Kitab Tulisan Pendiri NU Mbah Hasyim Masih Bisa Dibaca Meski Usianya Ratusan Tahun

Suara Joglo

Sabtu, 25 Maret 2023 | 10:12 WIB
Kitab Tulisan Pendiri NU Mbah Hasyim Masih Bisa Dibaca Meski Usianya Ratusan Tahun
Kitab-kitab Mbah Hasyim di Perpustakaan Tebuireng (Beritajatim)

Suara Joglo - Apa saja kitab karya-karya Kiai Hasyim Asyari? Banyak. Kitab-kitab ini semuanya masih bisa dilihat dan dibaca di perpustakaan pondok pesantren yang didirikannya, Ponpes Tebuireng Jombang Jawa Timur ( Jatim ).

Hadratussyaikh Kiai Hasyim Asyari merupakan salah satu pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU). Selain aktif berorganisasi, Mbah Hasyim--sapaan murid-muridnya--juga dikenal produktif.  

Jumlah buku dan kitab-kitab karangannya mencapai belasan. Dan sampai sekarang kitab-kitab itu masih tersimpan di perpustakaan Tebuireng Jombang. Meskipun beberapa di antaranya merupakan salinan semata.

Kitab-kitab itu diperlihatkan oleh petugas perpustakaan Tebuireng Adlan Jupri (50) pada Jumat (24/3/2023). Jupri memegang kitab itu sangat hati-hati. Dia membuka lembar demi lembar, memperlihatkan tulisan di atas kertas yang warnanya menguning. 

Tulisan tersebut menggunakan tinta warna hitam. Sangat rapi. Masih bisa terbaca dengan jelas. Karena usianya sudah ratusan tahun, tidak semua kitab kondisinya utuh. Ada yang sudah berlubang karena dimakan usia. Ada juga yang dalamnya utuh, tapi sampulnya mulai keropos. 

Kitab-kitab itu isinya beraneka macam. Tentang hadis, fiqih, serta tentang doa-doa.  Bahkan ada juga Alquran tulisan tangan yang dulu dipakai Mbah Hasyim mengaji. 

Lalu, ada juga tulisan aksara jawa. Lagi-lagi semunya masih tersimpan rapi dan masih bisa dibaca. Pada bagian lain, Jupri juga menunjukkan buku harian Mbah Hasyim. Ditulis menggunakan huruf arab pegon. 

"Total karya Mbah Hasyim yang ada di perpustakaan ini sebanyak 18 kitab. Dari jumlah itu, ada satu buku harian," kata Kepala IT Perpustakaan Tebuireng ini, dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com.

Jupri mengungkapkan, bahan kitab tersebut bukan hanya dari kertas. Tapi juga ada yang berbahan kulit lembu. Kertas tersebut kondisinya berminyak. Lalu, ada juga kitab yang berbahan kertas eropa. Setiap lembar sangat tebal. "Eropa itu kalau tidak Inggris ya Jerman. Kertasnya tebal," kata Jupri.

baca juga

Seluruh kitab itu disimpan di almari khusus di perpustakaan Tebuireng. Ruangan untuk menyimpan dokumen kuno itu dingin tetapi tidak lembab. Suhunya antara 25 sampai 28 derajat celcius. Selain itu, agar awet, juga kita semprot menggunakan wewangian.

Salah satu kitab itu berjudul Adabul Alim Wal Muta’allim. Di kalangan pesantren, kitab karya Mbah Hasyim itu  sangat populer. Bahkan kitab ini juga dikaji berbagai kampus di nusantara, baik sebagai referensi mata kuliah, seminar, skripsi, maupun tesis. Bahkan beberapa madrasah mewajibkan para santrinya mempelajari Adabul Alim Wal Muta’allim.

Adabul Alim Wal Muta’allim artinya etika orang berilmu dan pencari ilmu. Pada bagian pertama, kitab ini membahas tentang keutamaan ilmu, keutamaan belajar, dan mengajarkannya. 

Bagian kedua membahas tentang etika seorang dalam tahap pencarian ilmu. Bagian ketiga membahas tentang etika seseorang ketika sudah menjadi alim atau dinyatakan lulus dari lembaga pendidikan.

Buku Harian Mbah Hasyim

Dokumen tulisan tangan KH Hasyim Asyari ini berhasil dikumpulkan pihak pesantren sejak tahun dua ribuan. Sebelumnya naskah otentik dan buku-buku itu terpisah. Ada yang dibawa santri, ada pula yang tersimpan di rumah putra maupun cucu dan cicit Mbah Hasyim.

