favorit mereka.
Meski demikian, solusi tetap terbuka melalui komunikasi antara karyawan dan perusahaan.
Jika izin diberikan oleh perusahaan, maka waktu tersebut biasanya dianggap sebagai dispensasi tanpa pemotongan gaji.
“Jika inisiatif datang dari perusahaan, umumnya jam tersebut akan dianggap sebagai pembebasan kerja tanpa sanksi,” jelas Medeiros.
Dalam praktiknya, banyak perusahaan di Brasil memilih jalan tengah dengan sistem kompensasi waktu.
Karyawan dapat mengganti jam kerja yang hilang di hari lain, baik dalam minggu yang sama maupun melalui mekanisme bank jam kerja.