Aksi dukun Slamet yang mengaku bisa menggandakan uang di Banjarnegara hingga membunuh 12 korbannya menjadi berita heboh dua hari belakangan.
Dukun Slamet yang nekat menghabisi nyawa korban itu menjadi pembelajaran untuk orang-orang yang ingin kaya dengan cara instan.
Sejumlah netizen menanggapi dengan kasus keji yang dilakukan oleh dukun dengan inisial TH (45) di Banjarnegara itu. Pasalnya, mereka heran masih banyak orang tertipu dengan dukun yang mengaku bisa menggandakan uang di era modern ini.
Seperti diketahui, dukun Slamet memperdayai korban-korbannya yang ingin memiliki kekayaan melimpah dengan cara menggandakan uang.
Dukun Slamet menggunakan modus penipuan dan pembunuhan berencana tersebut terhadap korban yang berhasil diperdayai dengan kemampuan komunikasinya.
"Pembunuhan berencana yang dilakukan TH alias mbah Slamet asal Wanayasa, Kabupate Banjarnegara. Selanjutnya anak dari korban bernisial PO (53) melaporkan hilangnya PO setelah bertemu TH," kata Kapolres Banjarnegara, AKBP, Hendri Yulianto dilansri dari Antara, Selasa (4/4/2023).
Aksi dukun Slamet menjadi perhatian netizen di media sosial. Melalui akun Instagram, @jogjajatengexplore, mereka beramai-ramai menyayangkan masih banyaknya orang yang percaya dengan dukun.
"Buat pelajaran semua orang, mau kaya itu kerja yang ulet, usaha, perbanyak ibadah dan perkuat iman. Ini malah datang ke dukun penggada uang. Hari gini masih aja percaya begituan," sergah @megame****.
"Masih ada saja yang percaya uang bisa nambah dengan hal hal yang ga masuk akal," ungkap @zamssur**.
"Semoga tidak ada lagi dukun-dukun penggada uang seperti ini. Meresahkan," ujar @gorden_ung****.
"Ini termasuk syirik, syirik adalah dosa terbesar dalam Islam. Akibatnya ya gini, pemerintah harus tegas basmi praktek perdukunan," ujar @smgt_m***.
Adapun netizen yang menyebutkan bahwa menjadi dukun pengganda uang cukup disembunyikan saja tak perlu dipamerkan.
"Kalau dukun bisa gandakan uang, dia ga bakalan kerja, ga bakalan kasih tahu orang lain. Mending untuk diri sendiri bisa kaya," ujar @fauzi_an***.