Yang paling baru ditemukan adalah buku harian pendiri pesantren Tebuireng tersebut. Buku itu ditemukan di tumpukan koran yang ada di perpustakaan. Saat ditemukan, buku tersebut dibungkus kain kafan. Juga ada minyak wangi di buku harian tersebut. 

"Buku harian ini ditulis pada 1921. Ada tahunnya," kata Jupri sembari menunjukkan buku yang dimaksud.

Kitab-kitab yang asli itu disimpan untuk arsip. Sedangkan untuk dibaca santri, pihak perpusatakaan sudah melakukan duplikasi. Kitab-kitab itu diperbanyak melalui teknik scanner, hingga ditulis ulang. Jupri lalu menunjukkan satu kitab tebal yang merupakan hasil digitalisasi. Sebanyak 17 kitab dijilid menjadi satu.

"Meski ini duplikat, tapi isinya sama persis dengan yang asli. Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk menyelamatkan kitab peninggalan Mbah Hasyim. Untuk yang buku harian belum (didigitalisasi) karena masih baru ditemukan," ujarnya.

Nah, dari 17 kitab itu, sebanyak delapan judul sudah dicetak secara modern. Yakni, tidak lagi menggunakan huruf arab pegon. Tapi menggunakan huruf latin. Pada sampul buku tersebut terdapat judul kitab dan foto KH Hasyim Asyari memakai surban.

"Ada delapan kitab yang sudah disalin di atas kertas HVS 70 gram. Dicetak menjadi buku. Lengkap dengan terjemahannya. Sebelum diedarkan, isi kitab kembali diuji dan dikaji. Ini untuk memastikan keaslian kitab karangan Mbah Hasyim," kata Jupri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hilal Terlihat di Pantai Galesong Sulawesi Selatan, Awal Ramadhan NU dan Muhammadiyah Akan Bersamaan

Hilal Terlihat di Pantai Galesong Sulawesi Selatan, Awal Ramadhan NU dan Muhammadiyah Akan Bersamaan

Sulsel | Rabu, 22 Maret 2023 | 17:00 WIB

Ikut Uji Kelayakan Bakal Caleg, Susno Duadji Ungkap Sudah Jadi Bagian dari PKB dan NU Sejak Lahir

Ikut Uji Kelayakan Bakal Caleg, Susno Duadji Ungkap Sudah Jadi Bagian dari PKB dan NU Sejak Lahir

Kotak Suara | Selasa, 21 Maret 2023 | 15:38 WIB

Beda Penentuan Tanggal Ramadhan NU dan Muhammadiyah

Beda Penentuan Tanggal Ramadhan NU dan Muhammadiyah

News | Selasa, 14 Maret 2023 | 09:47 WIB

Silaturahmi ke PBNU, Dirjen Pajak Suryo Utomo Ajak Rakyat Bayar Pajak

Silaturahmi ke PBNU, Dirjen Pajak Suryo Utomo Ajak Rakyat Bayar Pajak

News | Kamis, 02 Maret 2023 | 17:19 WIB

Terkini

Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh

Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:50 WIB

Token Telat Diputus, tapi Listrik Mati Sesuka Hati Tanpa Pengumuman

Token Telat Diputus, tapi Listrik Mati Sesuka Hati Tanpa Pengumuman

Your Say | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:50 WIB

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:47 WIB

Ada Final Kepagian! Ini Jadwal Lengkap 32 Besar Piala Dunia 2026

Ada Final Kepagian! Ini Jadwal Lengkap 32 Besar Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:44 WIB

Piala Dunia 2026: 7 Wakil Asia Pulang Kampung, Qatar Harusnya Jadi yang Paling Malu!

Piala Dunia 2026: 7 Wakil Asia Pulang Kampung, Qatar Harusnya Jadi yang Paling Malu!

Your Say | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:40 WIB

Dari Anime ke Dunia Nyata: Duel Jepang vs Brasil Seperti Episode Terakhir Captain Tsubasa

Dari Anime ke Dunia Nyata: Duel Jepang vs Brasil Seperti Episode Terakhir Captain Tsubasa

Bola | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:38 WIB

Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Cetak 6 Gol, Messi Jaga Jarak dari Dembele, Mbappe dan Haaland

Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Cetak 6 Gol, Messi Jaga Jarak dari Dembele, Mbappe dan Haaland

Bola | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:38 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Keutamaannya

Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Keutamaannya

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:31 WIB

Drakor Speaking Dead Tampil di BIFAN, Ungkap Misteri Kasus yang Terkubur

Drakor Speaking Dead Tampil di BIFAN, Ungkap Misteri Kasus yang Terkubur

Your Say | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:30 WIB

×