Suara Joglo - Publik kembali digemparkan dengan peristiwa memilukan pembunuhan sejumlah orang yang dilakukan seorang dukun palsu di Banjarnegara. Pelaku dikenal sebagai Mbah Slamet, si dukun pengganda uang.
Mbah Slamet, warga Desa Balun Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara, itu disebut-sebut telah membunuh puluhan orang. Informasinya, telah ditemukan 11 jenazah korban di sebuah lokasi kejadian perkara.
Di media sosial sempat viral video Mbah Slamet mengenakan baju tahanan kepolisian tengah melakukan oleh TKP di sebuah area persawahan disaksikan ratusan warga. Selang beberapa lama, satu demi satu jenazah korban Mbah Slamet ini dievakuasi dari lokasi kejadian.
Salah satu akun Instagram yang membagikan video ini adalah @andreli_48. Berikut ini fakta kasus kekejaman Mbah Slamet, dukun kejam Banjarnegara.
1. Terungkap dari pembunuhan 1 warga
Kasus pembunuhan yang dilakukan dukun Slamet ini berawal dari terungkapnya kasus pembunuhan seorang pria berinisial PO (53), warga asal Sukabumi Jawa Barat.
Seperti disampaikan Kepala Polres Banjarnegara Ajun Komisaris Besar Polisi Hendri Yulianto, kasus tersebut berawal dari laporan anak korban, yakni GE yang diterima Polres Banjarnegara pada tanggal 27 Maret 2023.
Dalam laporannya, kata dia, GE mengaku diajak ayahnya untuk bertemu dengan seseorang di Banjarnegara pada bulan Juli 2023 dengan menggunakan bus dari Sukabumi menuju Wonosobo.
Sesampainya di Wonosobo, PO dan GE bertemu dengan Mbah Slamet yang selanjutnya mengajak mereka ke rumahnya di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara.
Setelah itu keduanya pulang. Dan beberapa hari kemudian PO kembali lagi menemui Slamet di Banjarnegara. Namun sejak saat itu korban tidak lagi pulang ke rumah.
2. Korban pembunuhan tidak hanya satu
Setelah ditangkap Petugas Polres Banjarnegara, dibantu sukarelawan mengevakuasi sejumlah mayat yang dikubur pada sebidang kebun, Desa Balun, Kabupaten Banjarnegara.
Sejumlah jenazah itu diduga korban pembunuhan berencana oleh sang dukun. Hal ini disampaikan Kasatreskrim Polres Banjarnegara AKP Bintoro Thio Pratama. Namun Ia belum bisa memastikan jumlah pastinya.
"Namun kami belum bisa pastikan jumlahnya (jumlah mayat yang dievakuasi, red.)," kata Kasatreskrim dikutip dari ANTARA pada Selasa (4/4/2023).
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sukarelawan, sebanyak 10 mayat berhasil dievakuasi dalam penggalian tanah yang dilakukan pada hari Senin (3/4), beberapa diantaranya terkubur dalam satu lubang.